Tampilkan postingan dengan label karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karir. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 Mei 2011 - , , 0 komentar

Rekan Kerja Bisa Membunuh Karier Anda

Ada banyak hal  yang bisa menjatuhkan seseorang dari pertemanan. Namun, kita masih bisa mengeruk keuntungan dari pertemanan tadi tanpa harus takut karier kita rusak karenanya. Berikut adalah cara menetapkan batasan untuk pertemanan di tempat kerja:

Berjaga-jaga sejak awal
Anda baru kenal dengan si anak baru. Senda yang terjadi begitu cair. Candanya pun mengalir begitu saja. Hm, hati-hati, Anda akan mudah tergoda untuk menceritakan tentang masalah pribadi. Jangan terlalu cepat berbagi informasi personal Anda seketika itu juga. Waspadalah dengan siapa Anda berbagi cerita pribadi. Jangan terlalu mudah berbagi hal-hal semacam itu. Anda harus memberi waktu yang cukup untuk membangun rasa percaya kepada si dia dan untuk saling mengenal kepribadian. Coba pergi makan siang bersama dulu sambil bicarakan hal-hal yang umum baru pergi hang out bersama.

Minimalisir acara sosialisasi di dalam kantor
Masih wajar jika Anda dan teman di kantor itu pergi makan siang bersama, duduk bersebelahan saat rapat, atau pergi minum kopi bersama sesekali, namun, jangan habiskan berjam-jam di kubikelnya sambil bergosip.

"Jika pertemanan terlalu cair, bisa-bisa terlibat drama kantor, misal; cinta lokasi, bos galak, atau bikin geng memusuhi rekan kerja lain. Hal-hal negatif semacam ini bisa menurunkan produktivitas," terang Susan Shapiro Barash, penulis Toxic Friends: The Antidote for Women Stuck in Complicated Friendships.

Pertemanan di kantor seharusnya cukup sebagai penyeimbang saja. Untuk menjaga pertemanan semacam ini, ada baiknya untuk menjaganya low profile saat di kantor. Untuk urusan acara pribadi dengan si teman, lakukan di luar jam kantor dan di luar lingkungan kerja. Ini akan mencegah tuduhan bahwa Anda terlalu sering bersosialisasi ketika di dalam kantor karena ini akan merefleksikan produktivitas Anda. Disarankan untuk melanjutkan hubungan pertemanan atau urusan di luar urusan kantor di luar lingkungan kerja.

Hati-hati melaporkan hubungan
Jika Anda merasa atasan Anda adalah sahabat terbaik, ingat; ketika ada laporan mengenai hubungan antara dua individu, penting untuk membangun batasan yang disepakati bersama agar yang lainnya tidak merasa ada perlakuan khusus atau ketidakadilan dari si atasan.

Meski bos Anda adalah sahabat terbaik Anda, bukan berarti Anda bisa menyombongkan kedekatan ini di kantor. Ketika menyangkut promosi, Anda tak ingin kan rekan kerja lain berpikir bahwa karier Anda bisa naik karena pertemanan dengan bos?

Lain lagi jika Anda punya teman yang setara. Awalnya berteman seangkat, kemudian salah satu dari kalian dapat promosi, maka batasan baru pun harus mulai dipasang. Misal, Anda dan rekan kerja berada dalam grup yang berisi 5 orang yang saling dekat. Tiba-tiba Anda mendapat promosi dan naik ke jabatan yang lebih tinggi. Anda sudah tak bisa lagi komplain mengenai cara kerja anggota grup tadi ke anggota lainnya, meski itu cara Anda sebelum dipromosi. Karena ini akan menyakiti pertemanan Anda, termasuk reputasi Anda. Jangan lupa, fokus utama Anda adalah pekerjaan, artinya, Anda harus mematok batasan dengan rekan kerja Anda mengenai seberapa banyak waktu yang bisa Anda lewatkan untuk saling bercanda dan banyaknya ungkap pikiran yang ditukar.

