Pernah tahu bagaimana kakak laki-laki atau teman laki-laki kalau sedang patah hati? Saat diputuskan, mereka merasakan sakit yang sama dengan kita. Hanya saja, mereka berusaha menutupinya dengan melakukan berbagai aktivitas. Dari mengurung diri di kamar (sambil tidur, menangis, tidur lagi, menangis lagi) hingga traveling ke luar kota atau luar negeri.
Pria sebenarnya juga membutuhkan dukungan emosional, tetapi mereka enggan melakukannya. Mereka tak terbiasa mengekspresikan perasaan, oleh karena itu ketahuan sedang patah hati juga tak disukainya. Mereka justru menghindari percakapan mengenai apa yang salah atau siapa yang benar. Beda dengan kita yang justru ingin membahasnya terus-menerus.
Sepuluh cara berikut ini hanya aktivitas rata-rata yang dipilih pria, karena setiap orang tentunya memiliki kepribadian yang unik dan mempunyai cara berbeda dalam mengatasi sakit hati. Intinya sih, mengalihkan pikiran dari kenangan lama yang menyakitkan.
Ngumpul bersama teman-temannya. Biasalah, seperti Anda juga, pria berusaha melupakan masalahnya dengan berkumpul dengan orang-orang yang tidak akan membahas soal putus lagi. Momen ini tidak mereka untuk curhat mengenai masalah putus cinta, atau sakitnya ditinggalkan kekasih, melainkan untuk mengalihkan pikirannya saja.
Minum alkohol. Banyak orang yang menderita patah hati lalu melarikan diri ke alkohol. Bagi kebanyakan pria, di luar kebutuhan mereka untuk meredam rasa sakit itu, alkohol juga bagaikan "obat bius" yang alami. Dalam pengaruh alkohol, mereka jadi mampu membuka dirinya, dan mengungkapkan perasaannya. Membiarkan orang lain tahu perasaannya tak akan dilakukan pria saat pikirannya jernih.
Mulai mencari kekasih baru. Salah satu cara untuk segera melupakan mantan adalah berhubungan dengan wanita yang baru. Mereka mulai flirting lagi, mengajak jalan, atau sekadar ngobrol santai untuk menghapus memori tentang mantan.
Party hard. Ini juga menjadi cara umum untuk mengatasi patah hati. Musik yang keras, suasana kelab yang padat, dan energi yang dihasilkan, dapat membuat pria jadi mati rasa. Tidak semua pria melarikan diri dengan dugem, tapi bila mereka memilih cara ini, mereka tak mau tanggung-tanggung. Siapa tahu di sana mereka juga ketemu kenalan baru.
Bekerja lebih keras. Keabnyakan pria di atas 30 tahun berusaha mengatasi putus cinta dengan bekerja lebih keras. Pekerjaan menjadi cara untuk menjauhkan diri dari kenangan yang menyakitkan. Itu sebabnya banyak seni kreatif seringkali dihasilkan ketika pelakunya tengah patah hati.
Makan. Nah, ini berbahaya. Memanjakan diri dengan junk food memang menyenangkan, tapi efeknya di kemudian hari bisa berkepanjangan. Makan menjadi cara pria untuk meredam kekesalan atau kesedihan yang menguasai dirinya. Makan juga menjadi aktivitas untuk membantu diri tetap "sibuk", sekaligus menghentikan pikiran buruk yang tidak habis-habisnya.
Nonton TV. Mereka berusaha mengosongkan pikiran dengan menonton acara-acara di TV. Biasanya yang ditonton adalah acara yang tak mungkin disaksikan dengan kekasih, seperti pertandingan bola, tinju, atau film-film konyol dengan tokoh-tokoh perempuan berpakaian seksi.
Berolahraga. Boleh dibilang, ini salah satu cara terbaik untuk melupakan sakit hati. Pria seringkali bermain basket, nge-gym, atau olahraga permainan yang lain, untuk memuntahkan kekesalan yang memuncak. Rasa sakit yang didapat ketika latihan beban digunakan untuk menggantikan memori yang menyebalkan.
Traveling. Ini makna sesungguhnya dari melarikan diri. Sebagian pria memilih untuk cuti dan mengepak barangnya untuk bertualang sendirian. Entah itu dengan tempat tujuan yang jauh atau dekat, yang pasti aktivitas ini dilakukan untuk membantu mengisi pikiran dengan hal-hal yang menyenangkan. Bertemu orang-orang yang baru akan menjadi bonusnya.
Browsing internet. Berkelana di dunia maya juga menjadi cara asyik untuk mengalihkan pikiran. Ketika sendiri, ia bisa memuaskan diri untuk bermain game online, chatting, membaca-baca berita yang asyik, atau mencari benda-benda yang diperlukan untuk hobinya. Tentu, nonton film porno tak perlu dibahas lagi.
Sumber: What Do Men Really Think
Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Mei 2011 -
artikel,
lifestyle,
patah hati,
pria
0
komentar
artikel,
lifestyle,
patah hati,
pria
0
komentar
Cara Pria Mengatasi Patah Hati
8 Cara Menghargai Diri Sendiri
Seberapa besar Anda menghargai diri sendiri? Jika belum, ambillah waktu sebentar dan lakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri.
