Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Tips Lolos Psikotes

Phsicology Test/Tes Psikologi atau psikotes/psikotest sebagai bagian dalam tahapan penerimaan calon pegawai. Keunikan dari tes ini adalah pada “ketidakpastiannya”. Mengapa? Karena faktor ini dapat memutarbalikan perhitungan logis potensi seseorang. Sebagai contoh, seseorang lulusan perguruan tinggi terbaik di negeri ini dengan IPK : 3 koma dan berpengalaman sebagai asisten dosen, tidak dapat lolos dari lobang jarum ujian psikotes sehingga akhirnya harus berwirausaha karena belum pernah mampu melewati psikotes untuk diterima bekerja di sebuah perusahaan. Memang ini ironi, namun ini fakta. Psikotes memang merupakan fenomena tersendiri bagi para pelamar kerja. Oleh karena itu saya akan memberikan beberapa tips yang akan di-share berikut ini, diharapkan mampu membantu mengurangi kegagalan psikotes Anda:

1. Tes Logika Aritmatika

Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut. 

Tipsnya: 
1) jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu jangan terpaku pada 3 -4 angka terdepan dalam deret namun adakalanya anda melihat deret secara keseluruhan karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan maupun pengelompokan loncat. 
2) Ingat keterbatasan waktu. Jangan terlalu asyik dan terpaku hanya pada sebuah soal yang penasaran ingin anda pecahkan, lompati ke soal berikutnya karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya. 
3) Anda bisa melatih kemampuan anda ini dari buku-buku tes UMPTN/SPMB untuk materi deret hitung/deret ukur.

2. Tes Logika Penalaran

Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi berdasarkan pola anda tersebut.

Tipsnya: 
konsetrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk-bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau tak sama.

3. Analog Verbal Test

Tes ini biasanya terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim/antonim/analog suatu kata. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan logika anda terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan. 

Tipsnya: 
Apabila anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, anda bisa mem-bypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban. Karena beberapa kali penulis menghadapi tes in, soal yang diberikan relatif sama.


4. Kraeplien/Pauli


Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Yang diukur dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

Tipsnya : 
1) Jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis dalam tes ini melainkan pensil biasa atau pulpen saja, karena tes ini sangat terikat dengan waktu. Pensil mekanis membutuhkan di-reload ketika ujung granitnya habis, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1 detik. Apabila anda melakukan reload dalam 10 lajur berarti anda telah kehilangan waktu 5-10 detik. 
2) Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan anda memaksakan diri di awal tes namun tergopoh-gopoh di pertengahan dan akhir tes. Kendalikan diri anda untuk menghemat tenaga. 
3) Jangan sekalipun melakukan cheating terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Hal ini akan merugikan anda sendiri karena justru untuk cheating anda akan membutuhkan waktu sekian detik untuk memutuskan dan itu berarti justru membuang waktu dan memubuat grafik penjumlahan anda tidak alami. 
4) Hal yang paling penting dari keseluruhan tes kraeplein adalah konsentrasi. Terkadang anda akan merasa blank padapertengahan tes, namun anda harus bisa bangkit & fokus lagi pada tes. Untuk itu kondisi fisik sangat berpengaruh. Usahakan tidak begadang dan sarapan dahulu sebelum berangkat tes karena model tes ini sangat menyedot energi anda.

5. Wartegg Test

Tes ini terdiri atas 8 kotak yang berisi bentukan-bentukan tertentu seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Anda akan diminta menggambar kemudian menuliskan urutan gambar yang telah anda buat, lalu menuliskan nomor gambar mana paling disukai, tidak disukai, sulit dan mudah menurut anda. Yang diukur dalam tes ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek.

Tipsnya adalah: 
1) Urutan menggambar sebaiknya anda buat kombinasi antara sesuai nomor dan acak. Misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena apabila anda menggambar berdasarkan urutan 1,2,3,4,5,6,7,8 anda dipandang HRD sebagai orang yang kaku/konservatif sedangkan apabila anda menggambar secara acak misalnya 5,7,6,8,3,2,4,1 anda akan dipandang HRD sebagai orang yang terlalu kreatif, inovatif dan cenderung suka akan ‘breaking the low‘. 
2) Kalau anda bergender lelaki jangan mulai dengan nomor 5, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap orientasi seks anda. 

6. Draw A Man Test (DAM)

Tes ini mengharuskan anda untuk menggambar sesorang, untuk kemudian anda deskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut. Tes ini dipergunakan untuk mengatahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja. 

Tipsnya: 
1) Gambarlah orang tersebut secara utuh mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kaki, termasuk detil muka seperti mata, hidung, mulut dan telinga. 
2) Gambarlah orang tersebut dalam keadaan sedang melakukan aktifitas, misalnya pak tani sedang membawa cangkul, eksekutif muda sedang menenteng koper dsb.

7. Army Alpha Intelegence Test


Tes ini terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka dan deretan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumya. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan daya tangkap Anda dalam menerima dan melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat. 

Tipsnya : 
konsentrasilah kepada apa yang dikatakan narator, karena narator tidak akan mengulang instruksi tersebut dan waktu yang diberikan sangat terbatas. Sabar, jangan terburu menjawab, sebelum narator selesai memberikan instruksi.

8. Menggambar Pohon

Tes ini terdiri atas tugas untuk menggambar pohon dengan kriteria : berkambium (dicotyl), bercabang dan berbuah. Sehingga tidak diperbolehkan kepada anda menggambar pohon jenis bambu, pisang, semak belukar ataupun jenis tanaman monocotyl lainnya. 

Tipsnya : 
1) Pada setiap tes menggambar pohon yang pernah dilalui, penulis selalu menggambar pohon nangka. Karena pohon tersebut mewakili jenis tanaman dicotyl / berkambium. 
2) Walaupun anda tidak begitu pandai dalam hal menggambar, usahakan menggambar secara detil dan rinci setiap komponen dari pohon tersebut seperti tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar bahkan alur pohon. 
3) Untuk hasil yang lebih maksimal, fotolah pohon tersebut, pelajari karakter jenis pohonnya, kemudian latihlah kemampuan menggambar anda dengan mengacu pada foto tersebut.

 9. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

Tes ini terdiri atas pilihan-pilhan jawaban yang paling mencerminkan diri anda. Tes ini dipergunakan untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kebutuhan dan motif seseorang. 

Tipsnya: 
1) Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi anda, setidaknya yang paling mendekati, karena pertanyaan akan berulang di nomor-nomor berikutnya, sehingga apabila jawaban anda tidak sinkron, hal ini akan merugikan Anda. Kejujuran anda terkait dengan cerminan kesesuaian diri anda terhadap lowongan pekerjaan yang anda lamar. 
2) Secara keseluruhan, tes EPPS ini memang paling sulit untuk di-adjustment (diakali), namun setidaknya ada beberapa pertanyaan yang bisa di-adjustment untuk disesuaikan dengan lowongan pekerjaan yang anda pilihan. Misalnya ketika anda melamar menjadi pegawai Bank, pilihlah jawaban-jawaban yang mencerminkan kejujuran, keteraturan, kedisiplinan dan mampu bekerja dalam teamwork. 
3) Karena sulitnya proses adjusment tehadap tes ini, jalan paling praktis yang dapat ditempuh adalah memperbaiki diri (self improvement) anda dalam segala hal, setup diri anda menjadi seakan-akan seseorang profesional dalam setiap tingkah laku keseharian anda seperti: jujur, tepat janji, tanggung jawab dan disiplin. Karena cerminan pola pikir dan tingkah laku positif diri anda, akan tertuang tanpa anda sadari dalam hasil tes. 

10. Learning By Doing

Pengalaman memang guru yang paling baik. Lakukan perbaikan-perbaikan secara continue baik terhadap diri anda maupun terhadap kemampuan anda, di setiap psikotes yang anda hadapi. Misalnya seperti : melatih diri terhadap kesalahan/kesulitan yang dihadapi pada psikotes sebelumnya, membaca kembali materi psikotes secara keseluruhan semalam sebelum menghadapi psikotes (refreshment) dan mempersiapkan fisik sebaik-baiknya karena pada dasarnya psikotes akan selalu Anda kerjakan dalam keadaan tegang dan tekanan. Karena dengan mekanisme tersebut, psikotes bukan meruapakan momok yang harus anda hindari, namun anda akan lambat laun berteman dan akrab dengan psikotes


sumber: kaskus
Senin, 07 Mei 2012 - , , , 0 komentar

13 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Sebabkan Jerawat


Saat berjewarat mungkin biasanya Anda menyalahkan hormon atau makanan. Padahal kebiasaan yang tidak Anda sadari sehari-hari juga dapat menjadi penyebab rutin jerawat mampir di wajah. 

"Orang yang mudah berjerawat dilahirkan dengan sel kulit empat sampai lima kali lebih banyak dari rata-rata orang, sehingga menghasilkan minyak lebih banyak dari rata-rata orang juga," jelas Annet King, direktur International Dermal Institute yang kliniknya tersebar di berbagai belahan dunia itu seperti dikutip Total Beauty.

