Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 Januari 2012 - , , , , , 1 komentar

Terimalah Kenyataan Bahwa Hidup Ini Memang Tidak Adil


“Siapa bilang hidup ini akan adil, atau apakah hidup ini harus adil?” Hidup ini tidak adil. Hidup ini tidak menyenangkan, tetapi hidup ini nyata. Ironisnya, menyadari fakta-fakta yang ada ini dapat sangat memberikan wawasan yang membebaskan.

Salah satu kesalahan yang sering kita lakukan adalah merasa kasihan pada diri kita sendiri, atau kasihan pada orang lain, berpikir bahwa hidup ini seharusnya adil, atau suatu hari nanti hidup ini pasti adil. Tidak benar begitu dan tidak akan begitu. Bila kita melakukan kesalahan ini, kita cenderung menghabiskan waktu kita berkubang dan atau mengeluh tentang apa yang salah dengan hidup ini. Kita kasihan pada orang lain, mendiskusikan ketidakadilan hidup. “Tak adil,” kita mengeluh, tidak menyadari, mungkin, hidup ini bakal begitu terus.

Salah satu hal yang baik bila kita melepaskan pikiran bahwa hidup ini tidak adil adalah kita terhindar dari mengasihani diri kita karena dengan demikian kita mendorong diri kita berusaha sebaik mungkin dengan apa yang kita miliki. Kita tau bahwa bukan “tugas hidup” untuk membuat segalanya sempurna, ini tantangan kita. Melepaskan pikiran ini juga membuat kita terhindar dari mengasihani orang lain karena kita sadar bahwa orang lain memiliki suratan tangan masing-masing, dan setiap orang memiliki kekuatan dan tantangan yang tak sama dengan orang lain.

Fakta bahwa hidup ini tidak adil bukanlah berarti kita sebaiknya tidak mengerahkan kemampuan kita untuk memperbaiki kehidupan kita dan dunia ini pada umumnya. Sebaliknya, karena itulah sebaiknya melakukannya. Bila kita tidak menyadari atau mengakui bahwa hidup ini tidak adil, kita cenderung untuk jatuh kasihan pada orang lain dan diri kita sendiri. Rasa kasihan, tentu saja, adalah emosi yang melemahkan yang tak bermanfaat bagi setiap orang, kecuali membuat orang merasa lebih buruk daripada sebelumnya. Bila kita benar-benar menyadari bahwa hidup ini tidak adil, kita merasa peduli pada orang lain dan diri kita sendiri. Dan rasa peduli adalah emosi yang tulus yang mengirimkan kebaikan yang penuh kasih untuk setiap orang yang disentuhnya.


 ≧°◡°≦


Taken from : Don't Sweat The Small Stuff - Richard Carlson, Ph.D.

Belajarlah untuk Hidup di Masa Sekarang


Ukuran ketenangan pikiran kita ditentukan oleh seberapa jauh kita mampu hidup di saat sekarang. Terlepas dari apa yang akan terjadi kemarin atau tahun lalu, dan apa yang bisa atau tidak bisa terjadi esok hari, saat sekarang adalah tempat di mana kita berada – selalu!

Tak perlu dipertanyakan lagi, sebagian besar di antara kita menguasai seni neurotic menyia-nyiakan hidup, cemas akan segala macam hal – sekaligus. Kita membiarkan problem masa lalu dan persoalan masa depan mendominasi masa sekarang kita, begitu parahnya sehingga kita menjadi cemas, frustasi, depresi, dan putus asa. Selain itu, kita juga menunda kegembiraan, prioritas, dan kebahagiaan, sering kali dengan meyakinkan diri kita sendiri bahwa “suatu saat” pasti keadaan kita akan lebih baik daripada hari ini. Sayangnya, dinamika mental yang sama yang mengatakan kepada kita untuk selalu melihat ke masa depan hanya akan mengulanginya sehingga “suatu saat nanti” tak akan pernah tiba. John Lennon pernah berkata, “Hidup adalah apa yang terjadi ketika kita sedang sibuk membuat rencana lain.” Ketika kita sibuk membuat “rencana lain”, orang-orang yang kita cintai pergi dan menjadi tua, tubuh kita kehilangan bentuk, dan impian-impian kita berlalu. Singkatnya, kita mengalami kerugian dalam hidup kita.

Banyak orang yang menjalani hidup seolah-olah hidup adalah gladi resik suatu pagelaran yang akan ditayangkan nanti. Bukan itu. Kenyataannya, tak ada yang dapat menjamin bahwa ada orang yang akan menghadirinya besok, saat ini adalah satu-satunya waktu yang kita miliki, dan satu-satunya waktu yang dapat kita kendalikan. Bila perhatian kita adalah pada saat ini, kita dapat mengusir rasa takut dadri pikiran kita. Rasa takut adalah rasa prihatin kita akan apa yang terjadi di masa depan – kita nanti tidak akan punya uang, anak-anak kita akan susah, kita akan jadi tua dan mati, dan sebagainya.
Untuk memerangi rasa takut, strategi yang terbaik adalah membawa perhatian kita kembali ke masa kini. Mark Twain berkata, “Saya pernah mengalami masa-masa yang sangat buruk dalam hidup saya, beberapa yang sangat buruk itu kebetulan saja terjadi.”

≧°◡°≦


Taken from : Don't Sweat The Small Stuff - Richard Carlson, Ph.D.




Hilangkan Pikiran Bahwa Orang yang Santai dan Lemah Lembut Tidak Dapat Meraih Prestasi Tinggi


Salah satu alas an utama mengapa kebanyakan dari kita selalu tergesa-gesa, cemas, dan bersikap kompetitif, serta menjalani kehidupan seolah-olah dalam keadaan darurat, adalah kita takut bahwa bila kita menjadi orang yang lebih tenang dan lemah lembut, kita tak bisa lagi mencapai sasaran kita. Kita akan menjadi malas dan bodoh.
Kita dapat menghilangkan ketakutan ini dengan menyadari bahwa pada kenyataannya yang terjadi adalah hal sebaliknya. Ketakutan dan pikiran kalut membutuhkan energy yang luar biasa besar dan menghilangkan kreativitas dan motivasi dari hidup kita. Bila kita penuh kecemasan dan kekalutan, secara harfiah kita kehilangan potensi terbesar diri kita, belum lagi hilangnya kenikmatan hidup. Setiap sukses adalah “meskipun kita takut”, bukan “karena kita takut”.
Bila kita memiliki apa yang kita inginkan (ketenangan batin), kita tidak akan terlalu di ganggu oleh keinginan, kebutuhan, impian, dan masalah kita. Jadi, kita akan lebih mudah berkonsentrasi, meraih tujuan, dan memberikannya kepada orang lain.


≧°◡°≦


Taken from : Don't Sweat The Small Stuff - Richard Carlson, Ph.D.

Jumat, 06 Januari 2012 - , , , , , , , 0 komentar

Berdamailah Dengan Ketidaksempurnaan


Saya belum pernah menjumpai seorang perfectionis yang hidupnya tenteram. Kebutuhan untuk menjadi sempurna dan keinginan untuk mendapatkan ketenangan batin merupakan dua hal yang bertentangan. Bila kita terikat untuk mendapatkan sesuatu dengan cara tertentu, bukannya menerima yang sudah ada, artinya kita sudah kalah dalam pertempuran. Bukannya merasa puas dan bersyukur atas apa yang kita miliki, kita terpaku pada apa yang masih kurang dan dorongan untuk memperolehnya. Bila kita selalu berpikir ada yang kurang, artinya kita selalu kecewa dan tidak puas.

Apakah itu berhubungan dengan diri kita sendiri – lemari pakaian yang berantakan, goresan di mobil, prestasi yang tidak sempurna, kelebihan berat badan – atau “ketidaksempurnaan” orang lain – penampilan fisik, tingkah laku, atau gaya hidup yang di jalaninya – sikap selalu meributkan ketidaksempurnaan akan menjauhkan kita dari tujuan kita untuk menjadi orang yang baik hati dan lemah lembut. Ini bukan berarti kita tidak perlu lagi berusaha dengan sebaik-baiknya, tetapi ada sisi positifnya  bila kita tidak terlalu terikat dan terpaku pada apa yang kurang dalam hidup ini. Ini masalah menyadari realita bahwa selalu ada cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu sekaligus tetap bisa menikmati atau menghargai cara yang sudah ada.

Pemecahannya adalah lepaskan diri Anda sebelum terperangkap dalam tingkah laku memaksakan sesuatu yang menurut Anda lebih baik daripada yang sudah ada. Ingatkan diri Anda bahwa hidup akan baik-baik saja seperti adanya saat ini. Segala sesuatu akan baik-baik saja tanpa penilaian Anda. Begitu Anda berhasil menghilangkan keinginginan untuk menjadi sempurna dalam segala bidang kehidupan, Anda akan menemukan keindahan dalam hidup Anda.

❀◕ ◕❀



Taken from : Don't Sweat The Small Stuff - Richard Carlson, Ph.D.