1. Sediakan waktu. Menyediakan waktu untuk diri sendiri akan membuat pikiran segar kembali. Bahkan, menyediakan lima menit hanya untuk menutup mata dan memfokuskan pikiran dapat membantu Anda merasa lebih baik. Namun, akan lebih baik bila Anda bisa menyediakan waktu yang lebih banyak untuk memfokuskan pikiran pada diri sendiri dan apa yang perlu dilakukan.
2. Lakukan sesuatu yang baik untuk tubuh. Memang mudah mengabaikan kesakitan yang dirasakan tubuh dan lupa untuk mengurus diri sendiri. Cobalah berendam di air panas yang dicampur garam atau mintalah seseorang untuk memeluk. Bisa juga cobalah berdiri dan lakukan peregangan.
3. Buat diri sendiri merasa nyaman. Misalnya dengan menelepon teman atau minum teh hangat, tidur dengan bantal dan selimut yang nyaman, menulis buku harian, makan sesuatu yang disukai, mencium bau minyak aromaterapi seperti vanila, lavender, dan lain-lain.
4. Pergi ke dunia lain. Caranya adalah dengan membaca buku, menonton film, atau biarkan pikiran mengalir ke mana pun ia pergi.
5. Melakukan sesuatu yang konyol. Ini akan membawa keluar jiwa kanak-kanak yang ada dalam kepribadian kita dan memberi perasaan bahagia. Misalnya bermain busa sabun, membuat kue, mengamati awan dan mereka-reka bentuknya, serta bermain dengan hewan peliharaan atau otopet.
6. Cuti sehari. Apalagi bila Anda sudah merasa jenuh dengan pekerjaan sehari-hari. Ambil cuti sehari dan lakukan apa pun yang ingin dilakukan seharian penuh. Ini lebih baik daripada sehari di akhir pekan.
7. Jalan-jalan di tengah alam terbuka. Kadang kita lupa memperhatikan dunia yang terbentang di sekitar. Mengamati alam akan membuat kita merasa lebih enak dan kalem. Berjalanlah di taman. Amati dan pandanglah pohon, rumput, langit, kemudian bernapaslah.
8. Melakukan sesuatu yang sudah lama ingin Anda kerjakan. Mengapa menundanya lagi? Lekas kerjakan dan Anda akan merasa lebih baik.
sumber: kompas
1. Sediakan waktu. Menyediakan waktu untuk diri sendiri akan membuat pikiran segar kembali. Bahkan, menyediakan lima menit hanya untuk menutup mata dan memfokuskan pikiran dapat membantu Anda merasa lebih baik. Namun, akan lebih baik bila Anda bisa menyediakan waktu yang lebih banyak untuk memfokuskan pikiran pada diri sendiri dan apa yang perlu dilakukan.
2. Lakukan sesuatu yang baik untuk tubuh. Memang mudah mengabaikan kesakitan yang dirasakan tubuh dan lupa untuk mengurus diri sendiri. Cobalah berendam di air panas yang dicampur garam atau mintalah seseorang untuk memeluk. Bisa juga cobalah berdiri dan lakukan peregangan.
3. Buat diri sendiri merasa nyaman. Misalnya dengan menelepon teman atau minum teh hangat, tidur dengan bantal dan selimut yang nyaman, menulis buku harian, makan sesuatu yang disukai, mencium bau minyak aromaterapi seperti vanila, lavender, dan lain-lain.
4. Pergi ke dunia lain. Caranya adalah dengan membaca buku, menonton film, atau biarkan pikiran mengalir ke mana pun ia pergi.
5. Melakukan sesuatu yang konyol. Ini akan membawa keluar jiwa kanak-kanak yang ada dalam kepribadian kita dan memberi perasaan bahagia. Misalnya bermain busa sabun, membuat kue, mengamati awan dan mereka-reka bentuknya, serta bermain dengan hewan peliharaan atau otopet.
6. Cuti sehari. Apalagi bila Anda sudah merasa jenuh dengan pekerjaan sehari-hari. Ambil cuti sehari dan lakukan apa pun yang ingin dilakukan seharian penuh. Ini lebih baik daripada sehari di akhir pekan.
7. Jalan-jalan di tengah alam terbuka. Kadang kita lupa memperhatikan dunia yang terbentang di sekitar. Mengamati alam akan membuat kita merasa lebih enak dan kalem. Berjalanlah di taman. Amati dan pandanglah pohon, rumput, langit, kemudian bernapaslah.
8. Melakukan sesuatu yang sudah lama ingin Anda kerjakan. Mengapa menundanya lagi? Lekas kerjakan dan Anda akan merasa lebih baik.
sumber: kompas
Keuntungan dengan Menjadi Vegetarian
Secara umum, mereka yang punya pola makan vegetarian menghindari konsumsi makanan yang berasal dari hewan, dan hanya menyantap makanan nabati, seperti padi-padian, kacang, sayuran, dan buah-buahan. Secara spesifik, ada beberapa jenis vegetarian. Perbedaan antara satu kelompok dengan yang lainnya berkaitan dengan pola konsumsi makanan hewani dan produk olahannya. Perlu diketahui, saat ini sudah sedikit jumlah vegetarian yang tidak mengonsumsi makanan hewani sama sekali.