Jadi, apa saja kebiasaan membuat wajah jadi mudah dihiasi jerawat? Ini dia daftarnya:

1. Penggunaan Make-up yang Tidak Tepat
Berikut ini bahan-bahan yang terkandung dalam make up yang harus Anda waspadai dalam penggunaannya:
- Pewarna buatan: jika terdapat FD & C dalam daftar bahan make up, berarti produk tersebut mengandung warna buatan. Bahan ini dapat mengiritasi kulit dan jika terdapat dalam lipstik atau blush on, dapat menyebabkan jerawat di sekitar mulut dan pipi Anda.

- Lanolin: ini merupakan istilah ilmiah dari sebum domba (sebum = minyak). Meskipun bahan ini baik bagi Anda yang berkulit kering, namun buruk bagi kulit yang rawan berjerawat.

- Minyak Mineral: Bahan ini menutupi sel kulit mati dan bakteri penyebab utama jerawat dan juga dapat menimbulkan milia, tonjolan putih kecil pada kulit Anda.

- Minyak: bahan ini menggunakan minyak asli. Anda tidak harus benar-benar menambahkan lebih banyak minyak pada wajah Anda.

- Isopropil Miristrat: bahan ini tidak hanya dapat membuat kulit Anda kering, tapi juga menyumbat pori-pori dan menyebabkan iritasi kulit.

- Pewangi buatan: ini juga dapat mengiritasi kulit dan menybabkan jerawat. Cobalah untuk tidak menggunakan produk make up yang mengandung wewangian.

2. Mengeringkan Wajah Secara Berlebihan
Menghapus kelebihan minyak secara berlebihan dapat membuat kulit iritasi. Dengan dikeringkan secara berlebihan, kulit justru akan memproduksi minyak lebih banyak. Hal itu karena kulit secara alami mencoba memperbaiki dan menyeimbangkan kondisi yang ada dengan memproduksi lebih banyak minyak. 

Jaga agar kulit Anda tetap terhidrasi dengan menggunakan pembersih wajah yang dibuat khusus untuk kulit mudah berjerawat, kemudian gunakan pelembab agar kulit tidak menambahkan produksi minyak. Anda juga dapat menggunakan mattifying moisturizer pada daerah yang mengkilap di siang hari untuk menyerap minyak tanpa menyebabkan pengeringan kulit berlebihan.

3. Tekanan
Jerawat disebabkan oleh tekanan fisik pada wajah Anda, seperti pemakaian ponsel terus-menerus, biola, atau hanya menumpukan tangan pada wajah saat menghindari silau. Tekanan ini mengekspos kulit Anda terhadap bakteri. Solusinya: berhenti menekankan objek pada wajah Anda. Jika Anda tidak dapat menghindarinya, rajin-rajinlah membersihkan wajah untuk meminimalkan bakteri.

4. Stres
Stres juga dapat menjadi penyebab kulit Anda berjerawat. Anda dapat mencoba untuk menjadi lebih rileks untuk meminimalisir kemungkinan munculnya jerawat.

5. Malas Mengganti Pakaian & Perlengkapan Tidur
Pakaian, handuk, sarung bantal, dan seprai yang tidak bersih, mengandung banyak sel kulit mati dan bakteri. Ganti secara rutin sarung bantal dan seprai Anda sekali atau dua kali seminggu dan gunakan handuk bersih setiap hari. Menggunakan deterjen dan pelembut yang mengandung lemak hewan dan pewangi juga dapat menyebabkan iritasi dan jerawat.

6. Produk rambut yang Anda Gunakan
Produk rambut yang mengandung minyak, silikon, dan plasticizer akan menyumbat pori-pori jika rambut sering menyentuh kulit Anda. Jika Anda ingin memiliki potongan rambut berponi, sebaiknya Anda tidak menggunakan produk dengan bahan-bahan tersebut.



7. Menggunakan aplikator make up yang kotor
Mungkin Anda harus lebih memperhatikan sikat, spons, dan aplikator lain yang Anda gunakan untuk menerapkan make up. Alat make up penuh dengan bakteri dan sel kulit mati yang membuatnya menjadi pabrik jerawat. Bersihkan spons make up setelah dipakai dan kuas Anda sekali seminggu dengan pembersih kuas atau shampoo. Ini akan membuat aplikator dan kulit Anda bebas kuman.

8. Pola makan
Sering mendengar rumor bahwa makanan seperti cokelat dan kentang goreng dapat menimbulkan jerawat? Kabar baiknya rumor itu tidak sepenuhnya benar. Indeks glikemik tinggi akibat sering memakan makanan yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda (seperti gula halus, roti, pasta, dan makanan gorengan) akan merusak tubuh dan menyebabkan jerawat. Namun jika Anda hanya memakannya sesekali, itu bukanlah penyebab jerawat Anda. Beberapa orang mungkin memiliki alergi pada makanan seperti cokelat, gandum, atau susu sehingga menyebabkan jerawat.

9. Menggunakan pakaian yang salah
Serat di lemari bisa menjadi penyebab jerawat pada tubuh. Kain seperti polyester dan lycra dapat menutup sel kulit mati dan keringat dalam tubuh Anda. Manusia kehilangan sekitar satu juta sel kulit setiap 40 menit, dan ketika kita memakai pakaian super ketat, sel-sel tersebut tidak bisa terbuang keluar. Solusinya, pilih pakaian dengan serat alami yang memudahkan kulit untuk bernapas.

10. Merokok
Masih menjadi perbincangan apakah rokok benar-benar menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat. Namun para peneliti di San Gallicano Dermatological Institute di Roma mengidentifikasi jerawat non-inflamasi muncul di kalangan perokok. Mereka juga menemukan bahwa perokok yang berjerawat di masa remaja, empat kali lebih mungkin untuk memiliki jerawat di usia dewasa dibandikan dengan yang tidak merokok.

11. Menyemprotkan parfum
Kandungan pewangi di make up dapat menyebabkan jerawat, begitu pula dengan parfum yang dapat meyebabkan iritasi kulit. Cara mudah untuk menghindarinya adalah dengan menyemprotkan parfum pada pergelangan tangan Anda (bukan langsung di leher) kemudian gosok diantara pergelangan tangan dan leher agar wanginya tersebar. Hindari juga menggunakan produk kebersihan yang mengandung pewangi tambahan.

12. Malas dengan rutinitas
Jika Anda sering lupa mencuci wajah dan langsung tertidur saat pulang dari bepergian, Anda sedang menyakiti kulit. Rutinitas membersihkan wajah sehari-hari amat penting dilakukan, apapun yang terjadi. Jangan cepat menyerah atau bosan ketika tengah menjalani pengobatan jerawat karena biasanya berbagai perawatan baru akan efektif bekerja setelah satu bulan pemakaian. Setiap malam gunakan pembersih wajah yang dapat dibilas, hydrating toner, atau pelembab ringan. Obati jerawat dengan asam salisilat atau benzoil peroxide. Lakukan perawatan ekstra pada bagian yang berjerawat.

13. Tanning
Cahaya matahari yang mengenai kulit dan sinar UV memiliki unsur antibakteri. Tapi berjemur di bawah matahari bukan merupakan ide yang baik untuk menghilangkan jerawat. Pengeringan kulit yang berlebihan saat berjemur dapat menyebabkan kulit memproduksi minyak lebih banyak. Selain itu, tanning kulit akan meningkatkan peroduksi sel, yang berarti peningkatan jumlah sel kulit mati. Jadi selain dapat membuat kulit Anda lebih coklat, tanning juga mampu meningkatkan risiko kanker dan tambahan keriput saat Anda tua nanti.

sumber: wolipop
Sabtu, 21 Mei 2011 - , , 0 komentar

Bagaimana Belajar Mencintai Pekerjaan?

Banyak faktor yang menentukan seseorang bisa mencintai pekerjaannya atau tidak. Kesesuaian latar belakang pendidikan, keterampilan, pengetahuan, dan minat seseorang dengan pekerjaan akan membuat seseorang merasa nyaman dengan pekerjaannya.

Menurut Donna Turner, praktisi dari Sumber Daya Manusia Experd, tercapainya harapan seseorang akan kondisi lingkungan fisik kerja yang sesuai, hubungan atasan dan bawahan yang harmonis, gaji dan reward yang pas, tantangan dan kompleksitas kerja yang sesuai dengan kapasitas pribadi juga ikut menentukan.

Selain itu masih ada juga citra positif perusahaan tempat seseorang bekerja, load kerja, manajemen waktu yang efisien, serta masih banyak faktor lain. Semua ini akan menentukan bahagia-tidaknya seseorang dengan pekerjaan yang ia lakukan. Anda bisa menelusuri di sini. Apa saja penyebab ketidakbahagiaan Anda untuk kemudian dicari jalan keluarnya.

1. Konsultasi pada psikolog karier
Pertimbangkanlah kembali jika Anda berpikir bahwa rutinitas adalah hal yang menjadi batu sandungan bagi Anda, perhitungkan sejauh mana rutinitas yang bisa Anda toleransi, dan sejauh apa yang bisa membuat Anda tertekan dan terbebani. Apakah rutinitas yang berkaitan dengan interpersonal, suasana fisik kantor, prosedur/proses kerja, ataupun hasil kerja, yang membuat Anda tidak bahagia dengan pekerjaan saat ini.
Berkonsultasi dengan psikolog karier bisa membantu Anda mengakses kemampuan diri yang terpendam. Anda bisa mengikuti tes-tes minat serta alat-alat ukur/assesment yang digunakan dalam penelusuran karier. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui jenis pekerjaan/karier, serta minat yang sesuai bagi Anda.

