Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 Mei 2012 - , , 0 komentar

Dialog Indah dengan Tuhan


☞ Aku (A): Tuhan, bolehkah aku bertanya PadaMU?
☞ Tuhan (T): Tentu, hambaku. Silahkan
☞ A: Tapi janji ya, Engkau takkan marah.
☞ T: Ya, AKU janji.
☞ A: Knapa KAU izinkan banyak HAL BURUK t'jadi padaku hari ini?
☞ T: Apa Maksudmu?
☞ A: Aku bangun terlambat.
☞ T: Ya., Trus,
☞ A: Mobilku mogok & butuh waktu lama tuk menyala.
☞ T: Oke. Trus,
☞ A: Roti yg kupesan dibuat tak seperti pesananku, hingga kumalas memakannya.
☞ T: Hmm. Trus,
☞ A: Dijalan pulang, HPku tiba2 mati saat aku b'bicara bisnis besar.
☞ T: Benar. Trus,
☞ A: Dan akhirnya, saat kusampai rumah, aku hanya ingin sedikit b'santai dg mesin pijat refleksi yg baru kubeli, tapi MATI! Knapa Tak ada yg LANCAR hari ini?
☞ T: Biar KUperjelas HambaKU, ada malaikat kematian pagi tadi, dan AKU mengirimkan malaikatKU tuk b'perang melawannya agar tak ada hal buruk t'jadi padamu. KUbiarkan terTIDUR disaat itu.
☞ A: Oh, tapi...
☞ T: AKU tak biarkan mobilmu menyala TEPAT WAKTU karna ada pengemudi mabuk lewat didepan jalan & akan MENABRAKmu.
☞ A: (merunduk)
☞ T: Pembuat burgermu sedang sakit, AKU tak ingin kau tertular, oleh karenanya KUbuatnya salah bekerja.
☞ A: (tarik nafas)
☞ T: HPmu KUbuat mati karna mereka PENIPU, KUtak mungkin biarkanmu tertipu. Lagipula kan kacaukan KONSENTRASImu dlm mengemudi bila ada yg menghubungimu kala HP menyala.
☞ A: (mataku berkaca-kaca) aku mengerti Tuhan
☞ T: Soal mesin pijat refleksi, KUtau kau blm sempat beli voucher listrik, bila mesin itu nyalakan maka ambil banyak listrikmu, KU yakin kamu tak ingin berada dlm kegelapan.
☞ A: (menangis tersedu) Maafkanku Tuhan.
☞ T: Tak apa, tak perlu meminta maaf. Belajarlah tuk percaya PADAKU.
RencanaKU padamu lebih baik dari rencanamu sendiri.
Yakinlah bahwa Tuhan selalu baik
Yakinlah sgala Usahamu PASTI Sampai
Belajarlah tuk slalu bersyukur atas APAPUN yg terjadi,
Karna Smua Kan INDAH Pada Waktunya.

Sumber: kaskus

Senin, 07 Mei 2012 - , , , 0 komentar

Cara Hentikan Kebiasaan Membandingkan Diri dengan Orang Lain


Membandingkan sudah menjadi sifat dasar manusia. Walau bisa bantu mengevaluasi diri, tapi tak jarang kebiasaan itu berujung dengan rasa iri dan dengki. 


Oleh karena itu, cobalah untuk berhenti membandingkan dan mulailah menghargai diri sendiri serta orang lain. Berikut ini cara menghentikan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, seperti yang dikutip dari Huffingtonpost.



1. Apakah Anda mempunyai orang yang selalu membuat iri? Misalnya, partner kerja, atasan, atau teman dekat. Jika ya, cobalah mengubah rasa iri tersebut menjadi motivasi untuk diri sendiri. Jadikan orang-orang tersebut sebagai latihan untuk menghadapi sikap orang lain.



2. Menghilangkan kebiasaan membandingkan memang tak mudah. Diperlukan kerendahan hati yang begitu besar. Oleh karena itu, cobalah ubah pola pikir Anda dengan tidak selalu merasa kurang. Geser pola pikir Anda dengan berkonsentrasi pada apa yang telah dimiliki dan membuat Anda bahagia.



3. Berikan pada orang lain apa yang Anda harapkan darinya. Apabila Anda ingin orang lain menghargai Anda, cobalah belajar untuk menghargainya terlebih dulu. Begitu juga, jika Anda ingin dicintai, berikan cinta juga. Ingat, apa yang Anda tanam itulah yang Anda tuai.



4. Pelajari hal positif dari orang yang buat Anda iri. Singkirkan pikiran bahwa Anda 'kurang', dan lakukan perbaikan diri. Mengutip dari perkataan Yoko Ono --janda John Lennon-- yang mengatakan," Ubah kecemburuan menjadi kekaguman, dan apa yang Anda kagumi menjadi bagian dari hidup Anda."



5. Berikan doa baik kepada orang yang membuat Anda iri. Mungkin terdengar klise, tapi hal ini bisa bantu Anda mengubah energi negatif menjadi lebih positif.




Sumber : wolipop
Sabtu, 07 Januari 2012 - , , , , , 1 komentar

Terimalah Kenyataan Bahwa Hidup Ini Memang Tidak Adil


“Siapa bilang hidup ini akan adil, atau apakah hidup ini harus adil?” Hidup ini tidak adil. Hidup ini tidak menyenangkan, tetapi hidup ini nyata. Ironisnya, menyadari fakta-fakta yang ada ini dapat sangat memberikan wawasan yang membebaskan.