Anda pun mesti menghormati batasan yang diberikan oleh rekan kerja Anda. Meski hal itu terlontar secara eksplisit. Misal, saat Anda sedang bercerita tentang kencan Anda semalam, dan si teman Anda itu tiba-tiba mematikan monitor sambil melihat jam tangan. Itu tanda-tanda bahwa ia tak ingin tahu mengenai hal pribadi Anda.
Punya pengalaman bagaimana teman kerja membuat kinerja tidak produktif atau merusak karier dan cara Anda mengatasinya?


Sumber :careerbuilder
- , , , 0 komentar

Membangun Karma Baik di Kantor

Anda pasti mengerti pentingnya membangun hubungan yang kuat. Tanpa orang lain, hidup terasa hampa. Begitu juga hidup di kantor. Jika Anda ingin sukses di kantor, Anda butuh dukungan dan rasa hormat dari rekan kerja. Lagipula Anda tak pernah tahu kapan anda akan diminta bekerja satu tim dengan rekan kerja yang mana. Belum lagi ketika Anda sedang kesusahan saat sudah tenggat waktu. Memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja juga bisa membantu suasana kerja lebih menyenangkan.

Berikut 8 cara untuk membangun karma yang baik di kantor:
1. Ramah
Reputasi Anda tak hanya dibangun lewat kualitas pekerjaan. Sikap Anda pun juga menjadi faktor. Tersenyum dan menyapa rekan kerja yang berpapasan di lorong juga bisa menjadi cara untuk menampilkan kesan bersahabat dan positif. Langkah kecil lain, seperti membukakan pintu dan menahan pintu lift untuk rekan kerja juga bisa membantu. Lagipula, siapa sih yang tak suka bekerja dengan orang yang bersahabat?

2. Menawarkan bantuan
Jika Anda melihat rekan kerja sedang kesusahan karena proyek yang sedang ia kerjakan, sementara Anda sedang bersantai, tawarkanlah bantuan. Kolega Anda akan sangat berterima kasih dan mengingat bantuan Anda, siapa tahu ia akan membantu Anda saat kesusahan di masa mendatang.

3. Sukarela untuk proyek yang tak diinginkan
Jika Anda bisa mengajukan diri untuk melakukan suatu tugas, Anda bisa membangun citra diri sebagai team player, plus Anda bisa melatih kemampuan baru dalam prosesnya. Bonusnya, tipe-tipe proyek ini kadang sangat penting di mata manager, dan maju untuk mencalonkan diri bisa menjadi cara untuk dikenali oleh atasan Anda.

4. Bersih-bersih
Jangan menjadi orang yang menyusahkan pekerjaan teman kerja lain. Contoh, berbenahlah setelah Anda menggunakan ruang istirahat atau ruang rapat. Dalam survei yang dilakukan Robert Half International, meninggalkan ruangan bersama dalam keadaan berantakan adalah hal yang paling menyebalkan dan paling tak disukai orang kantoran.

Lainnya, jika Anda menggunakan barang bersama, seperti printer, pastikan dalam keadaan baik. Misal, jika ada kertas yang menyangkut, tinta habis, atau lainnya, atasi segera supaya orang yang menggunakannya sesudah Anda bisa menggunakan kembali.

5. Waspada kebiasaan menyebalkan Anda
Sebisa mungkin hindari kebiasaan yang bisa mengganggu orang lain, khususnya jika Anda bekerja dalam satu ruangan besar dan orang-orangnya duduk berdekatan. Contoh, jika Anda harus mendengarkan lagu saat mengetik, kenakanlah headphone. Hindari penggunaan speaker kecuali memang diminta rekan lain dan diperlukan. Bagi sebagian orang, bekerja sambil mendengarkan musik bisa jadi hal yang menyebalkan. Jika Anda suka makanan yang berbau menyengat, makanlah di luar ruangan, siapa tahu ada rekan kerja Anda yang sedang hamil dan tak bisa mencium bau-bauan menyengat.