2. Alternatif solusi praktis
Jika ternyata pekerjaan/karier yang Anda jalani sekarang kurang sesuai, pertimbangkan untuk mengawali lagi pilihan pekerjaan yang lebih cocok. Jika ternyata pekerjaan/karier Anda saat ini sudah sesuai, pertimbangkan faktor-faktor apa yang menjadi penghambat kepuasan Anda bekerja saat ini. Sebagaimana diurai di atas, diskusikan alternatif solusi praktis apa saja yang bisa Anda ambil untuk menentukan langkah selanjutnya.

Lihat pula kecenderungan Anda pada masa-masa sebelumnya. Misal, dalam tiga tahun terakhir, Anda sudah tiga kali pindah kerja dengan siklus waktu kerja yang cenderung pendek, bisa diindikasikan bahwa ketika Anda mulai merasa menguasai suatu hal, lalu merasa pekerjaan yang dilakoni sebagai rutinitas, berarti Anda kurang tertantang. Jika begitu, cobalah cari tantangan pekerjaan yang sifatnya moderate (sedang) untuk meningkatkan semangat kerja Anda. Setiap unit kerja tentu memiliki ragam spektrum kerja dengan tingkat kesulitan dan kompleksitas kerja yang berbeda.

3. Tumbuhkan "mindset" positif
Diskusikan dengan atasan Anda, kemungkinan mendapatkan tanggung jawab kerja yang baru, yang bisa meningkatkan level keterampilan dan pengetahuan Anda. Ajukan diri untuk terlibat dalam project baru yang berkaitan dengan role kerja Anda, jika terbuka tawaran tersebut di tempat kerja Anda. Bergabunglah dengan grup profesi, yang sesuai dengan profesi Anda, dengan memperluas networking sekaligus meng-update regulasi baru, tren, dan ilmu baru, berkaitan dengan profesi kerja Anda. Hal ini tentu akan bermanfaat bagi perusahaan Anda saat ini maupun bagi Anda pribadi.

Bisa-tidaknya Anda menikmati pekerjaan tergantung juga pada bagaimana mindset Anda terhadap pekerjaan tersebut. Tumbuhkan mindset positif. Visualisasikan hal-hal detail dan menarik mengenai pekerjaan yang sudah didapatkan dan ingin Anda optimalkan. Tanamkan itu di benak dan hati Anda dari waktu ke waktu. Hal ini akan mendorong kecintaan terhadap pekerjaan dan membuat Anda tergerak membereskan dan mengatasi hal-hal yang mengganjal rasa suka Anda pada pekerjaan tersebut.

Selamat mencoba!




Sumber :CHIC
- , , 0 komentar

Rekan Kerja Bisa Membunuh Karier Anda

Ada banyak hal  yang bisa menjatuhkan seseorang dari pertemanan. Namun, kita masih bisa mengeruk keuntungan dari pertemanan tadi tanpa harus takut karier kita rusak karenanya. Berikut adalah cara menetapkan batasan untuk pertemanan di tempat kerja:

Berjaga-jaga sejak awal
Anda baru kenal dengan si anak baru. Senda yang terjadi begitu cair. Candanya pun mengalir begitu saja. Hm, hati-hati, Anda akan mudah tergoda untuk menceritakan tentang masalah pribadi. Jangan terlalu cepat berbagi informasi personal Anda seketika itu juga. Waspadalah dengan siapa Anda berbagi cerita pribadi. Jangan terlalu mudah berbagi hal-hal semacam itu. Anda harus memberi waktu yang cukup untuk membangun rasa percaya kepada si dia dan untuk saling mengenal kepribadian. Coba pergi makan siang bersama dulu sambil bicarakan hal-hal yang umum baru pergi hang out bersama.

Minimalisir acara sosialisasi di dalam kantor
Masih wajar jika Anda dan teman di kantor itu pergi makan siang bersama, duduk bersebelahan saat rapat, atau pergi minum kopi bersama sesekali, namun, jangan habiskan berjam-jam di kubikelnya sambil bergosip.

"Jika pertemanan terlalu cair, bisa-bisa terlibat drama kantor, misal; cinta lokasi, bos galak, atau bikin geng memusuhi rekan kerja lain. Hal-hal negatif semacam ini bisa menurunkan produktivitas," terang Susan Shapiro Barash, penulis Toxic Friends: The Antidote for Women Stuck in Complicated Friendships.

Pertemanan di kantor seharusnya cukup sebagai penyeimbang saja. Untuk menjaga pertemanan semacam ini, ada baiknya untuk menjaganya low profile saat di kantor. Untuk urusan acara pribadi dengan si teman, lakukan di luar jam kantor dan di luar lingkungan kerja. Ini akan mencegah tuduhan bahwa Anda terlalu sering bersosialisasi ketika di dalam kantor karena ini akan merefleksikan produktivitas Anda. Disarankan untuk melanjutkan hubungan pertemanan atau urusan di luar urusan kantor di luar lingkungan kerja.

Hati-hati melaporkan hubungan
Jika Anda merasa atasan Anda adalah sahabat terbaik, ingat; ketika ada laporan mengenai hubungan antara dua individu, penting untuk membangun batasan yang disepakati bersama agar yang lainnya tidak merasa ada perlakuan khusus atau ketidakadilan dari si atasan.

Meski bos Anda adalah sahabat terbaik Anda, bukan berarti Anda bisa menyombongkan kedekatan ini di kantor. Ketika menyangkut promosi, Anda tak ingin kan rekan kerja lain berpikir bahwa karier Anda bisa naik karena pertemanan dengan bos?

Lain lagi jika Anda punya teman yang setara. Awalnya berteman seangkat, kemudian salah satu dari kalian dapat promosi, maka batasan baru pun harus mulai dipasang. Misal, Anda dan rekan kerja berada dalam grup yang berisi 5 orang yang saling dekat. Tiba-tiba Anda mendapat promosi dan naik ke jabatan yang lebih tinggi. Anda sudah tak bisa lagi komplain mengenai cara kerja anggota grup tadi ke anggota lainnya, meski itu cara Anda sebelum dipromosi. Karena ini akan menyakiti pertemanan Anda, termasuk reputasi Anda. Jangan lupa, fokus utama Anda adalah pekerjaan, artinya, Anda harus mematok batasan dengan rekan kerja Anda mengenai seberapa banyak waktu yang bisa Anda lewatkan untuk saling bercanda dan banyaknya ungkap pikiran yang ditukar.

Anda pun mesti menghormati batasan yang diberikan oleh rekan kerja Anda. Meski hal itu terlontar secara eksplisit. Misal, saat Anda sedang bercerita tentang kencan Anda semalam, dan si teman Anda itu tiba-tiba mematikan monitor sambil melihat jam tangan. Itu tanda-tanda bahwa ia tak ingin tahu mengenai hal pribadi Anda.
Punya pengalaman bagaimana teman kerja membuat kinerja tidak produktif atau merusak karier dan cara Anda mengatasinya?


Sumber :careerbuilder
- , , , 0 komentar

Membangun Karma Baik di Kantor

Anda pasti mengerti pentingnya membangun hubungan yang kuat. Tanpa orang lain, hidup terasa hampa. Begitu juga hidup di kantor. Jika Anda ingin sukses di kantor, Anda butuh dukungan dan rasa hormat dari rekan kerja. Lagipula Anda tak pernah tahu kapan anda akan diminta bekerja satu tim dengan rekan kerja yang mana. Belum lagi ketika Anda sedang kesusahan saat sudah tenggat waktu. Memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja juga bisa membantu suasana kerja lebih menyenangkan.

Berikut 8 cara untuk membangun karma yang baik di kantor:
1. Ramah
Reputasi Anda tak hanya dibangun lewat kualitas pekerjaan. Sikap Anda pun juga menjadi faktor. Tersenyum dan menyapa rekan kerja yang berpapasan di lorong juga bisa menjadi cara untuk menampilkan kesan bersahabat dan positif. Langkah kecil lain, seperti membukakan pintu dan menahan pintu lift untuk rekan kerja juga bisa membantu. Lagipula, siapa sih yang tak suka bekerja dengan orang yang bersahabat?

2. Menawarkan bantuan
Jika Anda melihat rekan kerja sedang kesusahan karena proyek yang sedang ia kerjakan, sementara Anda sedang bersantai, tawarkanlah bantuan. Kolega Anda akan sangat berterima kasih dan mengingat bantuan Anda, siapa tahu ia akan membantu Anda saat kesusahan di masa mendatang.

3. Sukarela untuk proyek yang tak diinginkan
Jika Anda bisa mengajukan diri untuk melakukan suatu tugas, Anda bisa membangun citra diri sebagai team player, plus Anda bisa melatih kemampuan baru dalam prosesnya. Bonusnya, tipe-tipe proyek ini kadang sangat penting di mata manager, dan maju untuk mencalonkan diri bisa menjadi cara untuk dikenali oleh atasan Anda.

4. Bersih-bersih
Jangan menjadi orang yang menyusahkan pekerjaan teman kerja lain. Contoh, berbenahlah setelah Anda menggunakan ruang istirahat atau ruang rapat. Dalam survei yang dilakukan Robert Half International, meninggalkan ruangan bersama dalam keadaan berantakan adalah hal yang paling menyebalkan dan paling tak disukai orang kantoran.

