Tampilkan postingan dengan label dunia kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia kerja. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 21 Mei 2011 - , , 0 komentar

Bagaimana Belajar Mencintai Pekerjaan?

Banyak faktor yang menentukan seseorang bisa mencintai pekerjaannya atau tidak. Kesesuaian latar belakang pendidikan, keterampilan, pengetahuan, dan minat seseorang dengan pekerjaan akan membuat seseorang merasa nyaman dengan pekerjaannya.

Menurut Donna Turner, praktisi dari Sumber Daya Manusia Experd, tercapainya harapan seseorang akan kondisi lingkungan fisik kerja yang sesuai, hubungan atasan dan bawahan yang harmonis, gaji dan reward yang pas, tantangan dan kompleksitas kerja yang sesuai dengan kapasitas pribadi juga ikut menentukan.

Selain itu masih ada juga citra positif perusahaan tempat seseorang bekerja, load kerja, manajemen waktu yang efisien, serta masih banyak faktor lain. Semua ini akan menentukan bahagia-tidaknya seseorang dengan pekerjaan yang ia lakukan. Anda bisa menelusuri di sini. Apa saja penyebab ketidakbahagiaan Anda untuk kemudian dicari jalan keluarnya.

1. Konsultasi pada psikolog karier
Pertimbangkanlah kembali jika Anda berpikir bahwa rutinitas adalah hal yang menjadi batu sandungan bagi Anda, perhitungkan sejauh mana rutinitas yang bisa Anda toleransi, dan sejauh apa yang bisa membuat Anda tertekan dan terbebani. Apakah rutinitas yang berkaitan dengan interpersonal, suasana fisik kantor, prosedur/proses kerja, ataupun hasil kerja, yang membuat Anda tidak bahagia dengan pekerjaan saat ini.
Berkonsultasi dengan psikolog karier bisa membantu Anda mengakses kemampuan diri yang terpendam. Anda bisa mengikuti tes-tes minat serta alat-alat ukur/assesment yang digunakan dalam penelusuran karier. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui jenis pekerjaan/karier, serta minat yang sesuai bagi Anda.

2. Alternatif solusi praktis
Jika ternyata pekerjaan/karier yang Anda jalani sekarang kurang sesuai, pertimbangkan untuk mengawali lagi pilihan pekerjaan yang lebih cocok. Jika ternyata pekerjaan/karier Anda saat ini sudah sesuai, pertimbangkan faktor-faktor apa yang menjadi penghambat kepuasan Anda bekerja saat ini. Sebagaimana diurai di atas, diskusikan alternatif solusi praktis apa saja yang bisa Anda ambil untuk menentukan langkah selanjutnya.

Lihat pula kecenderungan Anda pada masa-masa sebelumnya. Misal, dalam tiga tahun terakhir, Anda sudah tiga kali pindah kerja dengan siklus waktu kerja yang cenderung pendek, bisa diindikasikan bahwa ketika Anda mulai merasa menguasai suatu hal, lalu merasa pekerjaan yang dilakoni sebagai rutinitas, berarti Anda kurang tertantang. Jika begitu, cobalah cari tantangan pekerjaan yang sifatnya moderate (sedang) untuk meningkatkan semangat kerja Anda. Setiap unit kerja tentu memiliki ragam spektrum kerja dengan tingkat kesulitan dan kompleksitas kerja yang berbeda.

3. Tumbuhkan "mindset" positif
Diskusikan dengan atasan Anda, kemungkinan mendapatkan tanggung jawab kerja yang baru, yang bisa meningkatkan level keterampilan dan pengetahuan Anda. Ajukan diri untuk terlibat dalam project baru yang berkaitan dengan role kerja Anda, jika terbuka tawaran tersebut di tempat kerja Anda. Bergabunglah dengan grup profesi, yang sesuai dengan profesi Anda, dengan memperluas networking sekaligus meng-update regulasi baru, tren, dan ilmu baru, berkaitan dengan profesi kerja Anda. Hal ini tentu akan bermanfaat bagi perusahaan Anda saat ini maupun bagi Anda pribadi.

Bisa-tidaknya Anda menikmati pekerjaan tergantung juga pada bagaimana mindset Anda terhadap pekerjaan tersebut. Tumbuhkan mindset positif. Visualisasikan hal-hal detail dan menarik mengenai pekerjaan yang sudah didapatkan dan ingin Anda optimalkan. Tanamkan itu di benak dan hati Anda dari waktu ke waktu. Hal ini akan mendorong kecintaan terhadap pekerjaan dan membuat Anda tergerak membereskan dan mengatasi hal-hal yang mengganjal rasa suka Anda pada pekerjaan tersebut.

Selamat mencoba!