Salah satu kesalahan yang sering kita lakukan adalah merasa kasihan pada diri kita sendiri, atau kasihan pada orang lain, berpikir bahwa hidup ini seharusnya adil, atau suatu hari nanti hidup ini pasti adil. Tidak benar begitu dan tidak akan begitu. Bila kita melakukan kesalahan ini, kita cenderung menghabiskan waktu kita berkubang dan atau mengeluh tentang apa yang salah dengan hidup ini. Kita kasihan pada orang lain, mendiskusikan ketidakadilan hidup. “Tak adil,” kita mengeluh, tidak menyadari, mungkin, hidup ini bakal begitu terus.

Salah satu hal yang baik bila kita melepaskan pikiran bahwa hidup ini tidak adil adalah kita terhindar dari mengasihani diri kita karena dengan demikian kita mendorong diri kita berusaha sebaik mungkin dengan apa yang kita miliki. Kita tau bahwa bukan “tugas hidup” untuk membuat segalanya sempurna, ini tantangan kita. Melepaskan pikiran ini juga membuat kita terhindar dari mengasihani orang lain karena kita sadar bahwa orang lain memiliki suratan tangan masing-masing, dan setiap orang memiliki kekuatan dan tantangan yang tak sama dengan orang lain.

Fakta bahwa hidup ini tidak adil bukanlah berarti kita sebaiknya tidak mengerahkan kemampuan kita untuk memperbaiki kehidupan kita dan dunia ini pada umumnya. Sebaliknya, karena itulah sebaiknya melakukannya. Bila kita tidak menyadari atau mengakui bahwa hidup ini tidak adil, kita cenderung untuk jatuh kasihan pada orang lain dan diri kita sendiri. Rasa kasihan, tentu saja, adalah emosi yang melemahkan yang tak bermanfaat bagi setiap orang, kecuali membuat orang merasa lebih buruk daripada sebelumnya. Bila kita benar-benar menyadari bahwa hidup ini tidak adil, kita merasa peduli pada orang lain dan diri kita sendiri. Dan rasa peduli adalah emosi yang tulus yang mengirimkan kebaikan yang penuh kasih untuk setiap orang yang disentuhnya.


 ≧°◡°≦


Taken from : Don't Sweat The Small Stuff - Richard Carlson, Ph.D.

Belajarlah untuk Hidup di Masa Sekarang


Ukuran ketenangan pikiran kita ditentukan oleh seberapa jauh kita mampu hidup di saat sekarang. Terlepas dari apa yang akan terjadi kemarin atau tahun lalu, dan apa yang bisa atau tidak bisa terjadi esok hari, saat sekarang adalah tempat di mana kita berada – selalu!

Tak perlu dipertanyakan lagi, sebagian besar di antara kita menguasai seni neurotic menyia-nyiakan hidup, cemas akan segala macam hal – sekaligus. Kita membiarkan problem masa lalu dan persoalan masa depan mendominasi masa sekarang kita, begitu parahnya sehingga kita menjadi cemas, frustasi, depresi, dan putus asa. Selain itu, kita juga menunda kegembiraan, prioritas, dan kebahagiaan, sering kali dengan meyakinkan diri kita sendiri bahwa “suatu saat” pasti keadaan kita akan lebih baik daripada hari ini. Sayangnya, dinamika mental yang sama yang mengatakan kepada kita untuk selalu melihat ke masa depan hanya akan mengulanginya sehingga “suatu saat nanti” tak akan pernah tiba. John Lennon pernah berkata, “Hidup adalah apa yang terjadi ketika kita sedang sibuk membuat rencana lain.” Ketika kita sibuk membuat “rencana lain”, orang-orang yang kita cintai pergi dan menjadi tua, tubuh kita kehilangan bentuk, dan impian-impian kita berlalu. Singkatnya, kita mengalami kerugian dalam hidup kita.

Banyak orang yang menjalani hidup seolah-olah hidup adalah gladi resik suatu pagelaran yang akan ditayangkan nanti. Bukan itu. Kenyataannya, tak ada yang dapat menjamin bahwa ada orang yang akan menghadirinya besok, saat ini adalah satu-satunya waktu yang kita miliki, dan satu-satunya waktu yang dapat kita kendalikan. Bila perhatian kita adalah pada saat ini, kita dapat mengusir rasa takut dadri pikiran kita. Rasa takut adalah rasa prihatin kita akan apa yang terjadi di masa depan – kita nanti tidak akan punya uang, anak-anak kita akan susah, kita akan jadi tua dan mati, dan sebagainya.
Untuk memerangi rasa takut, strategi yang terbaik adalah membawa perhatian kita kembali ke masa kini. Mark Twain berkata, “Saya pernah mengalami masa-masa yang sangat buruk dalam hidup saya, beberapa yang sangat buruk itu kebetulan saja terjadi.”

≧°◡°≦


Taken from : Don't Sweat The Small Stuff - Richard Carlson, Ph.D.




Hilangkan Pikiran Bahwa Orang yang Santai dan Lemah Lembut Tidak Dapat Meraih Prestasi Tinggi


Salah satu alas an utama mengapa kebanyakan dari kita selalu tergesa-gesa, cemas, dan bersikap kompetitif, serta menjalani kehidupan seolah-olah dalam keadaan darurat, adalah kita takut bahwa bila kita menjadi orang yang lebih tenang dan lemah lembut, kita tak bisa lagi mencapai sasaran kita. Kita akan menjadi malas dan bodoh.
Kita dapat menghilangkan ketakutan ini dengan menyadari bahwa pada kenyataannya yang terjadi adalah hal sebaliknya. Ketakutan dan pikiran kalut membutuhkan energy yang luar biasa besar dan menghilangkan kreativitas dan motivasi dari hidup kita. Bila kita penuh kecemasan dan kekalutan, secara harfiah kita kehilangan potensi terbesar diri kita, belum lagi hilangnya kenikmatan hidup. Setiap sukses adalah “meskipun kita takut”, bukan “karena kita takut”.
Bila kita memiliki apa yang kita inginkan (ketenangan batin), kita tidak akan terlalu di ganggu oleh keinginan, kebutuhan, impian, dan masalah kita. Jadi, kita akan lebih mudah berkonsentrasi, meraih tujuan, dan memberikannya kepada orang lain.