Lainnya, jika Anda menggunakan barang bersama, seperti printer, pastikan dalam keadaan baik. Misal, jika ada kertas yang menyangkut, tinta habis, atau lainnya, atasi segera supaya orang yang menggunakannya sesudah Anda bisa menggunakan kembali.

5. Waspada kebiasaan menyebalkan Anda
Sebisa mungkin hindari kebiasaan yang bisa mengganggu orang lain, khususnya jika Anda bekerja dalam satu ruangan besar dan orang-orangnya duduk berdekatan. Contoh, jika Anda harus mendengarkan lagu saat mengetik, kenakanlah headphone. Hindari penggunaan speaker kecuali memang diminta rekan lain dan diperlukan. Bagi sebagian orang, bekerja sambil mendengarkan musik bisa jadi hal yang menyebalkan. Jika Anda suka makanan yang berbau menyengat, makanlah di luar ruangan, siapa tahu ada rekan kerja Anda yang sedang hamil dan tak bisa mencium bau-bauan menyengat.

6. Ajak anak baru untuk makan siang bersama

Anda pasti ingat bagaimana rasanya menjadi anak baru, yang tak mengenal siapa-siapa, dan bingung akan segalanya. Jangan segan untuk membantu anak baru di kantor dengan mengundangnya makan siang bersama agar Anda bisa menjelaskan mengenai tata cara atau aturan di kantor. Tindakan kecil semacam ini bisa membuatnya memiliki ikatan tersendiri dengan Anda.

7. Dengarkan

Anda bisa saja memegang teguh pendapat Anda bahwa cara itulah yang terbaik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan. Namun, tak ada salahnya kan mendengar pendapat orang lain tanpa memaksakan pendapat Anda? Memperlihatkan rasa hormat kepada ide orang lain membuat orang lain tahu bahwa Anda menghargai opini mereka. Sebagai tambahan, Anda bisa membangun pengetahuan mereka dengan solusi superior hingga Anda bisa mewujudkan pendapat Anda.

8. Hormati usaha orang lain
Ini bisa jadi merupakan aturan terpenting. Saat seorang rekan kerja membantu Anda membuat pekerjaan lebih mudah, ucapkan rasa terima kasih Anda. Jika usaha mereka memang sungguh luar biasa, sampaikan kepada atasan Anda. Kolega Anda akan sangat senang membantu Anda jika upayanya dihargai oleh Anda.

Ingat, perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan agar Anda bisa membangun reputasi sebagai kolega yang menyenangkan dan sangat membantu.


Sumber  : careerbuilder
- , , 0 komentar

Tipe-tipe Unik Rekan Kerja dan Cara Hadapinya

Suka atau tidak, Anda harus bertemu dengan rekan sekantor, bahkan mungkin kerja Anda pun bersinggungan dengan mereka. Berikut adalah beberapa tipe umum rekan kerja dan cara menghadapinya:

Si Antik

Sekian puluh tahun bekerja di perusahaan membuat orang ini cukup tahu banyak tentang sejarah perusahaan. Perubahan dalam sistem perusahaan bisa membuatnya ketakutan dan siap pasang wajah garang. Cara menghadapi tipe rekan kerja seperti ini harus ekstra sabar dan penuh hormat. "Ingat dalam kepala Anda, si tipe antik ini adalah orang yang sudah berhasil melewati masa-masa sulit perusahaan, PHK, dan lainnya. Bisa dikatakan, ia sudah tahu seluk-beluk perusahaan, apa pun posisinya," jelas Elizabeth Freedman, pengarang "Work 101: Learning the Ropes of the Workplace Without Hanging Yourself" dan "The MBA Student's Job-Seeking Bible."

Tipe Antik semacam ini umumnya senang mengomel dan menggerutu. Bisa jadi karena ia bosan, tetapi masih takut akan perubahan sistem atau teknologi yang dibawa oleh anak-anak baru yang masih muda. Ia mungkin akan sulit menerima dan mencerna perubahan-perubahan itu. Supaya tidak menyakiti perasaannya dan bisa merebut hatinya, cobalah dekati ia perlahan dan ajarkan perlahan tanpa membuatnya merasa bodoh atau merendahkan pengetahuannya. Kerendahan hati dan rasa hormat untuk mengajari dia akan membuatnya merasa dihargai.

Si Bintang Sinetron
Mobilnya mogok sebelum presentasi besar, dan ia yakin istrinya sedang berselingkuh, ia tak suka dengan pacar baru anaknya, dan ia merasa tetangganya memata-matainya.

Meski terdengar konyol, tetapi menurut Kathi Elster, pengarang "Working With You Is Killing Me," tipe-tipe dramatis semacam ini bisa bikin frustasi. Tipe semacam ini hanya ingin diperhatikan, dan tiap kali diberikan saran, mereka tidak mendengar atau menjalankan. Mereka cuma ingin diperhatikan dengan drama hidupnya. Untuk menghadapi hal-hal semacam ini disarankan mengarahkan pembicaraan dengan kalimat diplomatis, seperti, "Aku  yakin kamu punya teman-teman dekat yang lebih mengerti hal-hal semacam ini, aku kurang paham soal semacam ini," lalu gantilah topik pembicaraan.

Tipe Pendiam
Tipe seperti ini lebih senang makan siang di mejanya, pergi dan pulang tanpa salam. Umumnya tipe ini rajin ikut rapat, tetapi Anda tak pernah ingat dia bicara apa pun di rapat itu. Menurut pengamatan Elster, tipe ini adalah pekerja yang bagus. Mereka selalu mengerjakan tugas yang diminta, tetapi mereka sulit maju karena sulit sekali menyuarakan isi kepalanya. Untuk bisa akur dengan tipe seperti ini, cobalah untuk lebih dekat dan jadi orang yang pengertian. Pujian tulus, khususnya di depan orang lain, akan membantunya membuka diri kepada Anda karena ia tahu Anda bukan musuhnya.

Tipe Korban
Sering mengeluh selalu mendapat klien yang sulit, ada yang mencuri pulpennya, dan sebagainya. Setiap keputusan yang berhubungan dengannya selalu dianggap sebagai hal yang membuat hidupnya sengsara.

Tipe Korban selalu merasa setiap orang punya niat jahat padanya. Untuk berhadapan dengan orang semacam ini, biarkan ia mengeluarkan isi pikirannya, tak perlu terlalu mengambil pusing isi pembicaraannya, lalu langsung ganti subyek obrolan.

Tipe Pemarah dan Tidak Puas
Tipe ini tidak bisa terima segala sesuatu yang tidak memuaskan hatinya. Jadwal rapat yang mundur sejam saja sudah siap membuatnya meledak. Ia akan memasang tampang mencibir ketika diminta memperbaiki laporannya. Ia tipe yang berani mengungkap dan membiarkan semua orang mendengar isi pikirannya jika ada yang tak sesuai keinginannya, dan biasanya suaranya cukup lantang untuk didengar semua orang. Tetapi tipe seperti ini cenderung punya taktik pasif-agresif. Ia pun tak segan-segan mengungkit kesalahan seseorang terhadapnya di depan orang lain. Intinya, jangan sampai menyinggung dirinya.

Yang bisa dilakukan untuk berhadapan dengan orang ini adalah kesabaran ekstra untuk menelan harga diri dan menciptakan situasi aman dan nyaman baginya, supaya ia tahu, Anda tidak bermaksud buruk padanya. Ketika ia merasa dihormati dan bisa percaya pada Anda, emosi negatifnya akan mulai mengendur, mudah-mudahan ia pun akan bisa mendengarkan. Jika Anda mau mendengarkannya, ia pun akan mau mendengarkan isi pikiran Anda.

Tipe Direktur Sosial

Tipe ini sangat suka mengatur acara tukar kado, dan memastikan setiap orang mengetahui tanggal piknik kantor. Bergantung dengan mood Anda, energi yang ia berikan akan sangat berkharisma dan penuh rasa syukur. Nikmati keuntungan bekerja dengan tipe rekan kerja semacam ini. Anda tak perlu merasa takut melewatkan tanggal-tanggal penting kantor. Tipe ini paling suka menyelenggarakan acara-acara kantor. Jika jadwal Anda penuh dan isi kantong makin menipis, sebaiknya tolak ajakannya untuk patungan dengan perlahan dan sopan. Jangan lupa pula untuk mengingat ulang tahunnya supaya ia merasa dihargai dan dicintai, karena jelas ia sangat menghargai hari-hari raya.

Sumber :careerbuilder
Jumat, 20 Mei 2011 - , , 0 komentar

Mendengarkan Orang Lain, Caranya?

Kebanyakan orang lebih senang berbicara dan menonjolkan siapa dirinya ketimbang mendengarkan orang lain. Kemampuan mendengarkan memang tak dimiliki semua orang, tetapi bukan berarti tidak bisa dipelajari, kan?