Pembagian jenis vegetarian adalah sebagai berikut;
Lacto-ovo vegetarian. kaum vegetarian yang masih mengonsumsi telur, susu, serta produk susu (seperti keju dan yogurt), namun tidak mengonsumsi daging, ayam, dan ikan.
Lacto-vegetarian. Kaum ini hanya mengonsumsi susu dan produk susu, namun menghindari makanan hewani lainnya.
Vegan. Hanya mengonsumsi sumber makanan nabati, tidak mengonsumsi semua jenis produk hewani.
Fruitarian. Kaum ini makanan utamanya berupa buah-buahan, kacang, madu, dan minyak sayur.
Semivegetarian. Orang ini biasanya mengikuti pola makan vegetarian, namun sesekali masih makan daging merah, ayam, ikan, telur, dan susu.
Beberapa penelitian menunjukkan, para pengikut vegetarian mengalami penurunan risiko kematian akibat beberapa penyakit tertentu. Misalnya, penyakit kardiovaskular, hipertensi, bermacam-macam kanker, diabetes tipe 2, dan obesitas (kegemukan). Tingkat penurunan risiko ini didapat bila dibandingkan dengan kaum non-vegetarian. Singkat kata, para vegetarian lebih panjang umur. Apalagi mengingat gaya hidup vegetarian sering disertai gaya hidup sehat lainnya, seperti tidak merokok, berolahraga teratur, tidak minum alkohol, atau obat terlarang.
Narasumber: Dr Johanes C Chandrawinata, MND, SpGK, dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Melinda, Bandung.
sumber: kompas
Pembagian jenis vegetarian adalah sebagai berikut;
Lacto-ovo vegetarian. kaum vegetarian yang masih mengonsumsi telur, susu, serta produk susu (seperti keju dan yogurt), namun tidak mengonsumsi daging, ayam, dan ikan.
Lacto-vegetarian. Kaum ini hanya mengonsumsi susu dan produk susu, namun menghindari makanan hewani lainnya.
Vegan. Hanya mengonsumsi sumber makanan nabati, tidak mengonsumsi semua jenis produk hewani.
Fruitarian. Kaum ini makanan utamanya berupa buah-buahan, kacang, madu, dan minyak sayur.
Semivegetarian. Orang ini biasanya mengikuti pola makan vegetarian, namun sesekali masih makan daging merah, ayam, ikan, telur, dan susu.
Beberapa penelitian menunjukkan, para pengikut vegetarian mengalami penurunan risiko kematian akibat beberapa penyakit tertentu. Misalnya, penyakit kardiovaskular, hipertensi, bermacam-macam kanker, diabetes tipe 2, dan obesitas (kegemukan). Tingkat penurunan risiko ini didapat bila dibandingkan dengan kaum non-vegetarian. Singkat kata, para vegetarian lebih panjang umur. Apalagi mengingat gaya hidup vegetarian sering disertai gaya hidup sehat lainnya, seperti tidak merokok, berolahraga teratur, tidak minum alkohol, atau obat terlarang.
Narasumber: Dr Johanes C Chandrawinata, MND, SpGK, dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Melinda, Bandung.
sumber: kompas
Jadilah Vegetarian, 2 Hari Saja Tiap Minggu
Menjadi vegetarian adalah suatu keputusan besar. Bagaimana tidak, Anda harus meninggalkan jenis makanan yang justru Anda sukai untuk alasan-alasan tertentu. Dari keinginan untuk mengurangi kolesterol hingga untuk alasan peduli lingkungan.
Namun, sebenarnya Anda tidak perlu menyingkirkan makanan-makanan yang Anda sukai. Apalagi jika Anda merasa santapan jadi kurang nendang jika tidak dilengkapi daging. Penelitian baru menunjukkan, Anda tidak perlu menghindari daging selamanya untuk menikmati manfaat yang didapat vegetarian penuh waktu.
Anda hanya perlu libur makan daging sapi, ayam, ikan, kambing, atau babi beberapa hari saja dalam seminggu. Menurut para peneliti, cara ini perlu dicoba.
"Makan sayuran dua hari saja dalam seminggu bisa menghasilkan manfaat kesehatan, lingkungan, dan keuangan yang nyata. Anda tidak perlu melakukan perubahan besar yang membuat Anda merasa kewalahan," kata Kate Geagan, RD, penulis buku Go Green Get Lean.
Kuncinya adalah mendapatkan nutrisi yang Anda perlukan dalam dua hari tanpa daging tersebut. Pilih jenis sayuran dan buah-buahan yang bervariasi sehingga Anda mendapatkan banyak asupan vitamin dan mineral. Tambahkan protein dari sumber-sumber nabati, seperti tahu, tempe, dan oncom, serta kacang-kacangan, seperti kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, dan selai kacang untuk olesan roti gandum. Pilihan ini mampu mengatasi rasa lapar, juga memuaskan keinginan untuk makan enak.