Jangan Memusingkan Hal-Hal Kecil

Sering sekali kita merisaukan hal-hal yang setelah kita amati lebih dalam, ternyata bukanlah masalah besar. kita terpaku pada masalah-masalah kecil dan terlalu membesar-besasrkannya. Contohnya, bila ada orang yang menyalip kendaraan kita -- bukannya membiarkannya dan melanjutkan urusan, kita meyakinkan diri sendiri bahwa kita berhak marah. Kita menayangkan pertengkaran imajiner di kepala kita. Banyak yang justru kemudian menceritakan kejadian ini kepada orang lain, bukan melupakannya begitu saja.

Mengapa tidak kita biarkan saja orang itu yang bisa saja malah mendapatkan kecelakaan di tempat lain? Cobalah bersimpati pada orang itu dan bayang kanlah betapa menegangkannya berada dalam keadaan tergesa-gesa. Dengan cara ini, perasaan nyaman kita tidak terganggu dan kita terhindar dari dampak masalah pribadi orang lain.

Banyak "hal-hal kecil" serupa yang terjadi setiap hari dalam hidup kita. Harus menunggu giliran, mendengarkan kritik yang tidak fair, atau harus memikul paling banyak tugas, semuanya akan sangat membebani bila kita tidak belajar untuk tidak memusingkan hal-hal kecil. Begitu banyak orang yang menghabiskan energinya untuk "memusingkan hal-hal kecil" sehingga mereka sama sekali kehilangan sentuhan akan keajaiban dan keindahan hidup ini. Bila kita berniat untuk berusaha mencapai tujuan ini, kita akan menemukan bahwa energi kita akan jauh lebih bermanfaat bila di gunakan untuk menjadi orang yang lebih baik hati dan lebih lemah lembut.
≧°◡°≦


Taken from : Don't Sweat The Small Stuff - Richard Carlson, Ph.D.
Sabtu, 10 Desember 2011 - , , , , , 0 komentar

How hard "moved on" is?

Banyak tentunya diantara kita yang ingin pergi dari kehidupan seseorang karena putus cinta ataupun karena kita memang tidak bisa memilikinya dan kita mau tidak mau harus "moved on" demi menyelamatkan kebahagiaan hidup kita. Gak mungkin dunk kita bisa bahagia kalau setiap hari hanya menangisi dan meratapi kenapa kita tidak bisa bersama dengan orang yang kita sayangi. Yang harus ditanamkan dalam hati kita adalah kita layak bahagia. Kebahagiaan hidup kita adalah hak mutlak kita dan gak boleh di intervensi oleh pihak manapun termasuk si dia.
Sebenarnya sampai detik ini pun aku masih belum totally moved on,  I've admitted it. Tetapi gimana pun juga harus tetap beranjak melangkah pergi meninggalkan dia yang tak pernah menganggapku layak. Aku sadar betul dia harus pergi. Iya, orangnya emang pergi tetapi kenangannya tentu saja tidak bisa pergi bagaimanapun aku mengusirnya. Kenangan memang tetap akan tinggal dihati dan aku harus sering ingatkan diriku untuk membuka seperlunya saja, bukan setiap hari, terus meratapi dan bilang "seandainya..". Terkadang terpikir, kenapa ya bodoh banget, nambah kebodohanku satu lagi, sebanyak apapun aku menyesalinya tentu saja gak akan kembali. Yang berlalu emang udah berlalu, harusnya lebih ku nikmati kehidupanku saat ini. Dengan menyesali dan meratapi yang telah lalu semenit saja sama artinya aku membuang kebahagiaanku hari ini 60 detik. Itu baru satu menit, nah kalo aku menangis dan meratapinya 15 menit, udah 900detik sendiri tuh kebuang sia-sia gak da guna. Kalau dalam kondisi normal, gampang-gampang saja mengalihkan perhatian, tapi kalau dalam keadaan labil, gak taulah. Yang terpenting ada niat dan usaha untuk benar-benar moved on. Sebenarnya ada kalimat yang jika ku tanyakan pada diriku sendiri bisa membuatku tenang "Apakah masalah ini merupakan masalah yang besar 1 tahun lagi?" dan quote favoritku yang sering ku ucapkan berulang-ulang jika penyakit galau ku kambuh "Don't Sweat the small stuff, it's all small stuff". Itu bukan sekedar kalimat cantik aja, karena jika ku liat ke belakang, benar juga, masalah-masalah yang dulu ku anggap berat dan besar, ternyata sekarang aku memandangnya itu hanyalah masalah sepele yang dulu aku terlalu mendramatisir. Jadi sebenarnya diriku sendiri yang membuat segalanya menjadi rumit. Perlu diingat bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan sesuatu yang tidak bisa kita tangani. Aku percaya itu. Dan setiap ujian dari-Nya adalah untuk mempertinggi derajat dan kualitas kita. Aku harus sering mengingatkan diriku kalau masih banyak bagian-bagian dari kehidupanku yang harus ku tangani, yang harus mendapat perhatian dan fokus. Intinya "moved on" memang susah di awal, tetapi jika sudah bertekad gak ada yang gak mungkin. Segalanya selalu sulit untuk memulai dan akan terlihat sangat sulit jika kita gak berani memulainya. Pernah ku baca buku,bahwa "Tersenyumlah karena seseorang di luar sana ada yang sangat tergila-gila dengan senyumanmu". Menurutku ada benarnya juga, kita tidak pernah tau kan siapa yang suka sama kita, jadi kenapa kita harus menekuk muka terus, hadapi harimu dan tersenyumlah meski menyimpan kepedihan dihati. Capek hati kalau kita hanya menyesali dan mengharapkan sesuatu yang gak pasti. Kenapa kita tidak lakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita. Yang masih sekolah/kuliah fokus ke sekolah/kuliahnya, yang udah kerja fokus ke kerjaan saja. Kita hidup gak cuman sama dia kan di dunia ini, masih ada keluarga, kerabat dan sahabat-sahabat kita. Jadi how hard moved on is depending on ourself to make first step.

Kamis, 17 November 2011 - , , , 0 komentar

Memanfaatkan Orang Lain?

Minggu ini memang belum sibuk, jadi ada sedikit waktu luang untuk menulis dari pada aku tuangkan di wall Facebook atau Twitter, malah bikin orang lain ilfil jadi mendingan ku tulis aja di sini. Kali ini yang ingin ku coretkan mengenai perilaku orang yang suka memanfaatkan orang lain. Gak banget deh jenis orang kayak gini. 

Terkadang gak habis fikir kenapa orang bisa melakukan sesuatu yang tentunya merugikan atopun menyakiti orang lain hanya demi kepuasan egonya saja. Apa terkena penyakit disfungsi hati nuranikah? Aku gak yakin. Terkadang kita sudah memaafkan seburuk apapun perlakuan orang lain terhadap kita karena kita tidak mau lagi terbebani dengan menyimpannya dalam hati. Tetapi hal itu sering disalah gunakan dan kemungkinan mereka berfikir kita cukup bodoh dan gak tau kalo di bodoh-bodohi. I don't think so.

Ketika kita memaafkan seseorang kita hanya tidak ingin lebih menekan dan menyalahkan diri kita ke dalam suatu kesalahan baik diri kita penyebabnya ataupun karena sebab dari yang lainnya. Satu kalimat yang aku pegang teguh "It doesn't matter if you don't respect me for what i am, I will value myself for who i am". Tidak masalah jika orang lain tidak menghormati/menghargaiku, aku akan tetap menghargai diriku sendiri. Toh orang lain hanya melihat dari luar, tidak tau pasti yang ada dalam diri kita, kepribadian kita sesungguhnya. Mereka hanya menerka-nerka saja, berdasarkan penampilan luar dan tingkah laku yg mereka hadapi. Padahal kita bisa bersikap sesuai dengan situasi dan kondisinya bukan? Orang lain terlalu mudah menghakimi kita. 

Apapun penilaian orang tidak akan mempengaruhiku, karena aku yang bertanggungjawab terhadap kehidupanku sendiri. Aku yang lebih tau tentang diriku. Semoga orang yang senang memanfaatkan orang lain demi kemenangan ego-nya sendiri segera ditunjukkan jalan dan diberikan hidayah-Nya. Amin


.:py-17102011:.

Rabu, 16 November 2011 - , , , 0 komentar

Anda ada bukan karena Kebetulan

Siang ini iseng-iseng browsing dan dapat artikel dengan judul "Anda ada bukan karena kebetulan". Sungguh menarik bila kita cerna. Bagaimana tidak, kadang kita mengeluhkan apa yang tidak kita miliki dengan membandingkan dengan yang orang lain miliki padahal belum tentu kita membutuhkannya, kita hanya menginginkannya. Dan tentu saja, semua yang diciptakan di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Seperti pepatah rumput tetangga jauh lebih hijau. Kita selayaknya bersyukur atas apa yang kita punyai bukan mengeluhkan apa yang tidak kita miliki. Dalam artikel tersebut juga memuat sebuah puisi yang liriknya sungguh apik karya Russell Kelfer seperti yang tertuang di bawah ini:


Anda adalah Anda karena suatu alasan.
Anda adalah bagian dari suatu rencana yang kompleks.
Anda adalah suatu rancangan unik yang berharga dan sempurna,
disebut lelaki atau perempuan khusus milik Dia.


Anda bertampang seperti Anda karena suatu alasan.
Dia tidak membuat kesalahan.
Dia merajut Anda menjadi satu didalam kandungan,
Anda benar-benar sesuai dengan gambaran yang ingin Dia ciptakan.