Sebelumnya, kenali lebih dahulu tipikal orang yang tidak suka mendengarkan, terutama jika Anda sedang berkonflik. Saat itu Anda menjadi tidak peduli bagaimana perasaan orang lain dan keukeuh bahwa orang lain yang salah. Karakter yang muncul dalam kondisi seperti ini di antaranya:

* Merasa paling benar. Cenderung keras kepala dan menyatakan Anda paling benar.
* Menyalahkan orang lain. Menyatakan secara langsung maupun tersirat bahwa masalah yang sedang dihadapi adalah kesalahan orang lain.
* Membela diri. Dengan argumentasi kuat, Anda menolak mengakui kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri Anda.
* Memposisikan diri sebagai "martir". Anda mengklaim diri sendiri sebagai korban atas tirani orang lain dalam menghadapi suatu masalah.
* Merendahkan. Anda berbicara dominan dan membuat orang lain merasa inferior atau bahkan dipermalukan.
* Pelabelan. Anda menunjuk orang lain atau menyebut namanya ketika terlibat dalam perselisihan.
* Sarkastis. Sikap, kata-kata, bahkan nada suara Anda meremehkan atau merendahkan orang lain.
* Serangan balik. Setiap kritik tentang Anda, Anda balas kembali dengan kritikan.
* Mencari kambing hitam. Anda mengisyaratkan orang lain lah yang bersalah dengan ketidakmampuannya.
* Pengalihan. Anda seringkali mengalihkan pembicaraan seenak hati.
* Menyalahkan diri sendiri. Anda bertingkah seakan Anda telah berbuat sesuatu yang buruk untuk menghindari kritik.
* Tidak ada harapan. Anda mengklaim bahwa Anda telah melakukan segala cara namun tak ada satu pun yang berhasil.
* Menyangkal. Anda menyangkal keterlibatan Anda dalam masalah, dan meyakinkan bahwa Anda tidak kesal terhadapnya.
* Gemar "menolong". Anda lebih cenderung memberikan saran dalam rangka membantu namun tak pernah mendengarkan kebutuhan orang lain.
* Agresi yang pasif. Kemarahan Anda ditandai dengan hanya diam, mencibir, atau bahkan secara agresif menggebrak pintu.
* Membaca pikiran. Anda berharap orang lain untuk mengerti perasaan Anda tanpa Anda minta.

Sudah mengenali daftar karakter ini? Apakah ada dalam diri Anda? Jika dominasi karakter ini menguasai diri Anda, ini saatnya manfaatkan indera pendengaran Anda dengan semestinya, yakni mendengarkan orang lain.

Diperlukan empati, keterbukaan, kasih sayang, dan rasa menghargai untuk membangun komunikasi yang baik terhadap orang lain. Dengan karakter ini Anda mulai bisa mengubah kebiasan dominasi pembicaraan dengan mendengarkan.

Empati artinya Anda mendengar dan berusaha melihat perspektif lain dari kacamata lawan bicara Anda. Dengan melatih kemampuan ini Anda akan menemukan kebenaran dari apa yang orang lain katakan tentang Anda. Bahkan kritik orang lain terhadap Anda yang terdengar tidak adil, atau pandangan yang bertolak belakang dengan Anda, akan lebih mudah diterima.

Keterbukaan mengandung makna Anda mampu berekspresi dengan perasaan Anda secara terbuka dan leluasa. Anda bisa dengan mudah mengatakan "Saya merasa tidak nyaman".  Dengan mengatakan perasaan Anda yang sebenarnya secara lugas, orang lain tidak akan merasa ditekan. Sebaliknya, komunikasi negatif membuat Anda menyimpan perasaan negatif atau bahkan memunculkan sikap agresif yang membuat orang lain merasa tertekan.

Menghargai dan memperlakukan orang lain dengan kebaikan, dan kepedulian yang jujur memberikan kesan positif dan membangun komunikasi yang baik. Sebaliknya, menempatkan orang dalam kondisi permusuhan, persaingan, bahkan merendahkan harga dirinya, membuat komunikasi menjadi buruk.


Sumber: Telegraph
- , , 0 komentar

Mengikis Komunikasi yang "Bossy"

Lingkungan kerja membutuhkan komunikasi yang santun dan hangat. Dengan begitu, hubungan individu dengan lawan bicaranya dalam lingkungan kerja akan menjadi lebih hangat, erat, dan manusiawi. Setiap individu dalam lingkungan kerja perlu memahami pentingnya komunikasi seperti ini, dan juga melakoninya. Jika tidak, jangan heran jika suasana kantor tak nyaman lantaran komunikasi yang dibangun cenderung preman seperti membentak, sok menyuruh, dan bossy.

Bentuk komunikasi yang perlu dibangun dalam lingkungan kerja ini disebut sebagai komunikasi adab oleh Wahyu Wibowo, penulis dan pelatih komunikasi adab, kultur perusahaan, dan media massa. Wahyu menjelaskan, karyawan membutuhkan komunikasi, namun bukan sekadar komunikasi organisatoris, melainkan komunikasi yang mencerminkan budi pekerti luhur, apresiatif terhadap profesi, dan keleluasan wawasan. Dengan membangun komunikasi adab dalam perusahaan, sikap arogan, alias mengecilkan eksistensi orang lain dengan cara menepuk dada atau sok pintar takkan muncul, selain juga mengikis sikap bossy.

Nah, untuk membangun komunikasi adab, kunci utamanya adalah menjadi pendengar yang baik bagi lawan bicara. Tak ada salahnya mencoba menjadi pendengar yang baik bagi lawan bicara. Tidak ada gunanya pula jika kita selalu mempertontonkan kepiawaian berbicara dengan nyerocos terus-menerus. Sebaliknya, yang perlu dilakukan adalah memberi kesempatan kepada lawan bicara, lalu membiarkan diri hanyut dan larut dalam pembicaraan supaya Anda bisa mengumpulkan informasi secara lengkap.

"Selama ini kita hanya mampu berbicara tanpa ingin mendengar. Di dalam perusahaan tak sedikit manager yang gemar berperilaku seperti itu kepada karyawan. Terkesan ia gemar memotong pembicaraan sebelum sang karyawan menuntaskan ucapannya," jelas Wahyu.

Lantas mengapa komunikasi adab perlu dibangun dalam perusahaan? Wahyu menjelaskan, seseorang yang mampu membangun komunikasi adab (santun dan hangat) akan lebih mudah berkomunikasi dengan siapa saja tanpa diwarnai egoisme. Selain itu, seseorang yang mampu berkomunikasi dengan beradab takkan memandang orang lain secara hitam putih. "Ia juga akan memandang lawan bicaranya dari kaca mata empati, dan bukan sekadar dari rasa simpati," tandas Wahyu.

Hubungan kerja yang hangat bisa tercipta dengan saling mendengarkan sebagai bentuk komunikasi adab. Apakah komunikasi jenis ini yang terbangun dalam lingkungan kerja Anda? Jika belum, tak perlu menunggu orang lain memulainya, mulai saja mendengarkan  orang lain di kantor, baik bawahan, rekan satu level juga atasan Anda.

Sumber: Buku Membangun Kultur Perusahaan Melalui Kesadaran Komunikasi Adab, Wahyu Wibowo (Gramedia Pustaka Utama).
- , , 0 komentar

Tanda Pribadi yang Tak Menghargai Diri

Penghargaan atas diri memengaruhi karakter seseorang serta caranya berpikir dan bersikap dalam mengatasi berbagai masalah. Sejumlah individu mungkin saja terlihat sudah sangat menghargai dirinya, bahkan kadang berlebihan. Namun tak sedikit juga individu yang memiliki masalah dengan penghargaan diri.

Bagaimana seseorang menghargai dirinya, sangat dipengaruhi oleh hubungan, pengalaman, dan pikiran. Ketika seseorang memiliki persepsi positif terhadap dirinya, ia cenderung lebih bahagia. Orang dengan penghargaan diri yang sehat memahami kemampuannya, serta kelebihan dan kekurangan dalam dirinya. Inilah yang membuat individu ini nyaman dan bahagia atas dirinya.

Sebaliknya, jika seseorang kurang memiliki persepsi baik tentang diri, ia cenderung akan merasa tak puas dengan dirinya, dalam arti negatif. Ia mempersepsikan dirinya buruk dan tak punya penghargaan atas diri. Masalah seperti ini tak hanya penting didiskusikan kepada anak. Karena orang dewasa pun masih mengalami masalah penghargaan diri rendah. Masalah self-esteem rendah pada orang dewasa semakin kompleks karena ia berelasi dan berinteraksi dengan berbagai lingkungan seperti tempat kerja.

Terdapat sejumlah tanda individu dengan penghargaan diri rendah. Jika Anda menemukan satu atau lebih karakter self-esteem yang rendah berikut ini, mulailah membangun kembali persepsi yang positif tentang diri Anda.

* Cenderung menyalahkan diri sendiri, atau melakukan self-talk yang negatif. Contohnya, "Saya pecundang", "Saya salah", "Saya kalah".

* Fokus pada kelemahan diri, bukan pada kelebihan atau sisi positif dalam diri.

* Membutuhkan pengakuan dari orang lain, karena cenderung merasa tak percaya diri.

* Cenderung memberikan feedback negatif.

* Seringkali merasa takut gagal, yang pada akhirnya menghambat kesuksesan dalam segala hal.

* Kesulitan menghadapi situasi sulit atau tekanan tertentu.

Jika karakter yang membuat Anda merasa buruk terhadap diri sendiri ini terpelihara, rasa penghargaan atas diri akan semakin terkikis.