≧°◡°≦


Taken from : Don't Sweat The Small Stuff - Richard Carlson, Ph.D.

Jumat, 06 Januari 2012 - , , , , , , , 0 komentar

Berdamailah Dengan Ketidaksempurnaan


Saya belum pernah menjumpai seorang perfectionis yang hidupnya tenteram. Kebutuhan untuk menjadi sempurna dan keinginan untuk mendapatkan ketenangan batin merupakan dua hal yang bertentangan. Bila kita terikat untuk mendapatkan sesuatu dengan cara tertentu, bukannya menerima yang sudah ada, artinya kita sudah kalah dalam pertempuran. Bukannya merasa puas dan bersyukur atas apa yang kita miliki, kita terpaku pada apa yang masih kurang dan dorongan untuk memperolehnya. Bila kita selalu berpikir ada yang kurang, artinya kita selalu kecewa dan tidak puas.

Apakah itu berhubungan dengan diri kita sendiri – lemari pakaian yang berantakan, goresan di mobil, prestasi yang tidak sempurna, kelebihan berat badan – atau “ketidaksempurnaan” orang lain – penampilan fisik, tingkah laku, atau gaya hidup yang di jalaninya – sikap selalu meributkan ketidaksempurnaan akan menjauhkan kita dari tujuan kita untuk menjadi orang yang baik hati dan lemah lembut. Ini bukan berarti kita tidak perlu lagi berusaha dengan sebaik-baiknya, tetapi ada sisi positifnya  bila kita tidak terlalu terikat dan terpaku pada apa yang kurang dalam hidup ini. Ini masalah menyadari realita bahwa selalu ada cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu sekaligus tetap bisa menikmati atau menghargai cara yang sudah ada.

Pemecahannya adalah lepaskan diri Anda sebelum terperangkap dalam tingkah laku memaksakan sesuatu yang menurut Anda lebih baik daripada yang sudah ada. Ingatkan diri Anda bahwa hidup akan baik-baik saja seperti adanya saat ini. Segala sesuatu akan baik-baik saja tanpa penilaian Anda. Begitu Anda berhasil menghilangkan keinginginan untuk menjadi sempurna dalam segala bidang kehidupan, Anda akan menemukan keindahan dalam hidup Anda.

❀◕ ◕❀



Taken from : Don't Sweat The Small Stuff - Richard Carlson, Ph.D.



Jangan Memusingkan Hal-Hal Kecil

Sering sekali kita merisaukan hal-hal yang setelah kita amati lebih dalam, ternyata bukanlah masalah besar. kita terpaku pada masalah-masalah kecil dan terlalu membesar-besasrkannya. Contohnya, bila ada orang yang menyalip kendaraan kita -- bukannya membiarkannya dan melanjutkan urusan, kita meyakinkan diri sendiri bahwa kita berhak marah. Kita menayangkan pertengkaran imajiner di kepala kita. Banyak yang justru kemudian menceritakan kejadian ini kepada orang lain, bukan melupakannya begitu saja.

Mengapa tidak kita biarkan saja orang itu yang bisa saja malah mendapatkan kecelakaan di tempat lain? Cobalah bersimpati pada orang itu dan bayang kanlah betapa menegangkannya berada dalam keadaan tergesa-gesa. Dengan cara ini, perasaan nyaman kita tidak terganggu dan kita terhindar dari dampak masalah pribadi orang lain.

Banyak "hal-hal kecil" serupa yang terjadi setiap hari dalam hidup kita. Harus menunggu giliran, mendengarkan kritik yang tidak fair, atau harus memikul paling banyak tugas, semuanya akan sangat membebani bila kita tidak belajar untuk tidak memusingkan hal-hal kecil. Begitu banyak orang yang menghabiskan energinya untuk "memusingkan hal-hal kecil" sehingga mereka sama sekali kehilangan sentuhan akan keajaiban dan keindahan hidup ini. Bila kita berniat untuk berusaha mencapai tujuan ini, kita akan menemukan bahwa energi kita akan jauh lebih bermanfaat bila di gunakan untuk menjadi orang yang lebih baik hati dan lebih lemah lembut.
≧°◡°≦


Taken from : Don't Sweat The Small Stuff - Richard Carlson, Ph.D.
Sabtu, 10 Desember 2011 - , , , , , 0 komentar

How hard "moved on" is?