Hasil penelitian ini sejalan dengan sebuah kampanye yang diluncurkan pada tahun 2003 yang diberi nama Meatless Monday. Kampanye ini dibuat untuk mendorong orang Amerika mengurangi lemak jenuh dari menu makanan mereka.
"Dua tahun lalu hanya ada satu blogger yang menulis tentang hari bebas daging," kata Chris Elam, direktur program tersebut. "Sekarang ada lebih dari 150 blogger, dan hampir 50 kafeteria kampus yang menerapkan Meatless Mondays."
Dalam sebuah survei yang dilakukan majalah Self, terlihat bahwa 40 persen pembaca ingin menghindari daging paling tidak beberapa hari dalam seminggu. Kemudian, ada 11 persen pembaca yang sudah menerapkan hari tanpa daging dua minggu sekali. Artinya, ada keinginan untuk makan sayuran lebih banyak, hanya saja banyak orang masih belum berani meninggalkan daging seterusnya.
Jika Anda sudah mampu menjadi vegetarian dua hari dalam seminggu, coba tingkatkan frekuensinya. Selamat mencoba.
Sumber: shelf
Namun, sebenarnya Anda tidak perlu menyingkirkan makanan-makanan yang Anda sukai. Apalagi jika Anda merasa santapan jadi kurang nendang jika tidak dilengkapi daging. Penelitian baru menunjukkan, Anda tidak perlu menghindari daging selamanya untuk menikmati manfaat yang didapat vegetarian penuh waktu.
Anda hanya perlu libur makan daging sapi, ayam, ikan, kambing, atau babi beberapa hari saja dalam seminggu. Menurut para peneliti, cara ini perlu dicoba.
"Makan sayuran dua hari saja dalam seminggu bisa menghasilkan manfaat kesehatan, lingkungan, dan keuangan yang nyata. Anda tidak perlu melakukan perubahan besar yang membuat Anda merasa kewalahan," kata Kate Geagan, RD, penulis buku Go Green Get Lean.
Kuncinya adalah mendapatkan nutrisi yang Anda perlukan dalam dua hari tanpa daging tersebut. Pilih jenis sayuran dan buah-buahan yang bervariasi sehingga Anda mendapatkan banyak asupan vitamin dan mineral. Tambahkan protein dari sumber-sumber nabati, seperti tahu, tempe, dan oncom, serta kacang-kacangan, seperti kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, dan selai kacang untuk olesan roti gandum. Pilihan ini mampu mengatasi rasa lapar, juga memuaskan keinginan untuk makan enak.
Hasil penelitian ini sejalan dengan sebuah kampanye yang diluncurkan pada tahun 2003 yang diberi nama Meatless Monday. Kampanye ini dibuat untuk mendorong orang Amerika mengurangi lemak jenuh dari menu makanan mereka.
"Dua tahun lalu hanya ada satu blogger yang menulis tentang hari bebas daging," kata Chris Elam, direktur program tersebut. "Sekarang ada lebih dari 150 blogger, dan hampir 50 kafeteria kampus yang menerapkan Meatless Mondays."
Dalam sebuah survei yang dilakukan majalah Self, terlihat bahwa 40 persen pembaca ingin menghindari daging paling tidak beberapa hari dalam seminggu. Kemudian, ada 11 persen pembaca yang sudah menerapkan hari tanpa daging dua minggu sekali. Artinya, ada keinginan untuk makan sayuran lebih banyak, hanya saja banyak orang masih belum berani meninggalkan daging seterusnya.
Jika Anda sudah mampu menjadi vegetarian dua hari dalam seminggu, coba tingkatkan frekuensinya. Selamat mencoba.
Sumber: shelf
Tipe Pernikahan yang Bahagia
Sopan santun ternyata juga diperlukan dalam hubungan pernikahan. Kata kunci inilah yang mampu melanggengkan pernikahan. Betapapun Anda dan pasangan berbeda pendapat dan pandangan, namun jika tetap mengedepankan kesopanan dan kesantunan, rasanya perbedaan dua individu masih bisa dikompromikan.
John Gottman, PhD, profesor bidang psikologi dari University of Washington bersama penulis Nan Silver, menyebutkan sejumlah contoh pernikahan dan bagaimana agar pasangan bisa melewati konflik dalam rumah tangga.
Gottman menjelaskan saat humor tak lagi hadir dalam hubungan berpasangan dan kritik mendominasi, maka yang terjadi adalah komunikasi pasangan menikah menjadi terhambat. Sikap saling menghargai juga mulai menghilang, diikuti perasaan dan pikiran negatif pada diri pasangan.
Setiap pasangan umumnya pernah berada dalam situasi konflik yang terpicu dari pertengkaran kecil seharian. Namun bagaimana mengatasi konflik dan menjaga keutuhan hubungan, akan menentukan sesehat apa sebuah pernikahan. Seperti yang terjadi pada pasangan dengan berbagai karakter dan perbedaan usia berikut ini:
1. Suami-istri berusia 30 tahun, berasal dari keluarga minim komunikasi
Dengan latar belakang keluarga yang sama, pasangan ini membangun komunikasi lebih baik dan menjadikannya prioritas dalam hubungan. Pasangan ini tentu saja pernah mengalami pertengkaran, namun sebelum amarah meningkat, keduanya lebih memfokuskan masalah dengan masing-masing perbedaan yang memunculkan konflik. Artinya, untuk menghindari adu mulut, justru pasangan ini menghadapi perbedaan dengan membuat semacam konferensi untuk menjelaskan masing-masing perspektif dalam melihat suatu masalah. Akhirnya, pasangan tipe ini menghasilkan kompromi dan hubungan tetap terjaga harmonis.