Self esteem yang rendah disebabkan banyak faktor, di antaranya reaksi orang terhadap Anda, pikiran dan persepsi diri yang cenderung negatif, pengalaman buruk di sekolah atau di tempat kerja yang meruntuhkan kepercayaan diri, penyakit atau cacat fisik, budaya, agama, hingga status sosial. Apapun penyebab dan faktor yang membuat self esteem rendah, Anda perlu menelaahnya kembali. Dengan begitu Anda meningkatkan kembali penghargaan diri secara bertahap.

Sumber: Mayo Clinic
- , , , 0 komentar

Cara Menggerutu yang Positif

Jika masalah terasa begitu berat dan emosi memuncak, tak ada salahnya menggerutu, namun lakukan dengan cara yang manis. Kebiasaan mengeluh ternyata bisa mendatangkan hal positif bagi diri sendiri. Robin Kowalski, PhD, psikolog dari Clemson University, menyarankan beberapa langkah yang tepat agar emosi terjaga dan Anda terbebas dari masalah yang mengganggu pikiran.

* Atur siasat yang tepat
Ceritakan masalah yang Anda hadapi kepada orang yang benar-benar tertarik mendengarkan. Pastikan Anda bercerita tidak kepada orang yang itu-itu saja. Sebab, bisa saja dia berpikir Anda tukang menggerutu.

* Sampaikan dengan jelas apa yang menjadi kekesalan Anda

Boleh saja menyampaikan kekesalan Anda kepada orang lain, namun pastikan isi pesannya jelas, bukan sekadar marah-marah tanpa sebab. Namun, jika kita bermaksud ingin mengubah keadaan, cobalah untuk melakukan sesuatu ketimbang hanya berkeluh-kesah.

* Gunakan kalimat positif
Gunakan fakta dan sampaikan secara diplomatis. Alih-alih berkata, "Ibuku selalu sulit diajak kompromi", lebih baik menggantinya dengan kata-kata, "Ibuku kurang fleksibel". Penggunaan kalimat positif membuat keluhan Anda lebih berdampak baik bagi diri sendiri dan orang lain.

* Pilih waktu yang tepat

Penyampaian keluhan pada waktu yang tidak tepat akan membuat kita dianggap sebagai pengganggu. Anda boleh saja mengeluh, namun juga tetap perlu menahan diri, mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan keluh kesah.


sumber: kompas female
- , , 0 komentar

Potret Diri Positif Mencegah Depresi

Individu yang memiliki potret diri negatif mempunyai persepsi buruk atas dirinya. Sebaliknya, dengan memiliki potret diri positif, seseorang memiliki fondasi kuat atas penghargaan dirinya. Ia lebih mampu menghargai diri sendiri. Potret diri mempunyai pengaruh kuat terhadap relasi seseorang dalam kehidupan pribadi, hubungan berpasangan, bahkan dengan relasi sosial dalam lingkup lebih luas. Pribadi dengan potret diri negatif cenderung mengalami masalah dalam relasi sosial dan mudah depresi.

Meski potret diri dipengaruhi keluarga, teman, lingkungan, bahkan media, setiap pribadi bisa memperbaiki potret dirinya sendiri. Selalu ada cara untuk mendapatkan potret diri positif agar individu tersebut lebih mampu menghargai dirinya.

1. Perangi pikiran negatif
Pikiran negatif cenderung memicu seseorang untuk berbicara buruk tentang dirinya sendiri. Jadi, upayakanlah untuk menantang diri sendiri dengan selalu melawan pikiran negatif. Sebagai contoh, saat Anda mendapat penilaian buruk dari kantor, jangan lantas menyalahkan diri sendiri dan melemahkan diri dengan pemikiran negatif. Sebaliknya, lawan pikiran negatif dengan lebih menghargai diri karena bagaimanapun hasilnya, Anda telah berupaya keras untuk memberikan yang terbaik.

2. Membuat jurnal diri yang positif
Tulislah tiga hal berbeda yang Anda sukai dari diri sendiri setiap hari. Fokuslah menulis karakter dan perilaku yang menunjukkan potret diri positif, sesuatu yang Anda hargai dari diri sendiri. Anda tak perlu menjelaskan karakter tersebut, cukup tulis dengan jelas dan tegas mengenai nilai positif dari diri sendiri.

3. Lakukan aktivitas yang disenangi
Tingkatkan kemampuan diri dengan melakukan aktivitas yang Anda senangi. Misalnya, lakukan hobi yang Anda sukai, kegiatan kerelawanan, atau kegiatan olahraga, apa pun yang membuat suasana hati lebih menyenangkan. Melakukan aktivitas yang menyenangkan membuat individu lebih menghargai dirinya.

4. Hentikan membandingkan diri dengan orang lain
Terimalah diri sendiri apa adanya. Pahamilah bahwa setiap pribadi memiliki keunikan khas, bentuk tubuh yang berbeda, karakter dan penampilan fisik yang tak pernah bisa sama dengan orang lain. Jangan terpengaruh dengan gambaran fisik sempurna bak model atau selebriti. Untuk menguatkan Anda, tulislah kelebihan diri, termasuk fisik yang telah mendukung diri sendiri mencapai keberhasilan sampai pada titik sekarang ini. Hindari figur sempurna di televisi atau berbagai media lainnya, yang membuat Anda merasa tak sempurna.

5. Bersikaplah realistis
Evaluasi kembali target dan mimpi Anda, pastikan semuanya realistis, lakukan penyesuaian diri. Hindari sikap menuntut diri sendiri terlampau tinggi. Bersikaplah lebih ramah kepada diri sendiri. Dengan begitu, Anda bisa lebih tenang menghadapi segala sesuatu, tak mudah stres ketika tujuan tak tercapai. Sebab, dengan bersikap realistis, Anda memiliki potret diri lebih positif.

Sumber: LiveStrong
Kamis, 12 Mei 2011 - , , , , 0 komentar

Jangan Pasang Foto Anda di CV

Apa yang Anda lakukan ketika sedang mempersiapkan wawancara kerja? Pastilah Anda mengenakan pakaian Anda yang terbaik, dan memastikan riasan wajah terlihat menarik tanpa terkesan berlebihan. Namun di Inggris, jika Anda tahu akan diwawancara oleh seorang wanita, sebaiknya Anda tak usah berusaha terlalu keras untuk terlihat cantik.
Demikianlah saran Profesor Cary Cooper dari Lancaster University Management School. Sebab studi yang dilakukannya mendapati bahwa CV yang menampilkan foto perempuan cantik hanya mendapat tanggapan sekitar 25 persen. Penyebabnya, mungkin Anda bisa menduga, adalah kecemburuan antara pewawancara dan yang akan diwawancara. Menurutnya, perempuan cantik yang memajang foto pada surat lamarannya kecil kemungkinannya mendapat kesempatan wawancara. Perempuan pewawancara justru akan mencoba membantu kandidat yang diremehkan.

"Mereka mungkin berpikir, 'Perempuan-perempuan cantik ini bisa mendapat peluang mendapatkan pekerjaan di tempat lain, jadi saya akan mewawancara kandidat yang kurang menarik ini'," begitu kata Profesor Cooper.

Penelitian ini dilakukan terhadap 5.300 CV yang dikirimkan untuk 2.650 lowongan kerja. Hampir 20 persen dari pria yang menarik mendapat kesempatan wawancara, namun hanya 12,8 persen dari perempuan cantik yang mendapat perlakuan yang sama. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pria ganteng yang memasang fotonya di CV tidak akan mengalami diskriminasi seperti para perempuan cantik.

"Penemuan mengenai hukuman terhadap perempuan cantik ini bertentangan dengan riset perilaku psikologi dan organisasi mengenai kecantikan, yang mengaitkan daya tarik dengan pembawaan dan sifat-sifat positif," lanjut para peneliti.

Hasil penelitian ini dianggap tidak masuk akal oleh Carmen Watson, direktur pelaksana rekrutmen di Pertemps Recruitment Partnership. Ia bahkan tidak pernah menyadari bahwa pelamar mencantumkan foto mereka di CV.

"Pada akhirnya, kami mencari orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat, dan pekerjaan yang tepat untuk orang yang tepat, terlepas dari jenis kelaminnya," kata Watson.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda pernah mengalami perbedaan perlakuan karena penampilan fisik Anda? Perlukah sebenarnya memajang foto diri di surat lamaran?


Sumber: Marie Claire
Selasa, 11 Januari 2011 - , , , , , 0 komentar

7 Cara Asyik Meningkatkan Ketajaman Otak

Kerja otak yang maksimal tentunya membantu Anda dalam bekerja. Jadi, tugas Anda sebenarnya tak hanya menyelesaikan pekerjaan dengan baik setiap harinya. Anda juga perlu menjaga fungsi dan kerja otak agar tetap kreatif dan produktif di kantor.

Pasalnya, fungsi dan kerja otak bisa menurun. Misalnya, Anda menjadi mudah lupa, kurang cermat dan teliti, serta mengalami berbagai gejala yang muncul karena kekurangan suplemen otak. Bicara nutrisi otak, Anda tak perlu bergantung pada obat atau zat kimia. Berikut tujuh cara sehat sederhana yang bisa membuat menajamkan otak Anda dan membantu Anda menjadi produktif di kantor:

1. Olahraga
Seberapa sering Anda diingatkan untuk berolahraga? Imbauan, obrolan, hingga dorongan untuk berolahraga tentu sering kali Anda dengar. Namun, sudahkah dijalankan secara teratur?

