Tampilkan postingan dengan label berfikir positif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berfikir positif. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Mei 2011 - , , 0 komentar

Tanda Pribadi yang Tak Menghargai Diri

Penghargaan atas diri memengaruhi karakter seseorang serta caranya berpikir dan bersikap dalam mengatasi berbagai masalah. Sejumlah individu mungkin saja terlihat sudah sangat menghargai dirinya, bahkan kadang berlebihan. Namun tak sedikit juga individu yang memiliki masalah dengan penghargaan diri.

Bagaimana seseorang menghargai dirinya, sangat dipengaruhi oleh hubungan, pengalaman, dan pikiran. Ketika seseorang memiliki persepsi positif terhadap dirinya, ia cenderung lebih bahagia. Orang dengan penghargaan diri yang sehat memahami kemampuannya, serta kelebihan dan kekurangan dalam dirinya. Inilah yang membuat individu ini nyaman dan bahagia atas dirinya.

Sebaliknya, jika seseorang kurang memiliki persepsi baik tentang diri, ia cenderung akan merasa tak puas dengan dirinya, dalam arti negatif. Ia mempersepsikan dirinya buruk dan tak punya penghargaan atas diri. Masalah seperti ini tak hanya penting didiskusikan kepada anak. Karena orang dewasa pun masih mengalami masalah penghargaan diri rendah. Masalah self-esteem rendah pada orang dewasa semakin kompleks karena ia berelasi dan berinteraksi dengan berbagai lingkungan seperti tempat kerja.

Terdapat sejumlah tanda individu dengan penghargaan diri rendah. Jika Anda menemukan satu atau lebih karakter self-esteem yang rendah berikut ini, mulailah membangun kembali persepsi yang positif tentang diri Anda.

* Cenderung menyalahkan diri sendiri, atau melakukan self-talk yang negatif. Contohnya, "Saya pecundang", "Saya salah", "Saya kalah".

* Fokus pada kelemahan diri, bukan pada kelebihan atau sisi positif dalam diri.

* Membutuhkan pengakuan dari orang lain, karena cenderung merasa tak percaya diri.

* Cenderung memberikan feedback negatif.

* Seringkali merasa takut gagal, yang pada akhirnya menghambat kesuksesan dalam segala hal.

* Kesulitan menghadapi situasi sulit atau tekanan tertentu.

Jika karakter yang membuat Anda merasa buruk terhadap diri sendiri ini terpelihara, rasa penghargaan atas diri akan semakin terkikis.

Self esteem yang rendah disebabkan banyak faktor, di antaranya reaksi orang terhadap Anda, pikiran dan persepsi diri yang cenderung negatif, pengalaman buruk di sekolah atau di tempat kerja yang meruntuhkan kepercayaan diri, penyakit atau cacat fisik, budaya, agama, hingga status sosial. Apapun penyebab dan faktor yang membuat self esteem rendah, Anda perlu menelaahnya kembali. Dengan begitu Anda meningkatkan kembali penghargaan diri secara bertahap.

Sumber: Mayo Clinic
- , , , 0 komentar

Cara Menggerutu yang Positif

Jika masalah terasa begitu berat dan emosi memuncak, tak ada salahnya menggerutu, namun lakukan dengan cara yang manis. Kebiasaan mengeluh ternyata bisa mendatangkan hal positif bagi diri sendiri. Robin Kowalski, PhD, psikolog dari Clemson University, menyarankan beberapa langkah yang tepat agar emosi terjaga dan Anda terbebas dari masalah yang mengganggu pikiran.

* Atur siasat yang tepat
Ceritakan masalah yang Anda hadapi kepada orang yang benar-benar tertarik mendengarkan. Pastikan Anda bercerita tidak kepada orang yang itu-itu saja. Sebab, bisa saja dia berpikir Anda tukang menggerutu.

* Sampaikan dengan jelas apa yang menjadi kekesalan Anda

Boleh saja menyampaikan kekesalan Anda kepada orang lain, namun pastikan isi pesannya jelas, bukan sekadar marah-marah tanpa sebab. Namun, jika kita bermaksud ingin mengubah keadaan, cobalah untuk melakukan sesuatu ketimbang hanya berkeluh-kesah.

* Gunakan kalimat positif
Gunakan fakta dan sampaikan secara diplomatis. Alih-alih berkata, "Ibuku selalu sulit diajak kompromi", lebih baik menggantinya dengan kata-kata, "Ibuku kurang fleksibel". Penggunaan kalimat positif membuat keluhan Anda lebih berdampak baik bagi diri sendiri dan orang lain.

* Pilih waktu yang tepat

Penyampaian keluhan pada waktu yang tidak tepat akan membuat kita dianggap sebagai pengganggu. Anda boleh saja mengeluh, namun juga tetap perlu menahan diri, mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan keluh kesah.


sumber: kompas female
Kamis, 04 November 2010 - , , , , , 0 komentar

9 Langkah Menuju Sikap Mental Positif

Dalam menjalani kehidupan ini berfikir positif ato klo orang bule bilang "posistive thinking" sangat mutlak dimiliki. Kenapa??? Karenan dengan selalu berfikir positif, maka kita akan selalu enjoy baik saat sedang senang maupun susah. Kalau kita senantiasa berfikir positif, maka kita tidak akan pernah merasa depresi ataupun stres. Nah sekarang masalahnya gimana caranya untuk mempunyai sikap tersebut. Baca deh yang di bawah.
 