Sumber :CHIC
- , , , 0 komentar

Membangun Karma Baik di Kantor

Anda pasti mengerti pentingnya membangun hubungan yang kuat. Tanpa orang lain, hidup terasa hampa. Begitu juga hidup di kantor. Jika Anda ingin sukses di kantor, Anda butuh dukungan dan rasa hormat dari rekan kerja. Lagipula Anda tak pernah tahu kapan anda akan diminta bekerja satu tim dengan rekan kerja yang mana. Belum lagi ketika Anda sedang kesusahan saat sudah tenggat waktu. Memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja juga bisa membantu suasana kerja lebih menyenangkan.

Berikut 8 cara untuk membangun karma yang baik di kantor:
1. Ramah
Reputasi Anda tak hanya dibangun lewat kualitas pekerjaan. Sikap Anda pun juga menjadi faktor. Tersenyum dan menyapa rekan kerja yang berpapasan di lorong juga bisa menjadi cara untuk menampilkan kesan bersahabat dan positif. Langkah kecil lain, seperti membukakan pintu dan menahan pintu lift untuk rekan kerja juga bisa membantu. Lagipula, siapa sih yang tak suka bekerja dengan orang yang bersahabat?

2. Menawarkan bantuan
Jika Anda melihat rekan kerja sedang kesusahan karena proyek yang sedang ia kerjakan, sementara Anda sedang bersantai, tawarkanlah bantuan. Kolega Anda akan sangat berterima kasih dan mengingat bantuan Anda, siapa tahu ia akan membantu Anda saat kesusahan di masa mendatang.

3. Sukarela untuk proyek yang tak diinginkan
Jika Anda bisa mengajukan diri untuk melakukan suatu tugas, Anda bisa membangun citra diri sebagai team player, plus Anda bisa melatih kemampuan baru dalam prosesnya. Bonusnya, tipe-tipe proyek ini kadang sangat penting di mata manager, dan maju untuk mencalonkan diri bisa menjadi cara untuk dikenali oleh atasan Anda.

4. Bersih-bersih
Jangan menjadi orang yang menyusahkan pekerjaan teman kerja lain. Contoh, berbenahlah setelah Anda menggunakan ruang istirahat atau ruang rapat. Dalam survei yang dilakukan Robert Half International, meninggalkan ruangan bersama dalam keadaan berantakan adalah hal yang paling menyebalkan dan paling tak disukai orang kantoran.

Lainnya, jika Anda menggunakan barang bersama, seperti printer, pastikan dalam keadaan baik. Misal, jika ada kertas yang menyangkut, tinta habis, atau lainnya, atasi segera supaya orang yang menggunakannya sesudah Anda bisa menggunakan kembali.

5. Waspada kebiasaan menyebalkan Anda
Sebisa mungkin hindari kebiasaan yang bisa mengganggu orang lain, khususnya jika Anda bekerja dalam satu ruangan besar dan orang-orangnya duduk berdekatan. Contoh, jika Anda harus mendengarkan lagu saat mengetik, kenakanlah headphone. Hindari penggunaan speaker kecuali memang diminta rekan lain dan diperlukan. Bagi sebagian orang, bekerja sambil mendengarkan musik bisa jadi hal yang menyebalkan. Jika Anda suka makanan yang berbau menyengat, makanlah di luar ruangan, siapa tahu ada rekan kerja Anda yang sedang hamil dan tak bisa mencium bau-bauan menyengat.

6. Ajak anak baru untuk makan siang bersama

Anda pasti ingat bagaimana rasanya menjadi anak baru, yang tak mengenal siapa-siapa, dan bingung akan segalanya. Jangan segan untuk membantu anak baru di kantor dengan mengundangnya makan siang bersama agar Anda bisa menjelaskan mengenai tata cara atau aturan di kantor. Tindakan kecil semacam ini bisa membuatnya memiliki ikatan tersendiri dengan Anda.

7. Dengarkan

Anda bisa saja memegang teguh pendapat Anda bahwa cara itulah yang terbaik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan. Namun, tak ada salahnya kan mendengar pendapat orang lain tanpa memaksakan pendapat Anda? Memperlihatkan rasa hormat kepada ide orang lain membuat orang lain tahu bahwa Anda menghargai opini mereka. Sebagai tambahan, Anda bisa membangun pengetahuan mereka dengan solusi superior hingga Anda bisa mewujudkan pendapat Anda.

8. Hormati usaha orang lain
Ini bisa jadi merupakan aturan terpenting. Saat seorang rekan kerja membantu Anda membuat pekerjaan lebih mudah, ucapkan rasa terima kasih Anda. Jika usaha mereka memang sungguh luar biasa, sampaikan kepada atasan Anda. Kolega Anda akan sangat senang membantu Anda jika upayanya dihargai oleh Anda.

Ingat, perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan agar Anda bisa membangun reputasi sebagai kolega yang menyenangkan dan sangat membantu.


Sumber  : careerbuilder