"Latihan fisik menjadi cara terbaik menjaga fungsi kognitif untuk mengimbangi pertambahan usia Anda," kata Fred H Gage, PhD.

Pernyataan dari seorang profesor yang juga spesialis penyakit neurodegenerative di Salk Institute, La Jolla, California, ini menjadi salah satu saja referensi tentang pentingnya olahraga. Penelitian yang dilakukan Gage menunjukkan, berolahraga secara signifikan bisa meningkatkan aliran darah ke hipokampus. Hipokampus adalah bagian dari otak besar yang terletak di lobus temporal. Bagian otak ini menghasilkan sel baru yang membantu pertumbuhan dan peningkatan mental seseorang.

2. Tiru cara makan orang Yunani
Jika ingin otak Anda tetap bekerja baik, dengan kecerdasan berpikir sebagai hasilnya, jaga nutrisi dan pola makan Anda seperti cara orang Yunani.

Orang Yunani sejak lama menerapkan pola makan ala Mediteranian. Wajar saja jika banyak ahli filsafat dengan kecerdasan tinggi lahir dari negeri Yunani. Menjalani diet Mediteranian artinya Anda mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah besar, lemak baik seperti minyak zaitun, serta mengurangi konsumsi garam dan daging merah.

Mereka yang menjalani diet Mediteranian mengurangi risiko penyakit Alzheimer, dengan tingkat risiko 40 persen lebih rendah. Demikian disebutkan dalam laporan penelitian dari Universitas Columbia. Penelitian lain menyebutkan, diet Mediteranian ini juga mengurangi risiko kehilangan daya ingat. Para pakar mengklaim, diet memiliki kekuatan sebagai antioksidan yang mampu melawan peradangan.

3. Bertualanglah!
Ingin menjadi individu kreatif? Bertualanglah! Lakukan perjalanan ke berbagai kota atau negara yang belum pernah Anda singgahi. Berbaur dan mempelajari budaya asing atau baru bisa mendorong individu untuk menjadi lebih kreatif. Sebuah penelitian menunjukkan, mereka yang tinggal di luar negeri memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dalam pekerjaan kreatif, seperti menggambar, menulis, dan juga lebih mampu dalam menyelesaikan masalah.

"Mereka dituntut untuk selalu belajar dari berbagai hal yang sederhana," kata penulis penelitian tersebut, William W Maddux, PhD, yang juga asisten profesor perilaku organisasi di sekolah bisnis di Fountainbleu, Perancis.

Sebagai contoh, lanjut Maddux, kebiasaan menyisakan makanan di Amerika dianggap penghinaan, tetapi berbeda dengan di China, hal tersebut dianggap sopan.

"Kemampuan untuk melihat sesuatu dari berbagai sisi dan perspektif yang berbeda, mendorong kita untuk meningkatkan kreativitas," kata Maddux.

Bertualang tak harus dengan menetap di negeri orang. Belajar bahasa asing dan menjadi pakar kuliner negeri orang juga bisa menjadi pilihan lain untuk mengembangkan diri.

4. Menjaga lemak tubuh

Apa kaitannya indeks massa tubuh (body mass index) dengan kerja otak? Rasanya aneh, bahkan terkesan menghubung-hubungkan saja. Namun, sebuah studi menunjukkan keterkaitan antara lemak tubuh yang menimbulkan risiko penurunan daya ingat bagi perempuan, yang pada akhirnya menurunkan produktivitas kerja.

"Lemak melepaskan sitokin (molekul yang membantu memicu respons sistem kekebalan tubuh-RED). Zat ini memproduksi hormon yang membahayakan sel-sel saraf," papar penulis studi, Diana R Kerwin, MD, asisten profesor di Northwestern University Feinberg School of Medicine. Selanjutnya, Kerwin menyarankan perempuan perlu menjaga BMI pada level 20 - 24.

Jadi, pastikan BMI Anda ideal. Artinya, menjaga lemak tubuh tetap normal dan menghindari obesitas. Seseorang dikatakan obesitas jika memiliki nilai BMI di atas 30.

5. Tidurlah dengan benar
Tubuh Anda membutuhkan pasokan energi yang cukup untuk bisa tampil produktif. Untuk memastikan pasokan energi melimpah, tidurlah 7-8 jam setiap malam.

Jangan pernah memaksakan diri bekerja tanpa istirahat yang cukup. Karena jika Anda terus-menerus tak memberi waktu untuk tidur pada malam hari dengan baik, esok hari Anda akan kehilangan fokus, dan tak mampu berpikir rasional. Mulai sekarang, berikan tubuh Anda hak untuk tidur pada malam hari lebih baik lagi.

6. Lakukan hal menyenangkan
Lakukan hal baru yang menantang untuk meningkatkan kemampuan Anda. Seperti hobi memanjat, atau hal baru lainnya yang menyenangkan. Kebiasaan baru dan menyenangkan ini bisa menciptakan jalur saraf baru ke otak. Dengan begitu, pikiran Anda tetap tajam setiap waktu. Kuncinya, pilih aktivitas atau hobi baru yang menyenangkan. Jangan melakukan hobi baru yang hanya akan membuat Anda tertekan.

"Semakin Anda menikmati sebuah aktivitas, Anda terpacu untuk terus menjalaninya," jelas Yaakov Stern, PhD, profesor neuropsikologi klinis di Columbia University.

7. Batasi dan taklukkan pekerjaan Anda
Multitasking sudah menjadi deskripsi kerja yang bisa dialami siapa saja sekarang ini. Namun, meski sukses mengerjakan berbagai pekerjaan dalam satu waktu, hasilnya cenderung tak akan maksimal. Kualitas kerja bisa menurun jika Anda melakukan berbagai hal yang tak ada kaitannya dengan pekerjaan dalam satu waktu.

"Prefrontal cortec, daerah penting untuk pengolahan informasi, secara optimal dirancang untuk melakukan satu hal pada suatu waktu," jelas Adam Gazzaley, MD, direktur Neuroscience Imaging Center, Universitas California, San Francisco.
Dr Gazzaley menyarankan, jika pekerjaan Anda menuntut performa dan konsentrasi tinggi, maka singkirkanlah hal lain yang menganggu. Caranya, matikan situs jejaring sosial, e-mail, atau matikan ponsel (tentunya jika pekerjaan Anda tak ada kaitannya dengan fungsi berbagai alat ini). Segera setelah Anda menyelesaikan pekerjaan dengan sukses, bolehlah Anda update status Facebook atau melakukan hal lain yang tak terkait pekerjaan.


Sumber: kompasfemale
- , , , 0 komentar

9 Kebiasaan Menyegarkan Otak

Rasa jenuh dengan aktivitas sama setiap harinya dapat menimbulkan depresi. Kebosanan ini juga bisa membuat otak Anda merasa 'kurang tertantang'. Jika Anda sering mengalami hal ini, jangan diam saja. Lakukan latihan berikut ini yang bisa membuat Anda seperti memiliki otak 'baru'.
Dorothea Brande, penulis dan editor asal Amerika Serikat yang terkenal dengan bukunya "Wake Up and Live and Becoming a Writer", menyarankan beberapa latihan mental untuk membuat pikiran Anda jadi lebih tajam. Latihan-latihan dimaksudkan untuk menarik Anda keluar dari kebiasaan dan rutinitas, memberikan Anda perspektif berbeda, serta menempatkan Anda dalam situasi yang membutuhkan akal serta kreativitas dalam memecahkan masalah.
Brande percaya, hanya dengan melakukan pengujian dan peregangan sendiri Anda mengembangkan kekuatan mental. Berikut sembilan latihan yang disarankan oleh Brande yang bisa Anda coba, seperti dikutip dari Divine Caroline.
1. Habiskan satu jam setiap harinya dengan tidak berkata apa-apa. Kecuali, untuk menjawab pertanyaan secara langsung, di tengah-tengah kelompok, tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda merajuk atau sakit. Cobalah bersikap sebiasa mungkin.
2. Berpikirlan selama 30 menit setiap hari tentang satu subjek. Mulailah dengan berpikir dalam lima menit jika 30 menit terlalu lama.
3. Berbicaralah selama 15 menit per hari tanpa menggunakan kata "Aku", "Saya", dan  "Milik saya".
4. Cobalah untuk diam di tengah keramaian
5. Lakukan kontak dengan orang baru dan biarkan ia menceritakan banyak hal soal dirinya tanpa ia menyadari.
6. Ceritakan secara eksklusif tentang diri sendiri dan kesenangan Anda tanpa mengeluh, membual atau membuat bosan teman Anda.
7. Buat rencana selama dua jam per hari dan lakukan rencana itu dengan konsekuen.
8. Buatlah 12 kegiatan yang dilakukan secara acak dan spontan. Misalnya, sepulang mendatangi tempat makan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya lalu pulang bukan dengan naik taksi tetapi ojek. Atau, biasanya pada pagi hari Anda minum kopi, minumlah air putih atau jus. Usahakan kegiatan tersebut berbeda dari rutinitas Anda.
9. Dari waktu ke waktu, luangkan setiap harinya menjawab "Ya" untuk setiap permintaan orang lain, tapi tentunya yang masuk akal.