Banyak tentunya diantara kita yang ingin pergi dari kehidupan seseorang karena putus cinta ataupun karena kita memang tidak bisa memilikinya dan kita mau tidak mau harus "moved on" demi menyelamatkan kebahagiaan hidup kita. Gak mungkin dunk kita bisa bahagia kalau setiap hari hanya menangisi dan meratapi kenapa kita tidak bisa bersama dengan orang yang kita sayangi. Yang harus ditanamkan dalam hati kita adalah kita layak bahagia. Kebahagiaan hidup kita adalah hak mutlak kita dan gak boleh di intervensi oleh pihak manapun termasuk si dia.
Sebenarnya sampai detik ini pun aku masih belum totally moved on,  I've admitted it. Tetapi gimana pun juga harus tetap beranjak melangkah pergi meninggalkan dia yang tak pernah menganggapku layak. Aku sadar betul dia harus pergi. Iya, orangnya emang pergi tetapi kenangannya tentu saja tidak bisa pergi bagaimanapun aku mengusirnya. Kenangan memang tetap akan tinggal dihati dan aku harus sering ingatkan diriku untuk membuka seperlunya saja, bukan setiap hari, terus meratapi dan bilang "seandainya..". Terkadang terpikir, kenapa ya bodoh banget, nambah kebodohanku satu lagi, sebanyak apapun aku menyesalinya tentu saja gak akan kembali. Yang berlalu emang udah berlalu, harusnya lebih ku nikmati kehidupanku saat ini. Dengan menyesali dan meratapi yang telah lalu semenit saja sama artinya aku membuang kebahagiaanku hari ini 60 detik. Itu baru satu menit, nah kalo aku menangis dan meratapinya 15 menit, udah 900detik sendiri tuh kebuang sia-sia gak da guna. Kalau dalam kondisi normal, gampang-gampang saja mengalihkan perhatian, tapi kalau dalam keadaan labil, gak taulah. Yang terpenting ada niat dan usaha untuk benar-benar moved on. Sebenarnya ada kalimat yang jika ku tanyakan pada diriku sendiri bisa membuatku tenang "Apakah masalah ini merupakan masalah yang besar 1 tahun lagi?" dan quote favoritku yang sering ku ucapkan berulang-ulang jika penyakit galau ku kambuh "Don't Sweat the small stuff, it's all small stuff". Itu bukan sekedar kalimat cantik aja, karena jika ku liat ke belakang, benar juga, masalah-masalah yang dulu ku anggap berat dan besar, ternyata sekarang aku memandangnya itu hanyalah masalah sepele yang dulu aku terlalu mendramatisir. Jadi sebenarnya diriku sendiri yang membuat segalanya menjadi rumit. Perlu diingat bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan sesuatu yang tidak bisa kita tangani. Aku percaya itu. Dan setiap ujian dari-Nya adalah untuk mempertinggi derajat dan kualitas kita. Aku harus sering mengingatkan diriku kalau masih banyak bagian-bagian dari kehidupanku yang harus ku tangani, yang harus mendapat perhatian dan fokus. Intinya "moved on" memang susah di awal, tetapi jika sudah bertekad gak ada yang gak mungkin. Segalanya selalu sulit untuk memulai dan akan terlihat sangat sulit jika kita gak berani memulainya. Pernah ku baca buku,bahwa "Tersenyumlah karena seseorang di luar sana ada yang sangat tergila-gila dengan senyumanmu". Menurutku ada benarnya juga, kita tidak pernah tau kan siapa yang suka sama kita, jadi kenapa kita harus menekuk muka terus, hadapi harimu dan tersenyumlah meski menyimpan kepedihan dihati. Capek hati kalau kita hanya menyesali dan mengharapkan sesuatu yang gak pasti. Kenapa kita tidak lakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita. Yang masih sekolah/kuliah fokus ke sekolah/kuliahnya, yang udah kerja fokus ke kerjaan saja. Kita hidup gak cuman sama dia kan di dunia ini, masih ada keluarga, kerabat dan sahabat-sahabat kita. Jadi how hard moved on is depending on ourself to make first step.

- , , , , , 0 komentar

Surat Untuk Kakak.....

Dear kakak ku yang jauh di sana,
Ku sempatkan menulis ini di sela-sela kesibukanku, jadi maaf kak kalau kata-katanya kurang berkenan.
Masih ingatkah ketika kau menasehatiku untuk sesegera mungkin moved on dari lelaki yang kau bilang hanya mempermainkanku? Masih ingatkah ketika kau bilang padaku saat itu bahwa aku hanya sebagai pelarian saja dan kau memintaku untuk sesegera mungkin melangkah dan meninggalkannya?
Ketauhilah, aku sudah melakukannya kakak karena aku tau aku yang salah dan aku berhak bahagia atas hidupku sendiri :) . Tetapi ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu. Aku sedikit kecewa denganmu.Semoga saja yang terlihat tidak seperti yang sebenarnya terjadi, tetapi aku merasa dirimu melakukan hal seperti lelaki yang kau bilang itu. Kakak ku, sebelum semuanya menjadi kacau, ku harap jangan lanjutkan lagi. Taukah kau, dirimu hanya akan menyakiti ke dua wanita itu, yang tentu saja mereka sungguh-sungguh sayang sama kamu. Taukah kamu kak, meskipun dimata orang-orang perempuan yang kedua adalah yang bersalah, tetapi sebenarnya dia yang paling terluka karena dia tau dia tidak bisa memilikimu dan dia tidak bisa menghilangkan perasaannya padamu. Aku sungguh tau dan paham perasaan itu karena seperti kau tau, itu yang ku alami. Jadi kakak ku, ku harap kakak jangan lakukan hal itu. Kalaupun kakak menyayangi kedua wanita tersebut, tidak semestinya kakak membohongi yang pertama, kemudian dengan ke-egoisan kakak, kakak memberikan harapan kepada yang kedua. Aku tau kakak lebih paham dan lebih bisa bijak menyikapi perasaan kakak. Sekali lagi, aku hanya mengingatkan kakak saja, karena ku tau kakak pernah begitu sakit hati karena ditinggalkan dan lama juga bisa melupakan. Maka dari itu, ketika kakak sekarang udah dalam kondisi yang baik, jangan kakak berbuat yang bisa menyakiti mereka. Kakak harus tegas terhadap perasaan kakak sendiri. Memang tidak ada yang salah dengan perasaan kita, tetapi ketika kita udah punya pasangan dan memberikan janji kita kepadanya, jangan sekali-kali berani memberikan harapan palsu kepada yang lain. Kakak tau, karma itu ada. Jangan bilang ke aku kalau kakak udah menjalani karma itu di depan, jadi seolah-olah kakak punya piutang dengan karma yang membenarkan kakak berbuat seperti ini. Aku gak bisa terima alasan itu ya. 
Aku tau kakak, aku yakin kakak gak akan tega menyakiti wanita. Entah yang kakak lakukan sekarang ini, kakak sadar atau tidak atau cuman sekedar bercanda, tetapi tetap saja akan melukai mereka. Just stop it my brother! 
Kasihan mereka berdua kak, mereka gak pantas di perlakukan seperti itu, apapun alasannya.
Bijaklah dengan perasaan-perasaanmu, aku memang cuman bisa ngomong aja, memang sangat sulit untuk bisa bijak dengan perasaan kita. Berdamai dengan diri sendiri adalah hal tersulit di dunia ini, menurutku. Tetapi aku yakin kakak bisa!!!