2. Suami 40 tahun dan istri 25 tahun, sering bertengkar
Suami-istri ini mengaku frekuensi pertengkaran mereka lebih sering daripada rata-rata pasangan menikah. Kecenderungannya, pasangan ini seringkali saling menginterupsi, membela diri, dan tidak mendengarkan pendapat pasangan. Betapapun kisruhnya suasana namun akhirnya pasangan ini mampu mengambil suara yang sama. Caranya, mereka lebih sering bersama untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan. Artinya frekuensi pertengkaran masih lebih kecil dibandingkan suasana menyenangkan yang dibangun pasangan ini. Tipe pasangan menikah seperti ini toh tetap mampu menjaga hubungan tetap sehat.
3. Suami 29 tahun dan istri 27 tahun, memiliki waktu untuk diri sendiri
Pasangan ini menghargai waktu privat untuk diri sendiri. Meskipun sejak awal saling mengenal, keduanya merasa memiliki kegemaran dan banyak hal lain yang sama. Pasangan ini bisa dikatakan sangat kompak dalam segala hal. Namun, mereka pun menikmati dan menghargai privasi dan memberikan keleluasaan kepada pasangan untuk menikmati waktunya sendiri, tanpa perlu selamanya berduaan. Alhasil, keduanya merasa jarang bertengkar. Jikapun mengalami pertengkaran, keduanya memutuskan untuk menenangkan diri dengan melakukan aktivitas masing-masing, seperti joging sendiri. Cara ini diakui keduanya lebih mampu meredakan masalah daripada adu mulut saat tensi mulai meninggi.
Menurut Gottman, tipe pasangan pertama menekankan komunikasi dan kompromi dalam pernikahannya. Hubungan pernikahan seperti ini paling ideal dibandingkan kedua tipe lainnya, meskipun semua tipe tadi tetap berhasil mempertahankan hubungan pernikahan yang sehat. Idealitas dalam hubungan pernikahan terbangun dengan kemampuan mengontrol diri. Artinya, meski pasangan terlibat dalam pembicaraan serius, keduanya tetap mampu mengontrol diri.
Bersikap tenang, saling mendengar dan memahami emosi pasangan, menjadi kunci sukses hubungan pernikahan yang sehat. Cara ini bisa mengurangi perdebatan dan pertengkaran antara suami-istri.
Sumber: psychologytoday
John Gottman, PhD, profesor bidang psikologi dari University of Washington bersama penulis Nan Silver, menyebutkan sejumlah contoh pernikahan dan bagaimana agar pasangan bisa melewati konflik dalam rumah tangga.
Gottman menjelaskan saat humor tak lagi hadir dalam hubungan berpasangan dan kritik mendominasi, maka yang terjadi adalah komunikasi pasangan menikah menjadi terhambat. Sikap saling menghargai juga mulai menghilang, diikuti perasaan dan pikiran negatif pada diri pasangan.
Setiap pasangan umumnya pernah berada dalam situasi konflik yang terpicu dari pertengkaran kecil seharian. Namun bagaimana mengatasi konflik dan menjaga keutuhan hubungan, akan menentukan sesehat apa sebuah pernikahan. Seperti yang terjadi pada pasangan dengan berbagai karakter dan perbedaan usia berikut ini:
1. Suami-istri berusia 30 tahun, berasal dari keluarga minim komunikasi
Dengan latar belakang keluarga yang sama, pasangan ini membangun komunikasi lebih baik dan menjadikannya prioritas dalam hubungan. Pasangan ini tentu saja pernah mengalami pertengkaran, namun sebelum amarah meningkat, keduanya lebih memfokuskan masalah dengan masing-masing perbedaan yang memunculkan konflik. Artinya, untuk menghindari adu mulut, justru pasangan ini menghadapi perbedaan dengan membuat semacam konferensi untuk menjelaskan masing-masing perspektif dalam melihat suatu masalah. Akhirnya, pasangan tipe ini menghasilkan kompromi dan hubungan tetap terjaga harmonis.
2. Suami 40 tahun dan istri 25 tahun, sering bertengkar
Suami-istri ini mengaku frekuensi pertengkaran mereka lebih sering daripada rata-rata pasangan menikah. Kecenderungannya, pasangan ini seringkali saling menginterupsi, membela diri, dan tidak mendengarkan pendapat pasangan. Betapapun kisruhnya suasana namun akhirnya pasangan ini mampu mengambil suara yang sama. Caranya, mereka lebih sering bersama untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan. Artinya frekuensi pertengkaran masih lebih kecil dibandingkan suasana menyenangkan yang dibangun pasangan ini. Tipe pasangan menikah seperti ini toh tetap mampu menjaga hubungan tetap sehat.