Sumber: vivanews
Senin, 10 Januari 2011 - , , , , , , 0 komentar

5 Tanda Tubuh Perlu Antibiotik


Sering kali ketika tubuh memberikan sinyal sakit seperti hidung tersumbat, batuk, atau tenggorokan sakit, kita langsung mencari si obat super, antibiotik.

Antibiotik memang sangat efektif membunuh bakteri (selama obatnya cocok dengan jenis bakterinya). Namun, 90 persen infeksi pernapasan, seperti flu, disebabkan oleh virus. Penyakit virus adalah penyakit yang sembuh sendiri dalam 5-7 hari.

"Kebanyakan infeksi saluran pernapasan atas disebabkan virus, hanya sedikit saja yang disebabkan bakteri. Bahkan hanya 2 persen dari infeksi sinus yang ditimbulkan bakteri dan perlu antibiotik," kata Lauri Hicks, Direktur Medis Center for Disease Control and Prevention.

Banyak kerugian yang dihadapi akibat pemakaian antibiotik berlebihan atau irasional. Yang paling utama adalah meningkatnya resistensi terhadap bakteri dan terbunuhnya kuman yang baik dan berguna di dalam tubuh. Tempat yang semula ditempati bakteri baik ini akan diisi bakteri jahat atau disebut bakteri super karena bakteri yang tidak terbunuh akan bermutasi menjadi kuman yang resisten.

Kebanyakan infeksi bakteri memang memerlukan antibiotik. Sayangnya agak sulit membedakan infeksi virus dengan infeksi bakteri hanya berdasarkan gejalanya saja. Secara umum ini adalah lima indikasi kapan kita perlu antibiotik.

1. Demam
Apabila Anda mengalami demam, gemetar, dan menggigil, besar kemungkinan Anda terinfeksi bakteri. Tetapi, gejala ini juga sering diakibatkan oleh virus flu. Oleh karena itu, menurut Dr Frank Esper, ahli penyakit infeksi anak, jika di sekitar lingkungan Anda banyak yang sedang terjangkit flu, dokter tidak akan memberikan antibiotik.

2. Lamanya sakit
Infeksi virus yang berlangsung terlalu lama bisa berkembang menjadi serius dan mengundang bakteri, misalnya infeksi sinus. Indikasi pemberian antibiotik adalah jika batuk dan pilek sudah berkelanjutan selama lebih dari 10-14 hari dan terjadi sepanjang hari (bukan hanya pada malam dan pagi hari saja).

3. Warna lendir hijau
Sekresi saluran napas akibat infeksi virus seharusnya encer dan bening. Jika cairan hidung sudah berwarna hijau dan kental, itu adalah tanda infeksi bakteri. Namun, sering kali perubahan warna dahak dan ingus menjadi kental dan kehijaun ini merupakan perjalanan klinis ISPA karena virus. Itu sebabnya, gejala ini bukan indikasi utama pemberian antibiotika.

4. Sakit tenggorokan
Meski tenggorokan berwarna merah dan nyeri saat menelan, dokter akan mencari tanda bercak putih sebagai petunjuk adanya bakteri sebelum meresepkan antibiotik. Kebanyakan gejala flu diawali dengan sakit tenggorokan, namun nyeri tenggorokan yang tidak diikuti dengan gejala flu lainnya bisa jadi tanda infeksi bakteri.

5. Tes lab
Membawa contoh dahak atau cairan hidung ke laboratorium memang cara yang efektif untuk mengetahui ada-tidaknya bakteri. Namun, kultur bakteri ini membutuhkan waktu sedikitnya dua hari dan tentu saja memakan biaya. Oleh karena itu, biasanya dokter tidak meminta tes ini, kecuali Anda dicurigai terkena infeksi tifus.

Sumber: kompashealth
Kamis, 06 Januari 2011 - , , , , , , 0 komentar

Mengatasi Genitnya Anak di Facebook

Media jejaring sosial, terutama Facebook, semakin akrab dengan segala kalangan, termasuk anak dan remaja. Coba simak saja ungkapan perasaan atau kata-kata yang ditulisakan oleh anak, keponakan, atau adik remaja Anda di Facebook.
Anda akan menemukan dunia anak dan remaja yang begitu "genit" dan kadang tak pernah Anda kira sebelumnya. Orangtua perlu lebih bijak menanggapi kondisi ini, agar mampu menguasai diri dari rasa cemas dan khawatir berlebihan.

Tak salah jika dikatakan, Facebook di Indonesia menjadi fenomena. Data menunjukkan, Indonesia menjadi negara penyumbang akun Facebook ketiga terbesar, setelah AS dan Inggris. Peringkat ini meningkat tajam, karena pada 2009 lalu Indonesia masih berada di peringkat tujuh di dunia. Laporan Kontan menuliskan, Agustus 2010 lalu akun Facebook di Indonesia berjumlah 26 juta.

Bagaimanapun, jangan dulu memandang negatif genitnya Facebook yang sukses mengambil hati anak Anda. Jejaring sosial tetap ada positifnya. Meski banyak orangtua yang mulai resah karena mendapati anaknya mulai berkencan melalui Facebook.
Kuncinya, orangtua tetap perlu bijaksana dan tidak mudah terlalu curiga atau mencemaskan anak-anaknya. Ini karena rasanya hampir mustahil bagi orangtua melarang anak mengakses Facebook..
"Manfaat Facebook sebenarnya cukup banyak bila digunakan untuk hal positif. Kata kunci untuk mengendalikan anak-anak adalah dengan mengalihkan perhatian mereka," papar Rienny Hassan, pengasuh rubrik psikologi Tabloid Nova seperti dikutip Warta Klub Nova.
Mengapa demam Facebook menjadi fenomena kalangan anak dan remaja?
Rienny menjelaskan, anak usia praremaja dan remaja punya kebutuhan besar untuk mengidentifikasikan diri dengan segala hal yang lekat dengan atribut "keremajaan". "Yang teman-temannya lakukan, terasa wajib ia lakukan pula," tambahnya.

Facebook menjadi wadah berekspresi yang digemari anak pemalu. Mereka mendapatkan kompensasi luar biasa dari kontak sosial di dunia maya, karena tanpa bertatap muka, obrolan bisa mengalir lancar. Efeknya, kata Rienny, "cinta maya" mudah sekali bersemi dan menjadi prioritas utama. Kisah cinta di dunia maya ini menggeser kesenangan lain yang lebih sehat dan mendewasakan dalam konteks dunia nyata.

Orangtua menjadi teladan nyata
Menurut Rienny, fenomena Facebook berakar dari pencarian jati diri, di tempat yang salah, pada waktu yang salah, pada orang yang salah. Orangtua perlu menjadi teladan bagi anak agar anak punya keinginan dan aspirasi.

Anak perlu ditanamkan kematangan perilaku untuk lebih menghargai dan peduli pada kenyamanan orang lain. Dengan begitu anak mampu berhenti sejenak memikirkan diri sendiri dan punya keinginan menyenangkan hati orangtua atau orang lain di sekitarnya.
Tanpa kematangan seperti ini, egoisme anak akan tumbuh subur. Dampaknya, anak akan cuek, tetap mempertahankan perilaku dan kebiasaan yang membuat orangtua atau orang lain di sekitarnya tak nyaman.

Rienny menjelaskan, untuk mencetak anak dengan kematangan sikap, orangtua perlu meneladani kejujuran, integritas dalam menjalani hidup, yang merupakan pola ideal untuk diadopsi anak nantinya.
Dengan mengadopsi pola ideal ini, anak mampu menjalani hidup dengan keputusan bertanggung-jawab, termasuk membagi waktu untuk hal yang bermanfaat bagi dirinya.
Rasanya jika anak memiliki perilaku seperti ini, meski candu Facebook tak bisa dihindari, anak masih bisa membatasi dirinya.

Bicara dengan bahasa anak dan ciptakan hubungan nyata
Rienny mengatakan, orangtua akan tetap bijaksana dan tidak "parno" atau mudah curiga dan cemas tanpa alasan jelas, bila orangtua rajin meng-update diri dengan kemajuan teknologi.

"Orangtua perlu tahu apa itu internet, apa yang terjadi di warnet, apa rasanya ber-Facebook-an, sehingga kesenangan dan kenikmatan yang melanda anak, bisa dihayati pula," katanya.

Orangtua juga perlu menggunakan bahasa yang sama dengan anak tentang suatu hal. Cara ini akan membuat anak merasa dipercaya sehingga punya tanggung jawab untuk memelihara kepercayaan dari orangtuanya.

"Berikan juga peluang kepada anak untuk merasakan dan kemudian meyakini bahwa individu punya kebutuhan dasar untuk connected. Terhubung secara nyata dengan individu lain, melalui kontak mata, sentuhan, pelukan, dan belaian kasih dari orang yang menyayanginya," jelas Rienny.

Kesempatan berkomunikasi dan berhubungan langsung dengan anak ini perlu diciptakan orangtua agar anak tak semakin terbenam dalam dunia maya yang hanya menawarkan sentuhan semu dan bukan hubungan yang nyata.


Sumber: Kompas Female