sincerely,
Your Sister :)
Kamis, 17 November 2011 - , , , 0 komentar

Memanfaatkan Orang Lain?

Minggu ini memang belum sibuk, jadi ada sedikit waktu luang untuk menulis dari pada aku tuangkan di wall Facebook atau Twitter, malah bikin orang lain ilfil jadi mendingan ku tulis aja di sini. Kali ini yang ingin ku coretkan mengenai perilaku orang yang suka memanfaatkan orang lain. Gak banget deh jenis orang kayak gini. 

Terkadang gak habis fikir kenapa orang bisa melakukan sesuatu yang tentunya merugikan atopun menyakiti orang lain hanya demi kepuasan egonya saja. Apa terkena penyakit disfungsi hati nuranikah? Aku gak yakin. Terkadang kita sudah memaafkan seburuk apapun perlakuan orang lain terhadap kita karena kita tidak mau lagi terbebani dengan menyimpannya dalam hati. Tetapi hal itu sering disalah gunakan dan kemungkinan mereka berfikir kita cukup bodoh dan gak tau kalo di bodoh-bodohi. I don't think so.

Ketika kita memaafkan seseorang kita hanya tidak ingin lebih menekan dan menyalahkan diri kita ke dalam suatu kesalahan baik diri kita penyebabnya ataupun karena sebab dari yang lainnya. Satu kalimat yang aku pegang teguh "It doesn't matter if you don't respect me for what i am, I will value myself for who i am". Tidak masalah jika orang lain tidak menghormati/menghargaiku, aku akan tetap menghargai diriku sendiri. Toh orang lain hanya melihat dari luar, tidak tau pasti yang ada dalam diri kita, kepribadian kita sesungguhnya. Mereka hanya menerka-nerka saja, berdasarkan penampilan luar dan tingkah laku yg mereka hadapi. Padahal kita bisa bersikap sesuai dengan situasi dan kondisinya bukan? Orang lain terlalu mudah menghakimi kita. 

Apapun penilaian orang tidak akan mempengaruhiku, karena aku yang bertanggungjawab terhadap kehidupanku sendiri. Aku yang lebih tau tentang diriku. Semoga orang yang senang memanfaatkan orang lain demi kemenangan ego-nya sendiri segera ditunjukkan jalan dan diberikan hidayah-Nya. Amin


.:py-17102011:.

Rabu, 16 November 2011 - , , , 0 komentar

Anda ada bukan karena Kebetulan

Siang ini iseng-iseng browsing dan dapat artikel dengan judul "Anda ada bukan karena kebetulan". Sungguh menarik bila kita cerna. Bagaimana tidak, kadang kita mengeluhkan apa yang tidak kita miliki dengan membandingkan dengan yang orang lain miliki padahal belum tentu kita membutuhkannya, kita hanya menginginkannya. Dan tentu saja, semua yang diciptakan di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Seperti pepatah rumput tetangga jauh lebih hijau. Kita selayaknya bersyukur atas apa yang kita punyai bukan mengeluhkan apa yang tidak kita miliki. Dalam artikel tersebut juga memuat sebuah puisi yang liriknya sungguh apik karya Russell Kelfer seperti yang tertuang di bawah ini:


Anda adalah Anda karena suatu alasan.
Anda adalah bagian dari suatu rencana yang kompleks.
Anda adalah suatu rancangan unik yang berharga dan sempurna,
disebut lelaki atau perempuan khusus milik Dia.


Anda bertampang seperti Anda karena suatu alasan.
Dia tidak membuat kesalahan.
Dia merajut Anda menjadi satu didalam kandungan,
Anda benar-benar sesuai dengan gambaran yang ingin Dia ciptakan.


Orang-tua yang Anda miliki adalah Orang-tua yang Dia pilih,
Dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda,
Mereka dirancang dengan pertimbangan rencanaNya
Dan mereka memiliki materaiNya.


Tidak, trauma yang Anda hadapi tidaklah mudah.
Dan Dia menangis karena trauma itu begitu menyakiti Anda;
Tetapi itu diizinkanNya untuk membentuk hati Anda
Supaya Anda bertumbuh menjadi serupa denganNya.


Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda telah dibentuk dengan tongkatNya.
Anda adalah Anda, kekasih
Karena ada Dia!


Jadi perlu diingat bahwa semuanya ada bukan karena Kebetulan.
Jangan pernah putus asa dengan kondisi, keluarga, dan orang-orang disekeliling kita.
Tuhan sudah merancang Anda jauh jauh hari sebelum Anda dilahirkan kedunia ini.
Selalu semangat hadapi Dunia ini, dan selalu lakukan yang terbaik!