Orang-tua yang Anda miliki adalah Orang-tua yang Dia pilih,
Dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda,
Mereka dirancang dengan pertimbangan rencanaNya
Dan mereka memiliki materaiNya.


Tidak, trauma yang Anda hadapi tidaklah mudah.
Dan Dia menangis karena trauma itu begitu menyakiti Anda;
Tetapi itu diizinkanNya untuk membentuk hati Anda
Supaya Anda bertumbuh menjadi serupa denganNya.


Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda telah dibentuk dengan tongkatNya.
Anda adalah Anda, kekasih
Karena ada Dia!


Jadi perlu diingat bahwa semuanya ada bukan karena Kebetulan.
Jangan pernah putus asa dengan kondisi, keluarga, dan orang-orang disekeliling kita.
Tuhan sudah merancang Anda jauh jauh hari sebelum Anda dilahirkan kedunia ini.
Selalu semangat hadapi Dunia ini, dan selalu lakukan yang terbaik!



.: py16102011 :.

- , , , 0 komentar

Akhirnya Pecah Juga Gelas Retak itu!

Inilah yang dapat ku katakan sekarang "Akhirnya pecah juga gelas retak itu!". Awalnya aku sangat sedih, kecewa dan bermacam-macam lagi perasaan negatif menyelimutiku. Perlu beberapa hari untuk bisa menerima segala macam perasaan negatif itu. Aku memang tidak boleh mengabaikannya karena semua jenis perasaan harus diperlakukan sama, harus diterima, dirasakan tetapi jangan ambil tindakan, itu kata sahabatku yang selalu ku ingat dan ku laksanakan ketika aku mengalaminya. Tentu saja menerima dan merasakan perasaan negatif tidak semudah sewaktu kita mengalami perasaan positif. Aku harus meyakinkan diriku sendiri untuk bisa mau menerima dan merasakan perasaan itu sedikit demi sedikit. 
Sebenarnya ada beberapa hal yang perlu disyukuri dari pecahnya gelas retak ini. Aku tidak perlu lagi menyisihkan energi untuk menjaganya lagi, aku terbebas. Selain itu tentu saja, lebih baik memang ianya pecah daripada ada tapi tidak bisa digunakan. Lalu dengan kesadaran diri, ku ambil serpihan kacanya satu persatu yang biarpun melukai jari-jemariku, tetapi tetap aku bersihkan agar tiada lagi orang lain yang akan terluka karena serpihannya. Ku taruh serpihan-serpihan itu dalam suatu wadah, kemudian ku simpan di tempat yang aku bisa melihatnya agar aku selalu ingat untuk tidak mengulangi kesalahanku yang lalu. Pedih ketika melihatnya, tapi aku yakin, itu hanyalah sementara. Ku katakan pada diriku sendiri "Apakah ini merupakan masalah yang besar tahun depan?", tentu saja jawabannya "TIDAK!".
Ketika sedang berada dalam titik terendah dari gelombang, aku harus berulang-ulang mengatakan pada diriku sendiri "Jangan mempermasalahkan hal-hal kecil, semuanya hanyalah masalah kecil". 
Ku yakinkan diriku, Tuhan hanya memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Jika ingat hal ini, aku tenang. Satu hal lagi yang perlu ku pelajari dan aku harus lulus kali ini supaya tidak perlu mengulang pelajaran ini lagi adalah "Jangan Terlalu Berharap, Tetap Bersabar!". Setiap ujian yang diberikan-Nya semata-mata untuk peningkatan kualitas diri kita.Dan memang benar adanya, kalau kembali menengok beberapa tahun ke belakang, maka aku sungguh teramat bersyukur kenapa waktu itu aku harus terluka. Kita menjadi seperti adanya kita sekarang ini semata-mata bukan karena kita menjalani kehidupan dengan mulus bukan?
Intinya adalah kita harus selalu bersyukur dan bersabar atas apapun yang kita alami.Tetap melangkah dengan anggun dan tersenyum. Semuanya terjadi tentu saja dengan suatu alasan yang tentunya adalah yang terbaik bagi kita. Sekali lagi,"DON'T SWEAT THE SMALL STUFF; IT'S ALL SMALL STUFF".




.:py-10162011:.
Kamis, 27 Oktober 2011 - , , , 0 komentar

Bersahabat Dengan Emosi


Menurut kamus, emosi adalah luapan perasaan yg berkembang dan surut dlm waktu singkat.
Emosi jg berarti keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (spt kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan).
  • Tidak ada kehidupan yg sempurna dlm arti semua berjalan sesuai dgn harapan. 
  • Kehidupan ibarat bermain roller-coaster, kadang di atas kadang di bawah.
  • Ketika berada di atas emosi yg muncul adalah keceriaan & kegembiraan mungkin jg kebahagiaan.
  • Pada saat di bawah yg muncul adalah kekecewaan & penderitaan yg menyebabkan emosi tdk stabil.
  • Jika setiap kita mau memahami realita & fakta kehidupan ini, rasanya emosi tdk perlu menjadi negatif.
  • Emosi yg positif tdk perlu dipersoalkan, yg negatif yg perlu diperhatikan & ditangani dgn baik agar tdk merusak kehidupan.
  • Saat ketidaksesuaian muncul, otak akan merespons dgn negatif, saat itu energi negatif akan memunculkan emosi negatif.
  • Begitu emosi negatif mulai muncul, sadari, sadari, sadari, emosi telah muncul. 
  • Berikan waktu sejenak bertamu saat emosi datang menghampiri agar tindakan dpt dikalkulasi.
  • Diam sejenak, tarik napas & sadari kehadiran emosi. 
  • Bisikkan pd batin, ‘emosi, aku tahu kau akan meluap, tapi akibat yg kau timbulkan jg bisa merusakku.’
  • Bercakap dgn batin dlm waktu yg singkat & kilat bisa membuat emosi itu mereda. 
  • Saat emosi mereda, ia tdk akan meluap & meleleh kemana-mana.
  • Diam sejenak sungguh bermanfaat utk kesadaran kita bekerja sebelum merespons sebuah kejadian.
  • Untung & ruginya sebuah reaksi emosional bisa menjadi pertimbangan sebelum meluapkannya.
  • Memang sulit berdiam sejenak saat emosi sdg memuncak, namun jika dilatih, ia akan menjadi mudah.
  • Kesengsaraan akibat emosi yg meledak tdk terkendali sungguh dahsyat tak terperi. 
  • Napas menjadi tidak teratur, jantung berpacu dgn kencang, darah mengalir ke kepala …. 
  • ….dada terasa sesak, hidung sulit bernapas, dst. akibat emosi tak terkendali 
  • Jika kesehatan lahir & batin yg diinginkan, diamlah sejenak ketika sebuah ketidaksesuaian terjadi.
  • Tenangkan diri & katakana pada diri, ‘bukankah hidup ini memang tdk sempurna?’ 
  • Karena ketidaksempurnaan itulah ada seni kehidupan yg bisa membuat hidupku indah. 
  • Utk apa menang sesaat krn emosi namun kalah menyengat terus-menerus dlm kehidupan.
  • Utk apa meluapkan emosi yg akhirnya disesali & menghuni ruang hati bertahun-tahun. 
  • Utk apa menumbuhkan emosi negatif bila respons – berdiam sejenak – bisa dilatih. 
  • Betapa ruginya diri jika emosi terpelihara hingga relasi & rejeki menjauh. 
  • Kendalikan emosi dgn arif, niscaya kehidupan sehat, sukses & bahagia bisa diraih. 



by: DR. Ponijan Liaw
Jumat, 25 Februari 2011 - , , , , 0 komentar

6 daerah terlarang pria

1. Pekerjaan
Michael Gurian, penulis buku The Male Brain menyatakan lelaki kerap menempatkan profesinya sebagai suatu hal yang ‘sakral’ dan tak tersentuh oleh siapapun. Pekerjaan adalah cara pria mengekspresikan diri dan salah satu caranya untuk mengungkapkan perhatian kepada keluarga. “Jika ada seseorang, siapapun itu yang meragukan, apalagi menghina profesi yang digelutinya, biasanya pria akan bersikap defensive atau bahkan mungkin meradang,” kata Gurian. So girls jangan pernah dech menyinggung perkara yang ini. 
 


2.  Barang-barang pribadi
Bagi banyak pria, barang-barang pribadi seperti ponsel, dompet, agenda dan tas kerjanya adalah wilayah pribadi yang tidak boleh dilanggar. Meski barang-barang itu tergeletak begitu saja, Sista tidak diperkenankan mengintip isinya sebelum mendapat izin darinya. Makanya, gak heran mereka sangat menjaga barang-barang pribadinya ini. Apalagi, jika isinya berisi jejak-jejak perselingkuhan 
 

3.  Keluarga
Steve Biddulph, penulis buku Raising Boys menyatakan bahwa keluarga adalah bentuk keterikatan pria yang pertama terhadap kehidupan. Karena itu, pada umumnya seorang pria yang sejak kecil mengemban tugas sebagai pelindung oleh bagi siapapun menempatkan diri sebagai pembela keluarga. Jadi kalau tidak mau dia meradang, jangan pernah mengusik-usik wilayah ini, terutama kedekatannya dengan ibunya. Menurut Biddulph, pria memang memiliki kedekatan emosi yang lebih tinggi terhadap ibunya, ketimbang ayah. 
 