3. Suami 29 tahun dan istri 27 tahun, memiliki waktu untuk diri sendiri
Pasangan ini menghargai waktu privat untuk diri sendiri. Meskipun sejak awal saling mengenal, keduanya merasa memiliki kegemaran dan banyak hal lain yang sama. Pasangan ini bisa dikatakan sangat kompak dalam segala hal. Namun, mereka pun menikmati dan menghargai privasi dan memberikan keleluasaan kepada pasangan untuk menikmati waktunya sendiri, tanpa perlu selamanya berduaan. Alhasil, keduanya merasa jarang bertengkar. Jikapun mengalami pertengkaran, keduanya memutuskan untuk menenangkan diri dengan melakukan aktivitas masing-masing, seperti joging sendiri. Cara ini diakui keduanya lebih mampu meredakan masalah daripada adu mulut saat tensi mulai meninggi.
Menurut Gottman, tipe pasangan pertama menekankan komunikasi dan kompromi dalam pernikahannya. Hubungan pernikahan seperti ini paling ideal dibandingkan kedua tipe lainnya, meskipun semua tipe tadi tetap berhasil mempertahankan hubungan pernikahan yang sehat. Idealitas dalam hubungan pernikahan terbangun dengan kemampuan mengontrol diri. Artinya, meski pasangan terlibat dalam pembicaraan serius, keduanya tetap mampu mengontrol diri.
Bersikap tenang, saling mendengar dan memahami emosi pasangan, menjadi kunci sukses hubungan pernikahan yang sehat. Cara ini bisa mengurangi perdebatan dan pertengkaran antara suami-istri.
Sumber: psychologytoday
Ciri-ciri Wanita yang Tidak Setia
Inilah beberapa ciri-ciri wanita yang biasanya tidak setia apabila dia menjalin suatu hubungan.
1. Memiliki lebih dari satu hubungan
Sebagian orang pernah mengalami berhubungan dengan lebih dari satu orang. Terutama, untuk menyeleksi calon pasangan hidup. Tetapi, berhubungan dengan beberapa mitra sekaligus, terutama hanya mementingkan hubungan fisik mencirikan wanita hanya bermaksud bersenang-senang.
2. Status di Facebook terus berubah
Status hubungan di jejaring sosial tak jauh-jauh dari ‘lajang’, ‘rumit’ dan ‘sedang berhubungan dengan’. Secara emosional, status seperti ini memungkinkan orang memandang Anda ingin membalas dendam atau memperlihatkan Anda bisa mendapatkan pasangan dengan mudah.
3. Mendekati teman dekatnya
Pria bisa hilang selera saat ada wanita yang mendekati teman dekatnya, sebagai taktik untuk mendapat perhatian atau membuat merasa cemburu.
4. Sedang menjalin hubungan, tapi memberikan nomor telepon pada pria lain
Anda memberi harapan kepada orang lain saat menjalin hubungan tetapi membantah dengan berbagai alasan. Ada kalanya wanita masih ingin menguji apakah pesona belum pudar dan mampu menarik perhatian orang lain.
5. Menghindari bertemu untuk menunjukkan kekuasaan
Menghilang dari peredaran dan sulit dihubungi adalah jurus wanita untuk memperlihatkan kekuatan mereka. Jika hubungan berjalan terlalu cepat dan wanita ingin mengevaluasinya lebih dulu lebih baik memberikan pesan daripada menghilang begitu saja.
6. Semua hal yang dia lakukan tak cukup
Menurut pria, ia sudah cukup melakukan banyak hal untuk memperoleh cinta Anda. Namun, sikap Anda yang meremehkannya membuat pria kehilangan percaya diri mendekati Anda. Bila Anda juga menyimpan perasaan, berikan ucapan terima kasih dan antusiasme atas perhatiannya.
Ciri-ciri wanita tidak setia diatas memang belum terungkap semuanya dan juga belum tentu kebenarannya.
sumber: koleksiweb.com
1. Memiliki lebih dari satu hubungan
Sebagian orang pernah mengalami berhubungan dengan lebih dari satu orang. Terutama, untuk menyeleksi calon pasangan hidup. Tetapi, berhubungan dengan beberapa mitra sekaligus, terutama hanya mementingkan hubungan fisik mencirikan wanita hanya bermaksud bersenang-senang.
2. Status di Facebook terus berubah
Status hubungan di jejaring sosial tak jauh-jauh dari ‘lajang’, ‘rumit’ dan ‘sedang berhubungan dengan’. Secara emosional, status seperti ini memungkinkan orang memandang Anda ingin membalas dendam atau memperlihatkan Anda bisa mendapatkan pasangan dengan mudah.
3. Mendekati teman dekatnya
Pria bisa hilang selera saat ada wanita yang mendekati teman dekatnya, sebagai taktik untuk mendapat perhatian atau membuat merasa cemburu.
4. Sedang menjalin hubungan, tapi memberikan nomor telepon pada pria lain
Anda memberi harapan kepada orang lain saat menjalin hubungan tetapi membantah dengan berbagai alasan. Ada kalanya wanita masih ingin menguji apakah pesona belum pudar dan mampu menarik perhatian orang lain.