.: py16102011 :.

- , , , 0 komentar

Akhirnya Pecah Juga Gelas Retak itu!

Inilah yang dapat ku katakan sekarang "Akhirnya pecah juga gelas retak itu!". Awalnya aku sangat sedih, kecewa dan bermacam-macam lagi perasaan negatif menyelimutiku. Perlu beberapa hari untuk bisa menerima segala macam perasaan negatif itu. Aku memang tidak boleh mengabaikannya karena semua jenis perasaan harus diperlakukan sama, harus diterima, dirasakan tetapi jangan ambil tindakan, itu kata sahabatku yang selalu ku ingat dan ku laksanakan ketika aku mengalaminya. Tentu saja menerima dan merasakan perasaan negatif tidak semudah sewaktu kita mengalami perasaan positif. Aku harus meyakinkan diriku sendiri untuk bisa mau menerima dan merasakan perasaan itu sedikit demi sedikit. 
Sebenarnya ada beberapa hal yang perlu disyukuri dari pecahnya gelas retak ini. Aku tidak perlu lagi menyisihkan energi untuk menjaganya lagi, aku terbebas. Selain itu tentu saja, lebih baik memang ianya pecah daripada ada tapi tidak bisa digunakan. Lalu dengan kesadaran diri, ku ambil serpihan kacanya satu persatu yang biarpun melukai jari-jemariku, tetapi tetap aku bersihkan agar tiada lagi orang lain yang akan terluka karena serpihannya. Ku taruh serpihan-serpihan itu dalam suatu wadah, kemudian ku simpan di tempat yang aku bisa melihatnya agar aku selalu ingat untuk tidak mengulangi kesalahanku yang lalu. Pedih ketika melihatnya, tapi aku yakin, itu hanyalah sementara. Ku katakan pada diriku sendiri "Apakah ini merupakan masalah yang besar tahun depan?", tentu saja jawabannya "TIDAK!".
Ketika sedang berada dalam titik terendah dari gelombang, aku harus berulang-ulang mengatakan pada diriku sendiri "Jangan mempermasalahkan hal-hal kecil, semuanya hanyalah masalah kecil". 
Ku yakinkan diriku, Tuhan hanya memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Jika ingat hal ini, aku tenang. Satu hal lagi yang perlu ku pelajari dan aku harus lulus kali ini supaya tidak perlu mengulang pelajaran ini lagi adalah "Jangan Terlalu Berharap, Tetap Bersabar!". Setiap ujian yang diberikan-Nya semata-mata untuk peningkatan kualitas diri kita.Dan memang benar adanya, kalau kembali menengok beberapa tahun ke belakang, maka aku sungguh teramat bersyukur kenapa waktu itu aku harus terluka. Kita menjadi seperti adanya kita sekarang ini semata-mata bukan karena kita menjalani kehidupan dengan mulus bukan?
Intinya adalah kita harus selalu bersyukur dan bersabar atas apapun yang kita alami.Tetap melangkah dengan anggun dan tersenyum. Semuanya terjadi tentu saja dengan suatu alasan yang tentunya adalah yang terbaik bagi kita. Sekali lagi,"DON'T SWEAT THE SMALL STUFF; IT'S ALL SMALL STUFF".




.:py-10162011:.
Kamis, 27 Oktober 2011 - , , , 0 komentar

Bersahabat Dengan Emosi


Menurut kamus, emosi adalah luapan perasaan yg berkembang dan surut dlm waktu singkat.
Emosi jg berarti keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (spt kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan).
  • Tidak ada kehidupan yg sempurna dlm arti semua berjalan sesuai dgn harapan. 
  • Kehidupan ibarat bermain roller-coaster, kadang di atas kadang di bawah.
  • Ketika berada di atas emosi yg muncul adalah keceriaan & kegembiraan mungkin jg kebahagiaan.
  • Pada saat di bawah yg muncul adalah kekecewaan & penderitaan yg menyebabkan emosi tdk stabil.
  • Jika setiap kita mau memahami realita & fakta kehidupan ini, rasanya emosi tdk perlu menjadi negatif.
  • Emosi yg positif tdk perlu dipersoalkan, yg negatif yg perlu diperhatikan & ditangani dgn baik agar tdk merusak kehidupan.
  • Saat ketidaksesuaian muncul, otak akan merespons dgn negatif, saat itu energi negatif akan memunculkan emosi negatif.
  • Begitu emosi negatif mulai muncul, sadari, sadari, sadari, emosi telah muncul. 
  • Berikan waktu sejenak bertamu saat emosi datang menghampiri agar tindakan dpt dikalkulasi.
  • Diam sejenak, tarik napas & sadari kehadiran emosi. 
  • Bisikkan pd batin, ‘emosi, aku tahu kau akan meluap, tapi akibat yg kau timbulkan jg bisa merusakku.’
  • Bercakap dgn batin dlm waktu yg singkat & kilat bisa membuat emosi itu mereda. 
  • Saat emosi mereda, ia tdk akan meluap & meleleh kemana-mana.
  • Diam sejenak sungguh bermanfaat utk kesadaran kita bekerja sebelum merespons sebuah kejadian.
  • Untung & ruginya sebuah reaksi emosional bisa menjadi pertimbangan sebelum meluapkannya.
  • Memang sulit berdiam sejenak saat emosi sdg memuncak, namun jika dilatih, ia akan menjadi mudah.
  • Kesengsaraan akibat emosi yg meledak tdk terkendali sungguh dahsyat tak terperi. 
  • Napas menjadi tidak teratur, jantung berpacu dgn kencang, darah mengalir ke kepala …. 
  • ….dada terasa sesak, hidung sulit bernapas, dst. akibat emosi tak terkendali 
  • Jika kesehatan lahir & batin yg diinginkan, diamlah sejenak ketika sebuah ketidaksesuaian terjadi.
  • Tenangkan diri & katakana pada diri, ‘bukankah hidup ini memang tdk sempurna?’ 
  • Karena ketidaksempurnaan itulah ada seni kehidupan yg bisa membuat hidupku indah. 
  • Utk apa menang sesaat krn emosi namun kalah menyengat terus-menerus dlm kehidupan.
  • Utk apa meluapkan emosi yg akhirnya disesali & menghuni ruang hati bertahun-tahun. 
  • Utk apa menumbuhkan emosi negatif bila respons – berdiam sejenak – bisa dilatih. 
  • Betapa ruginya diri jika emosi terpelihara hingga relasi & rejeki menjauh. 
  • Kendalikan emosi dgn arif, niscaya kehidupan sehat, sukses & bahagia bisa diraih. 