4. Koleksi
Laki-laki adalah kanak-kanak abadi!! Mungkin anggapan ini ada benarnya. Ketika kita-kita para sista sudah meninggalkan boneka Barbie, si dia masih saja anteng dengan koleksi mobil-mobilannya. Bahkan tak sedikit laki-laki yang masih menyimpan rapi koleksinya hingga mereka berumah tangga. Ia akan menganggap sista telah melanggar privasinya jika sista mencoba-coba mengutak-atik koleksinya. 
 



5. Teman-teman
Salah satu resep hubungan asmara awet menurut Allan dan Barbara Pease, penulis buku Why Men Don’t Have A Clue & Women Always Need More Shoes!, adalah jangan terlalu rewel meributkan teman hangout pasangan sista. Dia antara sesama pria terbentuk suatu hubungan mirip persaudaraan yang biasanya sulit dipahami oleh kaum Hawa. Karenanya, ketimbang bersikan nyinyir dan mengatur siapa saja kekasih boleh bergaul, lebih baik sista berusaha memenangkan cinta pasangan dengan cara mengambil hati para sahabatnya. Asal sista jangan berujung Pagar makan tanaman ya!!




6. Idealisme
Entah itu bentuk idealisme dalam memegang prinsip hidup, religi atau semata-mata kesenangan dalam melakukan sesuatu, pada dasarnya pria senang apabila orang lain mampu menghargai dirinya dan menerima sudut pandangnya. Bila Sista sedang berkencan dengan seorang yang humanis, misalnya jangan paksa dia menerima tawaran bekerja di sebuah perusahaan yang terkenal amat profit oriented dan tidak memiliki program ‘balas budi’ terhadap lingkungan, karena sista akan dianggap ikut campur urusannya.
 


















Selasa, 08 Februari 2011 - , , , 0 komentar

Ciri-ciri Seorang Psikopat

DOKTOR John Clarke, doktor di bidang psikologi dari University of Sydney, Australia, yang bertahun-tahun menjadi psikolog kriminal,

mengingat hari di saat dia seketika itu sadar bahwa mungkin ada sejumlah psikopat di jutaan kantor di seluruh dunia. “Saya sedang menyampaikan kuliah psikologi kejahatan dan memberikan daftar ciri psikopat. Setelah selesai, seorang perempuan menghampiri dan berkata “Anda baru saja menggambarkan bos saya,” katanya kepada kantor berita Jerman (DPA).

Clarke juga penulis buku The Pocket Pscyho yang berisikan panduan singkat bagaimana melindungi diri dari psikopat organisasional menyatakan bahwa psikopat tidak hanya ada di penjara, di ruang sidang pengadilan, atau pada kisah thriller. Psikopat, baik laki-laki maupun perempuan, sedang berencana licik di tempat kerja, di seluruh dunia. Penelitian menyatakan bahwa satu persen populasi orang dewasa yang bekerja adalah psikopat di tempat kenanya. Psikopat seperti itu ada di kantor besar maupun kecil, dia ada di ruang rapat dewan maupun di lantai-lantai toko.

Para psikopat bersembunyi melalui berbohong, mencurangi, mencuri, memanipulasi, mengorbankan, dan menghancurkan rekan kerja. Semuanya dilakukan tanpa rasa bersalah maupun penyesalan. Lebih dalam lagi, ia menilai, mereka yang disebut organisasional psikopat, berkembang pesat di dunia bisnis, karena kezaliman dan nafsu mereka tidak saja mereka salah artikan sebagai ambisi dan keterampilan memimpin, namun juga sebagai sesuatu yang dihargai melalui promosi, bonus, dan kenaikan upah.

Psikopat tempat kerja akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan, status, dan upah yang mereka inginkan. “Mereka berpikir layaknya psikopat kriminal. Mereka berusaha sekeras- kerasnya demi mereka sendiri. Perbedaan keduanya adalah, psikopat kriminal menghancurkan korban secara fisik, sedangkan psikopat tempat kerja menghancurkan korbannya secara psikologis,” ujarnya.
Berikut ini beberapa ciri yang mungkin dapat menjadi isyarat adanya gangguan kepribadian psikopat:

1. Pada awalnya menampilkan sikap yang menarik, cenderung dibuat-buat, memesona, dan menebarkan sikap hangat. Inilah yang membuat orang mudah memercayainya, dan dengan kepercayaan itu mereka mencelakai atau menipu korbannya.

2. Beranggapan dirinya yang paling penting dan harus diistimewakan, semuanya berpusat pada dirinya, pokoknya untuk saya, pokoknya milik saya, pokoknya saya dan saya.

3. Sering memperlihatkan perlakuan yang impulsif (meledak-ledak), sulit menunda dan mengendalikan emosi. Kalau punya keinginan harus sekarang, kalau tidak akan marah atau mengamuk.

4. Hubungan pertemanan atau hubungan sosial yang singkat, sering ganti-ganti pasangan asmara atau ganti-ganti pekerjaan.

5. Sering berbohong, menipu, dan mengkhianati.

6. Kurang tanggung jawab atas perbuatannya, berani mengambil keputusan berisiko dan tidak dapat belajar dari pengalaman, selalu diulang terus, meskipun telah diberi hukuman atau peringatan.

7. Kurang mampu merasakan perasaan orang lain, tidak peduli orang lain menderita.

8.Cenderung menyalahkan orang lain untuk apa yang telah dilakukannya.

Lima tahap mendiagnosis psikopat

1. Mencocokkan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan perilaku pasien dari waktu ke waktu.

2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian.

3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.

4. Memerhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.

5. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.

Gejala-gejala psikopat

1. Sering berbohong, fasih, dan dangkal. Psikopat sering pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Sering kali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya.

2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.

3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya, ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.

4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.

5. Sikap antisosial di usia dewasa.

6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.

7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.

8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik- buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuat atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.

9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.

10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respons fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu, psikopat sering disebut dengan istilah “dingin”.

11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.

Ada perbedaan antara kepribadian psikopat dan perilaku antisosial. Perbedaan itu ditunjukkan oleh intensitasnya. Psikopat berlangsung terus- menerus, dari masa kanak-kanak hingga lanjut usia. Sedangkan perilaku antisosial hanya ditunjukkan pada momen-momen tertentu. Penderita psikopat biasanya laki-laki, tetapi tidak menutup kemungkinan diderita oleh kaum perempuan.

Banyak reaksi timbul di masyarakat akibat ketidaktahuan tentang penyembuhan psikopat. Masyarakat mencoba melindungi diri melalui hukum perundang-undangan. Di Belanda, Undang-Undang Antipsikopat diluncurkan dua kali pada abad ke-20 dan di tahun 2002. Demikian pula di Amerika Serikat, hukum antipsikopat dimulai tahun 1930-an yang ditujukan pada Sex Offenders. (Dadang Gusyana, S.Si. & Irna Safira Inayah, S.Si.)