5. Menghindari bertemu untuk menunjukkan kekuasaan
Menghilang dari peredaran dan sulit dihubungi adalah jurus wanita untuk memperlihatkan kekuatan mereka. Jika hubungan berjalan terlalu cepat dan wanita ingin mengevaluasinya lebih dulu lebih baik memberikan pesan daripada menghilang begitu saja.
6. Semua hal yang dia lakukan tak cukup
Menurut pria, ia sudah cukup melakukan banyak hal untuk memperoleh cinta Anda. Namun, sikap Anda yang meremehkannya membuat pria kehilangan percaya diri mendekati Anda. Bila Anda juga menyimpan perasaan, berikan ucapan terima kasih dan antusiasme atas perhatiannya.
Ciri-ciri wanita tidak setia diatas memang belum terungkap semuanya dan juga belum tentu kebenarannya.
sumber: koleksiweb.com
6 Fakta Dia Tidak Setia
Adalah penasehat pernikahan M Gary Neuman yang berhasil menyibak misteri perselingkuhan laki-laki. Ia telah meneliti 200 pria yang mengaku berselingkuh dan yang tidak. Berikut hasil penelitian Neuman.
1. Selingkuh karena alasan emosional
Riset menunjukkan 48 persen laki-laki mengatakan ketidakpuasan emosional sebagai alasan utama berselingkuh. Banyak yang menyatakan perselingkuhan selalu berkaitan dengan seks. Hanya delapan persen pria yang mengatakan bahwa ketidakpuasan seks menjadi penyebab utama.
"Selebihnya lebih ke emosional. Sama seperti perempuan, pria juga ingin dihargai. Lelaki juga ingin dimengerti bahwa ia selalu berusaha membahagiakan dan menyenangkan pasangan. Ketika kepuasan emosional itu tidak didapat dari pasangan, ia mencari perempuan lain yang bisa memenuhi kehampaan jiwanya," kata Neuman.
2. Pria merasa bersalah ketika selingkuh
Sebanyak 66 persen pria merasa bersalah ketika sedang berselingkuh. Sedangkan 68 persen pria yang berselingkuh tidak pernah membayangkan sebelumnya, dan tidak mengharapkan perselingkuhan terjadi. Jadi jangan dikira ia merasa bebas berselingkuh. Bisa jadi ia malah membayangkan Anda ketika sedang bermesraan dengan selingkuhannya. Menurut Neuman, perasaan bersalah saja tidak cukup membuat pria berhenti berselingkuh. "Laki-laki paling jago membagi perasaannya. Mereka bisa menahan emosi dan baru menghadapi perasaan itu di kemudian hari," kata Neuman.
Neuman mengingatkan, meski si dia berjanji untuk tidak selingkuh, bukan berarti ia tidak akan berselingkuh selamanya. Saat ini mungkin tidak, tapi entah esok, lusa atau mungkin tahun depan ia akan mulai memikirkannya.
3. Pria berselingkuh terpengaruh teman
Sebanyak 77 persen pria yang berselingkuh mempunyai teman dekat yang juga selingkuh. Pesan orangtua agar tidak salah dalam bergaul ternyata ada benarnya. Menurut penelitian Neuman, bergaul dengan teman yang sering selingkuh, membuat si dia berpikir selingkuh itu sesuatu yang normal. Tapi, alasan ini tidak lantas membuat Anda melarang si dia berteman. Anda boleh saja meminta pengertiannya untuk tidak ikut dalam acara di mana banyak kesempatan berselingkuh. Anda dan dia perlu lebih sering berkumpul dengan teman yang berkomitmen setia dalam hubungan dan keluarga.
4. Pria bertemu WIL di tempat kerja
Sebanyak 40 persen pria bertemu wanita idaman lain (WIL) di tempat kerja. Perempuan yang menjadi idaman lain pria biasanya gemar memuji, mengagumi, dan mengapresiasi prestasi kerjanya. Nah, inilah pentingnya pasangan saling menghargai. Anda bisa mengetahui perempuan lain yang mengagumi pasangan dari seberapa sering ia menyebut satu nama rekan kerja perempuan dibandingkan pria. Apalagi jika ia mengingau namanya. Apa yang bisa dilakukan? Bicarakan. Diskusikan mengenai batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan rekan kantor berlawanan jenis. Misalnya dengan siapa ia lembur, siapa yang menemaninya dinas ke luar kota atau hal lainnya yang bisa disepakati berasama pasangan.
5. Tidak semua WIL lebih menarik secara fisik
Hanya 12 persen pria yang mengatakan bahwa WIL lebih menarik secara fisik ketimbang pasangannya. Sebenarnya, si dia tidak berpikir untuk berselingkuh agar mendapat seks yang lebih baik dengan perempuan yang lebih seksi. Pria berselingkuh untuk mengisi kekosongan emosionalnya. Jika pria merasa nyaman dengan perempuan lain, barulah seks mengiringi.
"Jika cemas pasangan berselingkuh, jangan terlalu fokus tentang hal itu. Justru bangunlah hubungan yang lebih baik dengan pasangan. Namun jangan mengesampingkan seks. Karena itu adalah salah satu cara pria mengekspresikan rasa cinta," saran Neuman.