by: DR. Ponijan Liaw
Senin, 24 Oktober 2011 - , 0 komentar

Pemulihan Jiwa - 2

  • "aku mengerti semua ini emang harus terjadi,untuk proses pematanganku..dan aku ikhlaskan"
  • 1 hal yg sangat ku kejar dalam hidup ini..yaitu untuk LEBIH mengerti, semakin mengerti semakin ikhlas, makin ikhlas makin bahagia
  • Terlalu banyak penyesalan bila dalam hidup ini hanya nurutin emosi ajah..aku harus berkuasa atasnya.
  • Ya Tuhan..tolonglah aku...kumohon...berikan aku kekuatan untuk tetap bisa tenang dan ikhlas
  • Semua terjadi seijin Tuhan..dan aku ikhlaskan..tetap percaya akan terima yang terbaik.
  • Aku ingin hidup dalam ketenangan, nggak mau terlibat dg hal-hal negatif, masa depanku tanggung jawabku.
  • Dulu pernah bisa..maka sekarangpun aku bisa lalui semua ini..aku memiliki semua kekuatan yg kubutuhkan.
  • Dan semoga hatiku menjadi semakiiiiin tenang..dan dapat kunikmati hidup ini..
  • saya pegang kendali atas perasaan saya..dan saya dapat memilih apa yang ingin saya rasakan..dan saya ingin merasa bahagia

Sumber: Timeline @Pemulihanjiwa
- , 0 komentar

Pemulihan Jiwa

  • Belakangan kalo kamu sering sensi, berarti perasaanmu lagi capek, istirahatkanlah perasaanmu.
  • Memaafkan orang yang menyakitimu adalah bukti rasa sayang tertinggi pada dirimu sendiri.
  • kamu harus kasi tahu bahwa kamu tuh lagi nggak bahagia..karena hal yang paling menyakitkan adalah saat kamu pura-pura bahagia.
  • Hemat energi perasaanmu..jangan semua mau dirasa-rasa, capek loh, lama-lama tak ada rasa, karena perasaanmu lowbat
  • katakan "saya menerima dan menghargai diri saya seutuhnya dan selalu ingin merasakan perasaan yang baik-baik saja"
  • tenangkan pikiranmu..ijinkan hatimu merasakan kedamaian dan kebahagiaan..tetaplah bersyukur
  • saat kamu merasa layak bahagia..pasti kamu akan bahagia..pantaskan dirimu untuk kebahagiaan besar
  • renungkan hidupmu..bukankah sebenarnya kamu sudah sangat beruntung?
  • Hati yang tenang membawa keberuntungan dalam hidupmu..kuasailah emosimu
  • Menemukan cinta..perasaan sayang pada diri sendiri..tak akan terluka lagi untuk hal-hal tak penting
  • tak ada perjuanganmu yang sia-sia..semua akan kembali dengan penuh makna dan hasil..percayalah
  • mengerti bahwa dirimu penting..maka kamu akan selalu merasa lebih tinggi dari masalahmu
  • sadari dirimu..sadari ketegaranmu..sebenarnya kamu tuh bisa..terkadang hanya perasaan saja yang melemahkan..
  • Seringkali penyakit di tubuh penyebab utamanya adalah ketidakikhlasan, sayangi tubuhmu..ikhlaskanlah..

Sumber: Timeline @Pemulihanjiwa

- , 0 komentar

Motivasi

  • Hidup ini susah, dan kamu mungkin ingin menyerah, tapi ingatlah: Tuhan mengasihi, Dia mendengar, dan Dia peduli bahwa kamu berarti!
  • Hidup ini singkat, berubahlah ketika kamu punya kesempatan, karena suatu saat ketika kamu ingin berubah, kamu tak punya kesempatan
  • Hanya berkata 'Aku selalu berusaha menjadi lebih baik' tak akan buatmu lebih baik, karena yang kamu butuhkan adalah tindakan nyata.
  • Berhenti mengeluh masalahmu, Tuhan mengerti apa yg tengah kamu hadapi. Karena Dia selalu bersamamu sepanjang hari. PERCAYA!
  • Berbahagialah ketika Tuhan menjawab doamu. Tapi bersyukurlah ketika Tuhan menjadikanmu jawaban atas doa orang lain.
  • Penyesalan adl apa yg kau dpt saat kau membiarkan emosimu mempengaruhi keputusanmu. -
  • Sahabat adalah mereka yg meski tak bertemu setiap hari pun berbicara sepanjang malam, tapi memiliki ruang di hati selamanya.
  • Ketika kamu berhasil, teman-temanmu akhirnya tahu siapa kamu. Ketika kamu gagal, kamu akhirnya tahu siapa sesungguhnya temanmu


Sumber: Timeline @Pepatah
- , , 0 komentar

Pemulihan Jiwa Edisi Pekerjaan



  • Kamu masih bisa kerja, amatlah beruntung, hargailah, sungguh-sungguhlah bekerja, nggak punya kerjaan tuh nggak enak.
  • Kamu nggak mungkin malas kalo kamu bisa merasa malu pada diri sendiri.
  • Sebuah rencana yang cermat adalah awal dari suatu keberhasilan.
  • Kerja keras + keterampilan yang benar di tempat yang tepat pada waktu yang tepat pula, menjadikan saya KAYA.
  • Jangan sia-siakan waktumu, kerjakan sebaik mungkin apapun yang telah dipercayakan padamu.
  •  Sukses adalah pengunaan maksimal dari seluruh kemampuan yang anda miliki.