Sumber: Kaskus
- , , , 0 komentar

Tips Meningkatkan Motivasi Diri Pemenang

Oleh Vincent Gasperz dalam bukunya Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis, yaitu :
  1. Jangan pernah memotong sesuatu yang dapat dibuka ikatannya.
  2. Lihatlah masalah sebagai kesempatan untuk pertumbuhan dan penguasaan diri.
  3. Jadilah ahli dalam manajemen waktu.
  4. Nilailah keberhasilanmu dengan menggunakan tolok ukur seberapa banyak engkau menikmati kedamaian, kesehatan, dan kasih sayang.
  5. Jangan tunda pelaksanaan gagasan (ide-ide) yang baik. Kemungkinan ada orang lain yang baru saja memikirkannya juga. Sukses datang kepada orang yang bertindak terlebih dahulu.
  6. Berhati-hatilah terhadap orang yang mengatakan kepadamu betapa ia itu jujur.
  7. Ingatlah bahwa pemenang melakukan apa yang tidak mau dilakukan oleh pecundang.
  8. Carilah peluang, bukan rasa aman. Kapal di pelabuhan memang aman, tetapi pada waktunya bagian bawahnya akan rusak berkarat.
  9. Jalanilah hidupmu sedemikian rupa sehingga tulisan di batu nisanmu dapat berbunyi: “Tidak Ada Penyesalan”.
  10. Usahakan mencapai keunggulan, bukan kesempurnaan.
  11. Beri orang kesempatan kedua, tetapi jangan kesempatan ketiga.
  12. Belajarlah mengenali hal-hal yang tidak berkaitan, kemudian abaikan!
  13. Jangan lupa, kebutuhan emosional terbesar seseorang adalah untuk merasa dihargai.
  14. Habiskan lebih sedikit waktu untuk membahas siapa yang benar, dan lebih banyak waktu untuk membahas apa yang benar!
  15. Pekerjakan orang yang lebih pandai darimu.
  16. Jangan membakar jembatan, engkau akan heran betapa sering engkau harus menyeberangi sungai yang sama.
  17. Jagalah agar ekspektasi (harapan-harapan) tetap tinggi.
  18. Jangan gunakan waktu dan/atau kata dengan ceroboh, keduanya tidak dapat diperoleh kembali.
  19. Jadilah orang yang berani dan tabah! Sewaktu mengingat kembali kehidupan yang telah lewat, engkau akan lebih menyesali hal-hal yang tidak dilakukan, daripada hal-hal yang telah dilakukan pada masa lalu.
  20. Evaluasi prestasimu berdasarkan standarmu sendiri, bukan standar orang lain.
  21. Berusahalah untuk tetap hidup lebih berarti, dari pada hidup lebih lama.
  22. Jadilah orang yang tegas, walaupun itu berarti engkau kadang-kadang keliru.
  23. Tentukanlah sikapmu, jangan biarkan orang lain menentukannya untukmu.
  24. Lupakan Panitia! Gagasan baru yang mengubah dunia selalu datang dari satu orang yang mau bekerja sama dengan orang lain, bukan melalui upacara-upacara!
  25. Berikanlah upah yang sama untuk pekerjaan yang sama, tanpa memandang hal-hal yang lain.
  26. Jangan biarkan hartamu memilikimu!
  27. Jagalah reputasimu! Reputasi adalah modal yang paling berharga.
  28. Perbaiki prestasimu melalui memperbaiki sikap dan kemampuanmu.
  29. Kerjakan dengan benar pada kesempatan pertama.
  30. Jangan pernah meremehkan kekuatan kata atau perbuatan yang baik.
  31. Jangan takut untuk mengatakan: “Saya tidak tahu”, “Maafkan Saya”, “Saya yang membuat kesalahan itu”, “Saya memerlukan bantuan Anda”.
  32. Pikiranmu hanya dapat menyimpan satu pikiran pada satu kesempatan, oleh karena itu jadikanlah itu pikiran yang positif dan konstruktif.
  33. Jangan pernah mencabut/mematikan harapan seseorang, mungkin hanya itulah yang dimilikinya!
  34. Sesudah bekerja keras untuk mendapatkan apa yang engkau inginkan, luangkanlah waktu untuk menikmatinya!
 
- , , , , , 0 komentar

Sampai Kapan TTM Bisa Bertahan?

Tak semua perempuan mau berkomitmen dalam menjalani hubungan berpasangan. Pilihan ini kembali kepada pribadi yang dipengaruhi berbagai hal dalam pengalaman hidupnya. Teman tapi mesra pun kemudian menjadi pilihan dalam berhubungan. Perilaku ini bukan sekadar gaya hidup, tetapi lebih pada pilihan orang dewasa yang sudah memahami dan menerima berbagai konsekuensinya.

Kisah teman tapi mesra (TTM) dalam film No Strings Attached menggambarkan pilihan sikap ini. Adam (Ashton Kutcher) dan Emma (Natalie Portman) yang berstatus lajang memilih gaya hubungan berpasangan ini. Bukan hal yang mudah bertahan sebagai TTM yang dilarang cemburu, selalu ingin tahu, apalagi berkomitmen. Pergulatan emosi sangat mungkin terjadi dalam menjalani hubungan yang tak selamanya mudah ini. Namun, ini terjadi dalam film. Sebuah naskah yang ditulis dengan menarik, nakal, dan humoris oleh Elizabeth Meriwether. Lantas bagaimana dengan kehidupan nyata?

Rima (25, bukan nama sebenarnya), profesional muda, mengaku menikmati menjalani hubungan TTM dengan sahabat masa sekolahnya selama 10 tahun terakhir. "TTM adalah pilihan hidup seseorang, pilihan personal, tetapi risiko tanggung sendiri," katanya.
Aturannya jelas, kata Rima, tidak boleh jatuh cinta, termasuk tidak boleh cemburu, selalu ingin tahu kegiatan pasangan setiap hari, dan berbagai perilaku hubungan percintaan dengan komitmen pada umumnya.

Alasan TTM beragam, mulai  adanya kesamaan kegemaran, kedekatan yang bikin keduanya merasa klop (terutama yang berawal dari pertemanan atau persahabatan), mengusir kebosanan dari rutinitas harian, aktivitas spontan yang bikin hidup lebih berwarna, sampai berbagai kesenangan dan sensasi lain yang dinikmati pasangan TTM-an.

"Kegiatan bersama TTM kemudian menjadi kebiasaan. Selama keduanya punya waktu dan alasan kepada pasangan masing-masing," ujar Rima, yang juga menjalani kehidupan pernikahan.

Menjaga rahasia agar tak kepergokSeseorang yang menjalani hubungan TTM harus pintar menjaga rahasia dan berbagai aktivitas tersembunyinya, terutama bagi seseorang yang punya komitmen berhubungan. Kerahasiaan inilah yang menjadi pertimbangan bagi Vena (29, bukan nama sebenarnya), karyawan swasta, untuk tidak memilih terjebak dalam hubungan TTM. "Ribet kayaknya, dan takut ketahuan, ah, nantinya," katanya.

Sementara Rima punya pengalaman berbeda. Teman atau keluarga mengenal pasangan TTM-nya, tetapi sama sekali tak mencurigai hubungannya dengan pasangan TTM-nya ini. "Hanya sahabat saya dan sahabat dia yang mengetahui hubungan TTM ini," ujarnya.

Menghabiskan waktu dan uang"TTM spends time and money," ucap Rima. Bagaimanapun, hubungan TTM membutuhkan aktivitas bersama yang menuntut waktu dan biaya. Alhasil, perlu dana ekstra untuk menjalani hubungan tanpa komitmen ini. Jangan heran pengeluaran membengkak karena kebiasaan atau perilaku TTM-an seperti ini. Meski demikian, kata Rima, menjalani TTM membuat dirinya merasa memiliki sisi kehidupan lain yang bikin tambah bergairah.

Konsekuensinya, bertahan berhubungan dengan teman, mesra tetapi tanpa pernah menghadirkan cinta, atau mengakhirinya saat sudah mulai ada cinta, baik dengan berani melupakan atau justru memilih berkomitmen dengannya. Kembali, ini adalah pilihan yang teramat personal.


Sumber: Kompas Female
Rabu, 12 Januari 2011 - , , , , , 0 komentar

JOMBLOlOLOGY

  JOMBLOlOLOGY adalah ilmu yang membahas tentang JOMBLO. Dalam bahasa latin ‘jomblus’ artinya satu,sendiri atau single. JOMBLOlogy mempelajari sifat, kebiasaan, karakteristik, kelebihan, dan kekurangan berbagai tipe jomblo. Dimulai dari penampilan mereka dari luar sampai potensi mereka yang di dalam.
Jomblo dibagi menjadi 4 tipe dasar. Dimana kita akan membahas satu per satu ke-4 tipe tersebut, dan mungkin kita dapat melihat adanya kesamaan atau kemiripan di diri kita masing-masing.



A. Jomblus Underdogus


Yang pertama adalah jomblus underdogus, yang bisa kita sebut sebagai JOMBLO tipe-A.
Jomblo ini cenderung mempunyai nasib buruk dalam segala hal yang berhubungan dengan
perempuan. Ketika ada kesan bahwa nasibnya membaik jangan buru-buru bahagia sebab
nasib baik tersebut akan berputar arah kembali menjadi buruk. Apa yang dimiliki jomblo ini
sangat minim, baik kelebihan maupun kekurangan. Tidak ada yang terlalu menonjol dari jomblo
ini, yang menyebabkan jarang bagi lawan jenis untuk melirik/melihat.
Kunci jomblo ini dalam mencari pasangan adalah PeDe, karena hanya dengan percaya diri
yang kuat disitu terletak perjalanan cinta yang nikmat.
Karakteristik dari jomblo ini adalah:

* Penampilan pas pas-an
* Aura negatif
* Pribadi menarik
* Harga diri rendah

B. Jomblus Playboynus


Berikutnya adalah jomblus playboynus, atau kita sebut JOMBLO tipe-B. Jomblo tipe ini banyak
ditemukan di sekitar kita. Jomblo yang terlihat nasibnya jauh lebih baik dari kita dalam hal
mencari pasangan. Berbeda dengan tipe sebelumnya, jomblo ini mempunyai banyak kelebihan
terutama bagian external.
Seringkali kita bisa melihat jomblo tipe ini harus menyaring lawan jenis yang berdatangan ke
arahnya. Kelebihan jomblo ini dimulai dari penampilan fisik, kemampuan berbicara, kelihaian
dalam pendekatan wanita dan lain-lain.
Jomblo ini memilih untuk tidak mencari satu pasangan melainkan beragam pasangan.
Meskipun terlihat serba hoki dori jomblo ini tetap mempunyai kelemahan. Ketidakmampuan
jomblo ini dalam membina hubungan ‘one on one’ mungkin disebabkan karena kurangnya
pengalaman berhubungan serius.

