Rabu, 16 November 2011 - , , , 0 komentar

Akhirnya Pecah Juga Gelas Retak itu!

Inilah yang dapat ku katakan sekarang "Akhirnya pecah juga gelas retak itu!". Awalnya aku sangat sedih, kecewa dan bermacam-macam lagi perasaan negatif menyelimutiku. Perlu beberapa hari untuk bisa menerima segala macam perasaan negatif itu. Aku memang tidak boleh mengabaikannya karena semua jenis perasaan harus diperlakukan sama, harus diterima, dirasakan tetapi jangan ambil tindakan, itu kata sahabatku yang selalu ku ingat dan ku laksanakan ketika aku mengalaminya. Tentu saja menerima dan merasakan perasaan negatif tidak semudah sewaktu kita mengalami perasaan positif. Aku harus meyakinkan diriku sendiri untuk bisa mau menerima dan merasakan perasaan itu sedikit demi sedikit. 
Sebenarnya ada beberapa hal yang perlu disyukuri dari pecahnya gelas retak ini. Aku tidak perlu lagi menyisihkan energi untuk menjaganya lagi, aku terbebas. Selain itu tentu saja, lebih baik memang ianya pecah daripada ada tapi tidak bisa digunakan. Lalu dengan kesadaran diri, ku ambil serpihan kacanya satu persatu yang biarpun melukai jari-jemariku, tetapi tetap aku bersihkan agar tiada lagi orang lain yang akan terluka karena serpihannya. Ku taruh serpihan-serpihan itu dalam suatu wadah, kemudian ku simpan di tempat yang aku bisa melihatnya agar aku selalu ingat untuk tidak mengulangi kesalahanku yang lalu. Pedih ketika melihatnya, tapi aku yakin, itu hanyalah sementara. Ku katakan pada diriku sendiri "Apakah ini merupakan masalah yang besar tahun depan?", tentu saja jawabannya "TIDAK!".
Ketika sedang berada dalam titik terendah dari gelombang, aku harus berulang-ulang mengatakan pada diriku sendiri "Jangan mempermasalahkan hal-hal kecil, semuanya hanyalah masalah kecil". 
Ku yakinkan diriku, Tuhan hanya memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Jika ingat hal ini, aku tenang. Satu hal lagi yang perlu ku pelajari dan aku harus lulus kali ini supaya tidak perlu mengulang pelajaran ini lagi adalah "Jangan Terlalu Berharap, Tetap Bersabar!". Setiap ujian yang diberikan-Nya semata-mata untuk peningkatan kualitas diri kita.Dan memang benar adanya, kalau kembali menengok beberapa tahun ke belakang, maka aku sungguh teramat bersyukur kenapa waktu itu aku harus terluka. Kita menjadi seperti adanya kita sekarang ini semata-mata bukan karena kita menjalani kehidupan dengan mulus bukan?
Intinya adalah kita harus selalu bersyukur dan bersabar atas apapun yang kita alami.Tetap melangkah dengan anggun dan tersenyum. Semuanya terjadi tentu saja dengan suatu alasan yang tentunya adalah yang terbaik bagi kita. Sekali lagi,"DON'T SWEAT THE SMALL STUFF; IT'S ALL SMALL STUFF".




.:py-10162011:.

0 komentar:

Posting Komentar