Sumber: Timeline  @pemulihanjiwa
Selasa, 08 Februari 2011 - , , , 0 komentar

Tips Meningkatkan Motivasi Diri Pemenang

Oleh Vincent Gasperz dalam bukunya Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis, yaitu :
  1. Jangan pernah memotong sesuatu yang dapat dibuka ikatannya.
  2. Lihatlah masalah sebagai kesempatan untuk pertumbuhan dan penguasaan diri.
  3. Jadilah ahli dalam manajemen waktu.
  4. Nilailah keberhasilanmu dengan menggunakan tolok ukur seberapa banyak engkau menikmati kedamaian, kesehatan, dan kasih sayang.
  5. Jangan tunda pelaksanaan gagasan (ide-ide) yang baik. Kemungkinan ada orang lain yang baru saja memikirkannya juga. Sukses datang kepada orang yang bertindak terlebih dahulu.
  6. Berhati-hatilah terhadap orang yang mengatakan kepadamu betapa ia itu jujur.
  7. Ingatlah bahwa pemenang melakukan apa yang tidak mau dilakukan oleh pecundang.
  8. Carilah peluang, bukan rasa aman. Kapal di pelabuhan memang aman, tetapi pada waktunya bagian bawahnya akan rusak berkarat.
  9. Jalanilah hidupmu sedemikian rupa sehingga tulisan di batu nisanmu dapat berbunyi: “Tidak Ada Penyesalan”.
  10. Usahakan mencapai keunggulan, bukan kesempurnaan.
  11. Beri orang kesempatan kedua, tetapi jangan kesempatan ketiga.
  12. Belajarlah mengenali hal-hal yang tidak berkaitan, kemudian abaikan!
  13. Jangan lupa, kebutuhan emosional terbesar seseorang adalah untuk merasa dihargai.
  14. Habiskan lebih sedikit waktu untuk membahas siapa yang benar, dan lebih banyak waktu untuk membahas apa yang benar!
  15. Pekerjakan orang yang lebih pandai darimu.
  16. Jangan membakar jembatan, engkau akan heran betapa sering engkau harus menyeberangi sungai yang sama.
  17. Jagalah agar ekspektasi (harapan-harapan) tetap tinggi.
  18. Jangan gunakan waktu dan/atau kata dengan ceroboh, keduanya tidak dapat diperoleh kembali.
  19. Jadilah orang yang berani dan tabah! Sewaktu mengingat kembali kehidupan yang telah lewat, engkau akan lebih menyesali hal-hal yang tidak dilakukan, daripada hal-hal yang telah dilakukan pada masa lalu.
  20. Evaluasi prestasimu berdasarkan standarmu sendiri, bukan standar orang lain.
  21. Berusahalah untuk tetap hidup lebih berarti, dari pada hidup lebih lama.
  22. Jadilah orang yang tegas, walaupun itu berarti engkau kadang-kadang keliru.
  23. Tentukanlah sikapmu, jangan biarkan orang lain menentukannya untukmu.
  24. Lupakan Panitia! Gagasan baru yang mengubah dunia selalu datang dari satu orang yang mau bekerja sama dengan orang lain, bukan melalui upacara-upacara!
  25. Berikanlah upah yang sama untuk pekerjaan yang sama, tanpa memandang hal-hal yang lain.
  26. Jangan biarkan hartamu memilikimu!
  27. Jagalah reputasimu! Reputasi adalah modal yang paling berharga.
  28. Perbaiki prestasimu melalui memperbaiki sikap dan kemampuanmu.
  29. Kerjakan dengan benar pada kesempatan pertama.
  30. Jangan pernah meremehkan kekuatan kata atau perbuatan yang baik.
  31. Jangan takut untuk mengatakan: “Saya tidak tahu”, “Maafkan Saya”, “Saya yang membuat kesalahan itu”, “Saya memerlukan bantuan Anda”.
  32. Pikiranmu hanya dapat menyimpan satu pikiran pada satu kesempatan, oleh karena itu jadikanlah itu pikiran yang positif dan konstruktif.
  33. Jangan pernah mencabut/mematikan harapan seseorang, mungkin hanya itulah yang dimilikinya!
  34. Sesudah bekerja keras untuk mendapatkan apa yang engkau inginkan, luangkanlah waktu untuk menikmatinya!
 
Sabtu, 20 November 2010 - , , , , , , , 0 komentar

KISS (Keep It Simple Stupid)

Ternyata hidup bijak itu sederhana...Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik." Ibu menjawab: "Mengapa?"Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.". Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja




sumber :http://artikel-motivasi.blogspot.com/2007/02/kiss-keep-it-simple-stupid.html
Jumat, 19 November 2010 - , , , , 0 komentar

Manajemen Stress

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa.




sumber :http://artikel-motivasi.blogspot.com/2007/02/manajemen-stress.html