Karakteristik jomblo ini adalah:

* Penampilan menarik
* Aura magnetik
* Jago speak-speak
* Takut terikat

C. Jomblus Misterius



Kepribadian yang tersembunyi adalah sifat jomblus misterrius yang paling
menonjol. JOMBLO tipe-C ini sangat ‘introvert’. Dari 100% yang ada di dalam pikirannya, hanya
10%-20% yang terekspresikan keluar. Jomblo ini kurang percaya diri hingga menyebabkan
banyak sekali keinginan dan tekad yang tidak terlaksanakan. Sebenarnya potensi jomblo ini
besar dan penampilan secara fisikpun tidak mengecewakan, namun jomblo ini tidak dapat
menggunakan kelebihan-kelebihannya sebagai alat komunikasi yang handal terhadap lawan
jenis.
Jomblo seperti ini cenderung menjadi pasangan yang setia karena perjuangan dan jerih
payahnya untuk mendapatkan pasangan yang dia inginkan sangat berarti, sehingga
beruntunglah untuk lawan jenis yang bisa melihat potensi jomblo yang satu ini.
Karakteristik jomblo ini adalah:

* Potensi tinggi
* Alat komunikasi lemah
* Pemburu jarak jauh
* Plin plan

D. Jomblus Ditolakterus


Sulit sebenarnya untuk menjelaskan secara detail tipe jomblus ditolaktrus
ini. JOMBLO tipe-D ini adalah tipe jomblo yang paling unik – namun bukan dalam arti positif.
Perilaku dan motivesi jomblo ini sulit untuk diperhitungkan. Banyak sekali tindakan-tindakan
yang tidak masuk akal yang dilakukan jomblo ini dalam mencari lawan jenis. Apa yang terlihat
diluar kemungkinan itu juga yang akan terlihat dari dalam. Mungkin ini satu-satunya dimana kita
bisa ‘judge the book by its cover’. Penampilannya yang kurang memadai menjadi suatu kelemahan yang mutlak dalam mencari pasangan. Namun jomblo ini tidak semuanya negatif, secara kepribadian dan sifat dasarnya jomblo ini adalah manusia yang jujur, setia dan baik hati.
Karakteristik jomblo ini adalah:

* Penampilan tidak memadai
* Invisible bagi lawan jenis
* Perilaku tidak jelas
* Lain dari yang lain
   Sumber: kaskus
Selasa, 11 Januari 2011 - , , , , 0 komentar

5 Tanda Anda Lebih Suka Melajang

Siapa sih orang yang mau melajang terus? Mungkin Anda tidak menyadari, atau tidak memercayainya, tetapi ada orang yang membiarkan dirinya terus melajang dan menikmatinya. Bagaimanapun juga, tidak semua lajang merasa tidak bahagia, atau ingin serius mencari pasangan hidup. Sebagian orang yang lain terjebak dalam kehidupan lajang tanpa tahu bagaimana keluar dari zona tersebut.Jika Anda sempat merasakan kebahagiaan saat melajang, kehidupan berpasangan terasa kurang menarik karena situasinya sangat berbeda. Banyak perempuan yang kesal karena rencana liburan bersama teman-teman perempuan batal karena teman Anda harus menemani anak yang sakit atau ada keluarga yang harus diurusi. Ini baru salah satu contoh saja.
Kebiasaan melajang ini terlalu ringan untuk dirasakan, sampai akhirnya situasi itu terlalu kuat untuk didobrak. Semakin lama Anda hidup sendiri, semakin kuat perasaan individual ini. Seberapa pun besarnya usaha Anda untuk meyakinkan diri bahwa Anda ingin membina hubungan, dorongan untuk hidup bebas tanpa ikatan tetap muncul. Anda membuat suatu rasionalisasi bahwa kehidupan berpasangan hanya mengurangi kebebasan Anda. Padahal, rasionalisasi ini diciptakan oleh pikiran Anda sendiri untuk membuat kebiasaan melajang Anda tetap berjalan.
Nah, bila Anda mengalami hal-hal di bawah ini, berarti Anda memang mulai kecanduan.

1. Merasa tak ada pria yang cukup baik untuk Anda. Anda selalu menganggap pria yang Anda kenal terlalu tua, terlalu muda, terlalu pas-pasan (gajinya), terlalu "mas-mas" (cara dandannya), terlalu cempreng (suaranya), dan lain sebagainya. Terlalu picky membuat Anda tidak bisa menemukan seseorang karena tidak ada orang yang sempurna. Namun, Anda merasa berhak bersikap picky karena bagaimanapun Anda tak boleh sembarangan menerima pinangan seorang pria.

2. Selalu tertarik pada pria beristri. Jika Anda selalu merasa bahwa satu-satunya orang yang Anda sukai adalah yang tidak memiliki masa depan dengan Anda, artinya Anda punya masalah besar. Anda tidak mungkin menginginkan cinta, tetapi mengejar orang yang tidak mampu memberikan cintanya secara utuh untuk Anda kan? Akhirnya, Anda menikmati saja status sebagai kekasih gelap pria beristri.

3. Menjadi sosialita sepanjang waktu. Anda sengaja mengisi buku agenda dengan banyak acara sosial, dan menghadirinya bersama teman-teman pria ataupun wanita. Anda berharap untuk bisa bertemu seorang pria di ajang-ajang sosial ini. Hal ini tidak akan berhasil karena jauh di lubuk hati sebenarnya Anda tidak benar-benar siap bertemu pria yang memenuhi harapan Anda.

4. Kecanduan bekerja. Kebalikan dari si sosialita tadi, jika Anda kelewat sibuk dengan pekerjaan atau bisnis Anda, Anda tidak akan menyediakan waktu untuk bersenang-senang. Ambisius, atau punya tujuan yang ingin dicapai dalam karier memang baik, tetapi banyak orang yang akhirnya membenamkan diri dalam pekerjaan untuk menghindari keintiman dari hubungan romantis.

5. Bersembunyi. Menghadiri acara-acara kencan kilat atau berkencan lewat dunia maya sebenarnya bukan pilihan para lajang. Sebab, situasinya tidak nyaman. Namun, bersosialisasi dan berkencan dengan pria-pria baru membutuhkan keberanian karena Anda harus keluar dari zona nyaman Anda. Anda tidak ingin melakukan "PR" Anda, tetapi keengganan ini juga menjadi alasan lain untuk menghindari hubungan yang nyata.

Untuk mendobrak kecanduan ini, yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah menerima kenyataan bahwa Andalah yang menciptakan problem percintaan Anda sendiri. Kemudian, tanya pada diri Anda sendiri, mengapa Anda begitu takut membina hubungan lagi. Sembuhkan lebih dulu rasa sakit hati yang membuat Anda ragu untuk memasuki hubungan romantis dan terbuka terhadap pengalaman sosial. Terakhir, bayangkan ketika Anda berada dalam hubungan yang sehat. Tidak selamanya hidup berpasangan atau berkeluarga itu tidak menggairahkan, lho.


Sumber: Kompasfemale
- , , , 0 komentar

10 Tanda Perempuan Matang

Anda melewati beberapa tahap untuk menjadi seorang wanita, dari mendapatkan mens pertama, ulang tahun ke-17, menikah, hingga akhirnya mempunyai anak. Namun, hal-hal itu ternyata sekadar penanda dari kedewasaan secara fisik. Kematangan secara mental adalah cerita lain, dan hal ini tak ada kaitannya dengan usia.

Pada usia 35 tahun, Anda boleh saja telah menikah dan mempunyai anak. Tetapi, Anda ternyata masih menerima "gaji bulanan" dari orangtua Anda. Bekerja hanya merupakan formalitas bagi Anda karena toh gajinya tak cukup memenuhi gaya hidup Anda. Namun, Anda mungkin seorang lajang berusia 30 tahun yang ternyata tak mudah tergoda oleh iming-iming gaya hidup konsumtif, atau anggapan Anda kurang "gaul" jika belum hangout di tempat-tempat baru.
Nah, bila Anda belum menyadari bahwa Anda ternyata telah menjadi perempuan matang, berikut ini adalah beberapa cirinya:

1. Bersantap adalah masalah budaya dan kebersamaan. Saat bersama teman-teman "seperjuangan", Anda tidak lagi memilih restoran fast food, melainkan rumah makan fine dining. Masalah porsi makanan tidak lagi penting untuk Anda, melainkan kualitas penyajian dan rasanya. Acara bersantap bisa berlangsung berjam-jam karena Anda senang membuka lagi cerita-cerita lucu mengenai masa lalu. Lagipula, Anda tak punya rencana untuk club hopping setelah bersantap. Yang Anda inginkan setelah makan adalah pulang ke rumah, di mana Anda bisa leyeh-leyeh di tempat tidur sambil nonton televisi.

2. Anda merasa tak harus mengikuti tren. Tren berlalu begitu cepat di Indonesia, tetapi Anda merasa tidak harus mengikutinya. Anda kagum dengan gaya beachy hair-nya Gisele Bundchen, tapi tidak memaksakan diri untuk memanjangkan rambut karena merasa tak cocok untuk gaya Anda secara keseluruhan. Anda membeli sepatu atau pakaian model terbaru hanya jika sesuai dengan bentuk tubuh Anda. Anda juga tidak tergoda membeli gadget terbaru hanya supaya tidak dibilang ketinggalan zaman.