6. Ajak anak baru untuk makan siang bersama

Anda pasti ingat bagaimana rasanya menjadi anak baru, yang tak mengenal siapa-siapa, dan bingung akan segalanya. Jangan segan untuk membantu anak baru di kantor dengan mengundangnya makan siang bersama agar Anda bisa menjelaskan mengenai tata cara atau aturan di kantor. Tindakan kecil semacam ini bisa membuatnya memiliki ikatan tersendiri dengan Anda.

7. Dengarkan

Anda bisa saja memegang teguh pendapat Anda bahwa cara itulah yang terbaik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan. Namun, tak ada salahnya kan mendengar pendapat orang lain tanpa memaksakan pendapat Anda? Memperlihatkan rasa hormat kepada ide orang lain membuat orang lain tahu bahwa Anda menghargai opini mereka. Sebagai tambahan, Anda bisa membangun pengetahuan mereka dengan solusi superior hingga Anda bisa mewujudkan pendapat Anda.

8. Hormati usaha orang lain
Ini bisa jadi merupakan aturan terpenting. Saat seorang rekan kerja membantu Anda membuat pekerjaan lebih mudah, ucapkan rasa terima kasih Anda. Jika usaha mereka memang sungguh luar biasa, sampaikan kepada atasan Anda. Kolega Anda akan sangat senang membantu Anda jika upayanya dihargai oleh Anda.

Ingat, perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan agar Anda bisa membangun reputasi sebagai kolega yang menyenangkan dan sangat membantu.


Sumber  : careerbuilder
- , , 0 komentar

Tipe-tipe Unik Rekan Kerja dan Cara Hadapinya

Suka atau tidak, Anda harus bertemu dengan rekan sekantor, bahkan mungkin kerja Anda pun bersinggungan dengan mereka. Berikut adalah beberapa tipe umum rekan kerja dan cara menghadapinya:

Si Antik

Sekian puluh tahun bekerja di perusahaan membuat orang ini cukup tahu banyak tentang sejarah perusahaan. Perubahan dalam sistem perusahaan bisa membuatnya ketakutan dan siap pasang wajah garang. Cara menghadapi tipe rekan kerja seperti ini harus ekstra sabar dan penuh hormat. "Ingat dalam kepala Anda, si tipe antik ini adalah orang yang sudah berhasil melewati masa-masa sulit perusahaan, PHK, dan lainnya. Bisa dikatakan, ia sudah tahu seluk-beluk perusahaan, apa pun posisinya," jelas Elizabeth Freedman, pengarang "Work 101: Learning the Ropes of the Workplace Without Hanging Yourself" dan "The MBA Student's Job-Seeking Bible."

Tipe Antik semacam ini umumnya senang mengomel dan menggerutu. Bisa jadi karena ia bosan, tetapi masih takut akan perubahan sistem atau teknologi yang dibawa oleh anak-anak baru yang masih muda. Ia mungkin akan sulit menerima dan mencerna perubahan-perubahan itu. Supaya tidak menyakiti perasaannya dan bisa merebut hatinya, cobalah dekati ia perlahan dan ajarkan perlahan tanpa membuatnya merasa bodoh atau merendahkan pengetahuannya. Kerendahan hati dan rasa hormat untuk mengajari dia akan membuatnya merasa dihargai.

Si Bintang Sinetron
Mobilnya mogok sebelum presentasi besar, dan ia yakin istrinya sedang berselingkuh, ia tak suka dengan pacar baru anaknya, dan ia merasa tetangganya memata-matainya.