Langkah 1 : Kuasai Pikiran Anda Dengan Penuh Keyakinan
Hanya ada satu jalan menuju sikap mental positif: Anda harus mengendalikan pikiran anda dengan penuh keyakinan. Pikiran kita adalah keajaiban terbesar di alam semesta.
Setiap orang memiliki harta karun yang menakjubkan yaitu otak dan saraf. Semua orang normal pada prinsipnya mewarisi kekuatan untuk meraih segala hal yang telah diraih oleh orang lain atau sedang berusaha diraih orang lain. Kita memiliki kekuasaan untuk mengarahkan semangat, emosi, naluri, kecendrungan, perasaan, suasana hati, sikap dan perilaku anda menuju sebuah hasil akhir. Terserah anda bagaimana menggunakan semua ini.
Untuk menangkis segala hal negatif, afirmasikan selalu seperti ini :
”Pikiran saya adalah milik saya, saya akan mengendalikannya!”
Langkah 2 : Tetapkan Pikiran Anda pada Apa yang Anda Inginkan dan Singkirkan dari Apa yang Tidak Anda Inginkan
Kebanyakan cara kita berpikir akan digantikan oleh kata-kata, tetapi pikiran motivasional yang terdalam biasanya berupa gambar, bukan kata-kata. Jika sebuah gagasan muncul, biasanya berupa gambar, bukan sebagai rangkaian kalimat yang berjalan di kepala kita. Gambar adalah cara berpikir paling awal dan paling kuat.
Oleh karenanya, kita harus belajar mendisiplinkan pikiran kita dan memvisualisasikan hal-hal yang anda inginkan. Jangan biarkan lingkungan atau orang lain mendiktekan bayangan negatif pada kita.
Langkah 3 : Terapkan Hukum Utama
Perlakukan orang lain seperti anda ingin diperlakukan. Sebaliknya jangan memperlakukan orang lain dengan buruk jika kita tidak ingin diperlakukan demikian.
Carilah hal-hal baik pada setiap orang dan setiap situasi secara konsisten.
Langkah 4 : Singkirkan Semua Pikiran Negatif Melalui Pemeriksaan Diri
Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa mereka sedang berpikir negatif kecuali jika mereka secara sadar berusaha untuk memeriksa pikiran, tindakan dan reaksi mereka sendiri. Cukup tanyakan pada diri kita,”apakah ini positif atau negatif?”. Ketika kita gagal menguasai pikiran kita, maka reaksi kita cenderung akan negatif.
Semakin sering kita berlatih menggunakan sikap mental positif, semakin cepat kita menyadari munculnya pikiran negatif.
Langkah 5 : Berbahagialah! Buatlah orang lain bahagia!
Supaya kita merasa bahagia, bertingkahlah seperti orang bahagia! Agar bersemangat, kita harus bertindak dengan penuh semangat.
Anda pada akhirnya akan mengalami rasa bahagia dan semangat yang akan terlihat dengan sendirinya tanpa anda harus memusatkan perhatian padanya.
Langkah 6 : Bentuklah Kebiasaan Bertolerensi
Berpikirlah terbuka terhadap orang lain. Cobalah untuk menyukai dan menerima orang lain apa adanya dan bukan menuntut atau berharap mereka bisa seperti yang kita harapkan. Carilah kebaikan dalam diri orang lain dan belajarlah menyukai orang lain.
Berikut adalah sedikit kutipan dari tulisan Napoleon Hill : ”Berapa lama, oh Tuhan, kami mahluk yang lemah ini akan menyadari kebodohan kami dengan mencoba merusak satu sama lain karena perbedaan agama dan ras?”
Cinta dan kasih menciptakan lingkungan mental dan fisik dimana sikap mental positif bisa berkembang. Setiap hari, lakukanlah sesuatu yang baik.
Langkah 7 : Berikan Sugesti Positif Pada Diri Sendiri
Sugesti adalah stimulus tertentu yang dikirimkan menuju otak anda lewat kelima indera: penglihatan, pendengaran, perasa, peraba atau pembau. Semuanya adalah jalan yang digunakan oleh untur-unsur eksternal untuk memengaruhi hidup kita setiap hari. Selama proses ini dapat kita kontrol, upayakan agar apa yang masuk dalam kelima indera anda adalah sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kebahagiaan. Ambillah hal-hal yang indah saja.
Langkah 8 : Gunakan Kekuatan Doa
Ketika anda berdoa, percayalah pada apa yang anda minta. Dalam setiap badai, jiwa anda akan mendapat perlindungan dari sebuah doa.
Langkah 9 : Tetapkan Tujuan
Menetapkan tujuan adalah satu cara untuk menjaga pikiran kita tetap berada pada hal yang kita inginkan, dan menjauhi hal-hal yang tidak kita inginkan.
Tuliskan tujuan anda dalam selembar kertas. Visualisasikan diri anda sendiri sedang meraih tujuan ini. Buatlah perencanaan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, kemudian ubahlah rencana tersebut menjadi sebuah tindakan.

 Woke, itu dulu yach yang bisa dishare. Sukses buat kita!

regards, yatik