3. Anda berbelanja sendiri. Perempuan umumnya senang melakukan hal-hal secara berkelompok, dari makan hingga urusan ke toilet. Namun, ketika Anda tidak lagi membutuhkan teman perempuan untuk memberi pendapat mengenai model pakaian, atau mengambilkan celana panjang dengan nomor yang lebih besar sementara Anda menunggu di fitting room, tandanya Anda perempuan matang. Seluruh aspek dari belanja itu menjadi hak pribadi Anda sendiri. Dari masuk ke toko, memilih yang Anda suka, hingga menyesali belakangan karena ternyata tak ada rok bawahan yang cocok untuk atasan yang Anda beli.

4. Narasumber dalam acara-acara berita ternyata seumuran dengan Anda. Inilah yang paling mengganggu. Dalam bayangan Anda, narasumber pastilah orang yang reputasinya sangat bisa dipertanggungjawabkan, dan hal ini terlihat dari pendidikan dan pengalamannya. Mereka tidak berbicara mengenai musik atau sinetron, melainkan mengenai pendidikan, kesehatan, atau sastra. Ternyata, banyak di antara mereka yang satu angkatan dengan Anda di kampus.
5. Begitu pula dengan dokter kandungan Anda. Ternyata usia mereka tak beda jauh dengan usia kakak Anda. Beberapa di antara mereka adalah mantan kakak kelas, dan mereka pernah berpraktik selama beberapa tahun di luar negeri. Meskipun wajah mereka terlihat masih muda, ternyata mereka sudah beranak tiga. 

6. Anda bergabung dengan Team Facinelli. Perempuan muda umumnya memilih bergabung dalam Team Edward, atau Team Jacob, dua sosok vampir dalam film Twilight yang diperani Robert Pattinson dan Taylor Lautner. Namun, Anda menganggap dua bocah itu terlalu imut, dan lebih mengagumi sosok Dr Carlisle Cullen, ayah Edward, yang dibintangi Peter Facinelli. Anda lebih terpesona pada kebijaksanaan dan kecerdasannya.

7. Segala sesuatu terasa begitu mengganggu. Anda merasa Superman Is Dead itu sungguh berisik dan mengganggu. Orang yang melangkahi kursi bioskop di barisan Anda tanpa permisi, atau para pengendara yang saling serobot di jalanan membuat Anda terusik dan stres. Anda juga jadi lebih sering komplain saat berada di restoran atau di toko.

8. Semua orang rasanya lebih muda. Hal ini merupakan sinyal pertama bagi Anda. Ketika ada pegawai baru di kantor, Anda terkejut ketika menyadari usianya baru 23 tahun (meskipun penampilannya seperti sudah 30 tahun). Lalu, Anda akan mengatakan hal seperti ini, "Ha? Kamu baru umur 23?" Saat membaca profil para selebriti, Anda juga terheran-heran mengapa semuanya lahir di tahun 1980-an.
9. Banyak yang tak tahu siapa Kim Basinger atau Gloria Estefan. Mereka menganggap Ari Wibowo sudah tua, dan mengira Richard Gere sudah kakek-kakek. Atau, mengira Johnny Depp baru ngetop setelah main di film Pirates of the Caribbean. Hal ini sering terjadi, dan Anda masih terkaget-kaget mendengarnya.
10. Anda tak mementingkan lagi penampilan pada sosok pria. Tentu, Anda masih sering melirik pria ganteng yang berpapasan dengan Anda di mal. Tetapi, hal itu hanya memuaskan mata Anda saja. Hati Anda akan tertambat pada pria yang memperlakukan Anda dengan penuh respek, tidak lari ketika ada masalah, atau menghargai "me time" Anda.


Sumber: Kompasfemale
- , , , , 0 komentar

10 Hal tentang Pria Idaman Wanita

Seperti apa bayangan pria idaman di benak Anda? Apakah hanya dari segi fisik? Rasanya tidak mungkin. Ada faktor-faktor lain yang dinilai perempuan dalam sosok pria idaman. Situs askmen.com sempat melakukan survei untuk mencari tahu faktor-faktor pria seperti apa yang menjadi idaman para wanita. Mau tahu apa hasil pencarian mereka? Samakah dengan apa yang ada dalam benak Anda? Mereka berusaha mengintip isi pikiran kita, mari kita intip lagi apakah daftar yang mereka punya sudah sesuai dengan pikiran kita.

10. Kecerdasan
Sadarkah Anda, saat ada pria yang cerdas dan tidak sombong, kita akan melihat ia sebagai seseorang yang sangat charming meski penampilannya tidak ikut tren sekalipun? Seorang rekan Kompas Female bahkan sempat tergelitik dan tersenyum-senyum saat mendengar seorang pria yang ia sukai berbicara menggunakan bahasa asing. Teman lain lagi malah jatuh cinta kepada suaminya karena pengetahuan si suami yang begitu banyak tentang sejarah kota-kota di dunia. Tentu, seorang pria terlihat lebih menarik jika ia bisa mengutarakan kecerdasannya dengan cara yang rendah hati, tidak sombong, dan bukan merendahkan orang lain.

9. Tantangan
Menurut situs askmen.com, wanita ternyata juga suka akan tantangan. Tak semua wanita suka dikejar-kejar. Kadang perempuan pun akan merasa tertarik kepada pria yang sedikit jual mahal. Hm, sama seperti pria yang juga suka wanita yang sedikit jual mahal, ya?

8. Perhatian
Yang ini sudah jelas. Perempuan sangat suka perhatian dari pria. Bahkan, menurut askmen.com, perempuan yang diberikan perhatian, seperti kata-kata bahwa ia tak suka Anda pergi dengan pria lain saja sudah cukup membuat Anda merasa diperhatikan. Meski hadiah-hadiah lucu juga akan membuat Anda merasa amat diperhatikan. Plus, perempuan suka ketika seorang pria memerhatikan detail kecil dalam dirinya, seperti perubahan dalam dandanan, baju yang baru Anda pakai, dan lainnya. Menurut mereka, pujian akan hal-hal kecil ini merupakan bentuk perhatian yang lebih menyenangkan ketimbang harus mendengar perempuan mengomel seharian. Hm....

7. Kedermawanan

Konon, ini merupakan salah satu cara lain pria membuat wanita tertarik (selain ketulusan hatinya). Perempuan-perempuan cantik tentu dengan sangat mudah mendapatkan apa yang ia mau dari pria mana pun. Jadi, mereka akan berusaha kreatif. Tidak dengan membanjiri perempuan cantik yang ia suka dengan hadiah, tetapi menunjukkan kedermawanan. Ternyata, kedermawanan seorang pria terhadap orang yang kurang beruntung bisa jadi daya tarik yang cukup besar. Bagi pria, jika ia mengajak Anda melakukan aktivitas sosial semacam ini tak hanya membuat Anda jatuh cinta, tetapi sekaligus membantu orang lain.

6. Jago dalam aktivitas percintaan
Tak cuma pria, wanita juga suka aktivitas percintaan. Wanita akan merasa ketergantungan pada pria yang jago dalam urusan percintaan, yang membuat mereka bisa merasa melayang, dan mengajar mereka untuk merasa sangat luar biasa. Jadi, tak heran kalau di kamarnya Anda menemukan buku-buku tentang cara memuaskan wanita. Atau ketika Anda sedang meminjam laptopnya, di kolom search engine muncul keyword seputar cara memuaskan wanita, atau cara berciuman yang benar, atau mungkin cara memanjakan wanita.

5. Romansa
Siapa yang mau berada dalam hubungan yang hambar. Sebatas ada di sisi seseorang saja tidak cukup. Anda butuh keintiman, konektivitas, ada untuk satu sama lain secara utuh, baik fisik maupun psikologis. Bisa ada untuk satu sama lain dan bisa saling berkomunikasi dalam segala lapisan. Mengerti Anda dan kesukaan Anda. Tidak malu untuk mengungkapkan isi hatinya dalam bentuk yang mungkin dinilai norak olehnya sekalipun, seperti membuatkan lirik lagu, atau puisi, atau hal-hal lainnya. Hm, menyenangkan, ya?

4. Dominasi
Semandiri apa pun seorang wanita, ia akan merasa lebih nyaman dan aman jika ia tahu pasangannya bisa dipercaya dan cukup kokoh untuk ia sandari. Tanpa disadari, wanita ternyata memiliki ketertarikan terhadap pria yang sedikit dominan. Wanita ternyata akan merasa tertarik kepada pria yang tahu apa yang ia inginkan dan tidak ragu untuk mengejarnya. Namun, tentu dominasi yang dimaksud bukan tipe yang asertif dan membuat si wanita merasa terintimidasi atau tak nyaman, atau yang melewati batas si wanita. Tetapi, lebih pada dominasi dalam hal gairah dan tujuan hidup, bukan posesivitas.

3. Berkelas
Ternyata, perempuan juga merasa tertarik kepada pria yang memiliki nilai berkelas dalam hal-hal kultural, seni, etiket, film, musik, makanan, atau hal-hal lainnya tanpa terlihat membosankan.

2. Humor
Humor yang senada adalah salah satu hal penting dalam hubungan. Dalam situs askmen.com, humor merupakan salah satu kunci untuk menarik perhatian seorang perempuan dan memperbaiki kesalahan saat sudah menjadi kekasih si wanita incaran. Saran yang diutarakan situs itu kepada para pria adalah dengan menjaga humor yang sedikit pedas, sedikit sombong, dan sedikit percaya diri yang menarik, seperti gaya Pierce Brosnan dalam film The Thomas Crown Affair atau Tom Cruise dalam film Top Gun. Konon kata mereka, humor seperti ini membuat perempuan gemas.