6. Pria tak langsung berhubungan seks dengan selingkuhannya
Hanya enam persen laki-laki yang langsung berhubungan seks dengan selingkuhannya. Sementara 73 persen pria memerlukan waktu sekitar satu bulan. Ia akan lebih dahulu mencari tahu tentang perempuan tersebut dan meyakinkan perasaannya. Jadi, sebelum perselingkughan benar-benar terjadi, Anda masih punya waktu untuk mencegahnya.
sumber: kompas.com
1. Selingkuh karena alasan emosional
Riset menunjukkan 48 persen laki-laki mengatakan ketidakpuasan emosional sebagai alasan utama berselingkuh. Banyak yang menyatakan perselingkuhan selalu berkaitan dengan seks. Hanya delapan persen pria yang mengatakan bahwa ketidakpuasan seks menjadi penyebab utama.
"Selebihnya lebih ke emosional. Sama seperti perempuan, pria juga ingin dihargai. Lelaki juga ingin dimengerti bahwa ia selalu berusaha membahagiakan dan menyenangkan pasangan. Ketika kepuasan emosional itu tidak didapat dari pasangan, ia mencari perempuan lain yang bisa memenuhi kehampaan jiwanya," kata Neuman.
2. Pria merasa bersalah ketika selingkuh
Sebanyak 66 persen pria merasa bersalah ketika sedang berselingkuh. Sedangkan 68 persen pria yang berselingkuh tidak pernah membayangkan sebelumnya, dan tidak mengharapkan perselingkuhan terjadi. Jadi jangan dikira ia merasa bebas berselingkuh. Bisa jadi ia malah membayangkan Anda ketika sedang bermesraan dengan selingkuhannya. Menurut Neuman, perasaan bersalah saja tidak cukup membuat pria berhenti berselingkuh. "Laki-laki paling jago membagi perasaannya. Mereka bisa menahan emosi dan baru menghadapi perasaan itu di kemudian hari," kata Neuman.
Neuman mengingatkan, meski si dia berjanji untuk tidak selingkuh, bukan berarti ia tidak akan berselingkuh selamanya. Saat ini mungkin tidak, tapi entah esok, lusa atau mungkin tahun depan ia akan mulai memikirkannya.
3. Pria berselingkuh terpengaruh teman
Sebanyak 77 persen pria yang berselingkuh mempunyai teman dekat yang juga selingkuh. Pesan orangtua agar tidak salah dalam bergaul ternyata ada benarnya. Menurut penelitian Neuman, bergaul dengan teman yang sering selingkuh, membuat si dia berpikir selingkuh itu sesuatu yang normal. Tapi, alasan ini tidak lantas membuat Anda melarang si dia berteman. Anda boleh saja meminta pengertiannya untuk tidak ikut dalam acara di mana banyak kesempatan berselingkuh. Anda dan dia perlu lebih sering berkumpul dengan teman yang berkomitmen setia dalam hubungan dan keluarga.
4. Pria bertemu WIL di tempat kerja
Sebanyak 40 persen pria bertemu wanita idaman lain (WIL) di tempat kerja. Perempuan yang menjadi idaman lain pria biasanya gemar memuji, mengagumi, dan mengapresiasi prestasi kerjanya. Nah, inilah pentingnya pasangan saling menghargai. Anda bisa mengetahui perempuan lain yang mengagumi pasangan dari seberapa sering ia menyebut satu nama rekan kerja perempuan dibandingkan pria. Apalagi jika ia mengingau namanya. Apa yang bisa dilakukan? Bicarakan. Diskusikan mengenai batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan rekan kantor berlawanan jenis. Misalnya dengan siapa ia lembur, siapa yang menemaninya dinas ke luar kota atau hal lainnya yang bisa disepakati berasama pasangan.
5. Tidak semua WIL lebih menarik secara fisik
Hanya 12 persen pria yang mengatakan bahwa WIL lebih menarik secara fisik ketimbang pasangannya. Sebenarnya, si dia tidak berpikir untuk berselingkuh agar mendapat seks yang lebih baik dengan perempuan yang lebih seksi. Pria berselingkuh untuk mengisi kekosongan emosionalnya. Jika pria merasa nyaman dengan perempuan lain, barulah seks mengiringi.
"Jika cemas pasangan berselingkuh, jangan terlalu fokus tentang hal itu. Justru bangunlah hubungan yang lebih baik dengan pasangan. Namun jangan mengesampingkan seks. Karena itu adalah salah satu cara pria mengekspresikan rasa cinta," saran Neuman.
6. Pria tak langsung berhubungan seks dengan selingkuhannya
Hanya enam persen laki-laki yang langsung berhubungan seks dengan selingkuhannya. Sementara 73 persen pria memerlukan waktu sekitar satu bulan. Ia akan lebih dahulu mencari tahu tentang perempuan tersebut dan meyakinkan perasaannya. Jadi, sebelum perselingkughan benar-benar terjadi, Anda masih punya waktu untuk mencegahnya.
sumber: kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)