Meski terdengar konyol, tetapi menurut Kathi Elster, pengarang "Working With You Is Killing Me," tipe-tipe dramatis semacam ini bisa bikin frustasi. Tipe semacam ini hanya ingin diperhatikan, dan tiap kali diberikan saran, mereka tidak mendengar atau menjalankan. Mereka cuma ingin diperhatikan dengan drama hidupnya. Untuk menghadapi hal-hal semacam ini disarankan mengarahkan pembicaraan dengan kalimat diplomatis, seperti, "Aku  yakin kamu punya teman-teman dekat yang lebih mengerti hal-hal semacam ini, aku kurang paham soal semacam ini," lalu gantilah topik pembicaraan.

Tipe Pendiam
Tipe seperti ini lebih senang makan siang di mejanya, pergi dan pulang tanpa salam. Umumnya tipe ini rajin ikut rapat, tetapi Anda tak pernah ingat dia bicara apa pun di rapat itu. Menurut pengamatan Elster, tipe ini adalah pekerja yang bagus. Mereka selalu mengerjakan tugas yang diminta, tetapi mereka sulit maju karena sulit sekali menyuarakan isi kepalanya. Untuk bisa akur dengan tipe seperti ini, cobalah untuk lebih dekat dan jadi orang yang pengertian. Pujian tulus, khususnya di depan orang lain, akan membantunya membuka diri kepada Anda karena ia tahu Anda bukan musuhnya.

Tipe Korban
Sering mengeluh selalu mendapat klien yang sulit, ada yang mencuri pulpennya, dan sebagainya. Setiap keputusan yang berhubungan dengannya selalu dianggap sebagai hal yang membuat hidupnya sengsara.

Tipe Korban selalu merasa setiap orang punya niat jahat padanya. Untuk berhadapan dengan orang semacam ini, biarkan ia mengeluarkan isi pikirannya, tak perlu terlalu mengambil pusing isi pembicaraannya, lalu langsung ganti subyek obrolan.

Tipe Pemarah dan Tidak Puas
Tipe ini tidak bisa terima segala sesuatu yang tidak memuaskan hatinya. Jadwal rapat yang mundur sejam saja sudah siap membuatnya meledak. Ia akan memasang tampang mencibir ketika diminta memperbaiki laporannya. Ia tipe yang berani mengungkap dan membiarkan semua orang mendengar isi pikirannya jika ada yang tak sesuai keinginannya, dan biasanya suaranya cukup lantang untuk didengar semua orang. Tetapi tipe seperti ini cenderung punya taktik pasif-agresif. Ia pun tak segan-segan mengungkit kesalahan seseorang terhadapnya di depan orang lain. Intinya, jangan sampai menyinggung dirinya.

Yang bisa dilakukan untuk berhadapan dengan orang ini adalah kesabaran ekstra untuk menelan harga diri dan menciptakan situasi aman dan nyaman baginya, supaya ia tahu, Anda tidak bermaksud buruk padanya. Ketika ia merasa dihormati dan bisa percaya pada Anda, emosi negatifnya akan mulai mengendur, mudah-mudahan ia pun akan bisa mendengarkan. Jika Anda mau mendengarkannya, ia pun akan mau mendengarkan isi pikiran Anda.

Tipe Direktur Sosial

Tipe ini sangat suka mengatur acara tukar kado, dan memastikan setiap orang mengetahui tanggal piknik kantor. Bergantung dengan mood Anda, energi yang ia berikan akan sangat berkharisma dan penuh rasa syukur. Nikmati keuntungan bekerja dengan tipe rekan kerja semacam ini. Anda tak perlu merasa takut melewatkan tanggal-tanggal penting kantor. Tipe ini paling suka menyelenggarakan acara-acara kantor. Jika jadwal Anda penuh dan isi kantong makin menipis, sebaiknya tolak ajakannya untuk patungan dengan perlahan dan sopan. Jangan lupa pula untuk mengingat ulang tahunnya supaya ia merasa dihargai dan dicintai, karena jelas ia sangat menghargai hari-hari raya.

Sumber :careerbuilder