1. Seru

Siapa sih yang senang duduk diam berdampingan selama berjam-jam. Ternyata, menurut survei yang dilakukan situs askmen.com itu, posisi pertama yang dicari dalam sosok pria yang menjadi idaman adalah pria yang seru, suka hal-hal penuh petualangan, tidak biasa, dan menyenangkan. Sebab, menurut mereka, pria yang senang hal-hal seru semacam ini bisa menciptakan suasana baru dan tidak terpaku pada rutinitas membosankan. Ternyata, menurut survei itu, wanita suka sesuatu yang menggugah perasaan mendebarkan dan baru. Sesuatu yang terlalu terpaku dan monoton membuat wanita bosan.

Hm, ternyata uang dan ketenaran tidak menempati 10 hal terutama yang dicari perempuan dalam sosok laki-laki idaman. Ada hal-hal lain tentang pria idaman yang tak ada di dalam sini dan menurut Anda cukup penting, tetapi mereka lupa masukkan?

Sumber: Kompas female
Kamis, 06 Januari 2011 - , , , , , , 0 komentar

Mengatasi Genitnya Anak di Facebook

Media jejaring sosial, terutama Facebook, semakin akrab dengan segala kalangan, termasuk anak dan remaja. Coba simak saja ungkapan perasaan atau kata-kata yang ditulisakan oleh anak, keponakan, atau adik remaja Anda di Facebook.
Anda akan menemukan dunia anak dan remaja yang begitu "genit" dan kadang tak pernah Anda kira sebelumnya. Orangtua perlu lebih bijak menanggapi kondisi ini, agar mampu menguasai diri dari rasa cemas dan khawatir berlebihan.

Tak salah jika dikatakan, Facebook di Indonesia menjadi fenomena. Data menunjukkan, Indonesia menjadi negara penyumbang akun Facebook ketiga terbesar, setelah AS dan Inggris. Peringkat ini meningkat tajam, karena pada 2009 lalu Indonesia masih berada di peringkat tujuh di dunia. Laporan Kontan menuliskan, Agustus 2010 lalu akun Facebook di Indonesia berjumlah 26 juta.

Bagaimanapun, jangan dulu memandang negatif genitnya Facebook yang sukses mengambil hati anak Anda. Jejaring sosial tetap ada positifnya. Meski banyak orangtua yang mulai resah karena mendapati anaknya mulai berkencan melalui Facebook.
Kuncinya, orangtua tetap perlu bijaksana dan tidak mudah terlalu curiga atau mencemaskan anak-anaknya. Ini karena rasanya hampir mustahil bagi orangtua melarang anak mengakses Facebook..
"Manfaat Facebook sebenarnya cukup banyak bila digunakan untuk hal positif. Kata kunci untuk mengendalikan anak-anak adalah dengan mengalihkan perhatian mereka," papar Rienny Hassan, pengasuh rubrik psikologi Tabloid Nova seperti dikutip Warta Klub Nova.
Mengapa demam Facebook menjadi fenomena kalangan anak dan remaja?
Rienny menjelaskan, anak usia praremaja dan remaja punya kebutuhan besar untuk mengidentifikasikan diri dengan segala hal yang lekat dengan atribut "keremajaan". "Yang teman-temannya lakukan, terasa wajib ia lakukan pula," tambahnya.

Facebook menjadi wadah berekspresi yang digemari anak pemalu. Mereka mendapatkan kompensasi luar biasa dari kontak sosial di dunia maya, karena tanpa bertatap muka, obrolan bisa mengalir lancar. Efeknya, kata Rienny, "cinta maya" mudah sekali bersemi dan menjadi prioritas utama. Kisah cinta di dunia maya ini menggeser kesenangan lain yang lebih sehat dan mendewasakan dalam konteks dunia nyata.

Orangtua menjadi teladan nyata
Menurut Rienny, fenomena Facebook berakar dari pencarian jati diri, di tempat yang salah, pada waktu yang salah, pada orang yang salah. Orangtua perlu menjadi teladan bagi anak agar anak punya keinginan dan aspirasi.

Anak perlu ditanamkan kematangan perilaku untuk lebih menghargai dan peduli pada kenyamanan orang lain. Dengan begitu anak mampu berhenti sejenak memikirkan diri sendiri dan punya keinginan menyenangkan hati orangtua atau orang lain di sekitarnya.
Tanpa kematangan seperti ini, egoisme anak akan tumbuh subur. Dampaknya, anak akan cuek, tetap mempertahankan perilaku dan kebiasaan yang membuat orangtua atau orang lain di sekitarnya tak nyaman.

Rienny menjelaskan, untuk mencetak anak dengan kematangan sikap, orangtua perlu meneladani kejujuran, integritas dalam menjalani hidup, yang merupakan pola ideal untuk diadopsi anak nantinya.
Dengan mengadopsi pola ideal ini, anak mampu menjalani hidup dengan keputusan bertanggung-jawab, termasuk membagi waktu untuk hal yang bermanfaat bagi dirinya.
Rasanya jika anak memiliki perilaku seperti ini, meski candu Facebook tak bisa dihindari, anak masih bisa membatasi dirinya.

Bicara dengan bahasa anak dan ciptakan hubungan nyata
Rienny mengatakan, orangtua akan tetap bijaksana dan tidak "parno" atau mudah curiga dan cemas tanpa alasan jelas, bila orangtua rajin meng-update diri dengan kemajuan teknologi.

"Orangtua perlu tahu apa itu internet, apa yang terjadi di warnet, apa rasanya ber-Facebook-an, sehingga kesenangan dan kenikmatan yang melanda anak, bisa dihayati pula," katanya.

Orangtua juga perlu menggunakan bahasa yang sama dengan anak tentang suatu hal. Cara ini akan membuat anak merasa dipercaya sehingga punya tanggung jawab untuk memelihara kepercayaan dari orangtuanya.

"Berikan juga peluang kepada anak untuk merasakan dan kemudian meyakini bahwa individu punya kebutuhan dasar untuk connected. Terhubung secara nyata dengan individu lain, melalui kontak mata, sentuhan, pelukan, dan belaian kasih dari orang yang menyayanginya," jelas Rienny.

Kesempatan berkomunikasi dan berhubungan langsung dengan anak ini perlu diciptakan orangtua agar anak tak semakin terbenam dalam dunia maya yang hanya menawarkan sentuhan semu dan bukan hubungan yang nyata.


Sumber: Kompas Female
- , , , , 0 komentar

Maksimalkan Sisa Dana 500 Ribu

Memperbaiki kondisi keuangan boleh jadi masuk dalam daftar resolusi tahun baru Anda. Namun, apa langkah nyatanya? Anda membutuhkan strategi nyata kan, bukan sekadar rencana di atas kertas. Harapannya, keuangan pribadi atau keluarga menjadi lebih baik.

Anda bisa mengadopsi saran Godo Tjahjono, SE, MSi, Praktisi Bisnis dan Keuangan Sektor Riil, kepada Rara yang ingin memaksimalkan sisa uang Rp 500.000 dari gabungan gajinya dan suami.

Rara menghitung, total penghasilannya dan suami jika dijumlah mencapai Rp 10 juta. Setelah dikurangi cicilan mobil, rumah, uang sekolah anak, transportasi, dan biaya rumah tangga, jumlah yang paling masuk akal untuk diinvestasikan hanya Rp 500.000. Sempat terpikir oleh Rara, menggunakan uang tersebut untuk membayar premi asuransi suami. Tetapi setelah dipelajari, asuransi hanya menanggung rawat inap, itu pun hanya uang sewa kamar di rumah sakit. Pilihan yang menurutnya kurang memberikan manfaat maksimal. Sementara, keinginan Rara atau juga Anda yang memiliki pengalaman serupa adalah memanfaatkan uang tersebut lebih bernilai secara maksimal.

Godo menyarankan uang Rp 500.000 per bulan dibagi separuh atau kira-kira Rp 3 juta satu tahun untuk membayar premi asuransi, separuhnya lagi untuk ditabung dalam bentuk tabungan atau emas agar dana darurat meningkat.

Prinsip pertama perencanaan keuangan, kata Godo, adalah memiliki dana darurat. Besaran dana darurat sekitar 3-7 kali pengeluaran bulanan. Usahakan juga untuk menabung secara rutin agar dana darurat yang dimiliki cukup untuk berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya kehilangan pekerjaan atau kejadian tak terduga lainnya yang memerlukan dana darurat. Selain juga menjaga jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang, atau jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.

Lebih jauh mengenai pilihan asuransi, Godo menjelaskan, jika Anda masih memiliki cicilan dan anak masih kecil, sebaiknya pikirkan asuransi yang cocok dengan kebutuhan dan kondisi keuangan. Pencari nafkah utama dalam keluarga perlu memiliki asuransi untuk menjaga kelangsungan pendapatan keluarga bila terjadi risiko. Solusinya, cari asuransi dari perusahaan terpercaya dengan nilai pertanggungan paling besar, sekalipun premi asuransi tersebut tidak kembali. Asuransi jenis ini biasanya disebut term-life.


Sumber: Kompas Female