Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Desember 2010 - , , , , 0 komentar

Kebiasaan Buruk yang Menyehatkan

 Banyak yang bilang, hidup sehat itu harus dilakoni dengan menjauhkan diri dari gaya hidup yang buruk. Nyatanya hal itu tidak sepenuhnya benar. Terkadang, kita juga perlu melakukan hal-hal "buruk" untuk menjauhkan tubuh dari penyakit.

"Kebiasaan buruk bisa membuat kita bertingkah seperti anak kecil, karena itu disebut baik atau buruk tergantung situasinya," kata Dr Daniel J Carlat, ahli psikiatri dari Tuft University School of Medicine.

Ini daftar 3 kebiasaan buruk yang bisa bikin sehat.

Mengumpat
Jujur saja, meski terkadang kata yang keluar dari  mulut saat mengumpat bisa membuat kuping orang yang mendengar jadi "panas", ternyata mengucapkan sumpah serapah memang bisa bikin kita merasa lebih lega, terutama saat kita menghadapi suasana yang bisa bikin frustrasi dan marah.

Bukti secara ilmiah mengenai hal itu disodorkan oleh para ahli dari Keele University di Inggris yang menyebutkan bahwa mengumpat bisa mengurangi nyeri fisik. Menyumpah diketahui akan meningkatkan detak jantung dan agresi sehingga membantu tubuh melawan rasa sakit.

Mendengar musik dalam volume keras
Akhir-akhir ini merasa daya ingat Anda mulai melemah dan sulit berkonsentrasi? Carilah musik dari band rock favorit Anda dan setel-lah dalam volume cukup keras.
Para ahli dari Skotlandia percaya, mendengarkan musik rock dalam volume keras bisa meningkatkan konsentrasi dan meningkatkan daya ingat. "Mendengarkan musik favorit bisa membuat tubuh lebih rileks dan mengangkat mood," kata Kimberly Sena Moore, terapis musik. Meski begitu, ia mengingatkan agar mendengar musik dalam suara terlalu keras ini jangan terlalu sering dilakukan karena bisa merusak gendang telinga.



Sumber: Kompas
Senin, 22 November 2010 - , , , , , 0 komentar

Tes Cara Mengetahui Jantung Kita Sehat atau Tidak

Untuk mengetahui kerja jantung masih bagus atau tidak, peneliti punya tips mudah yaitu cukup dengan menyentuh ujung jari kaki. Jika tubuh Anda masih fleksibel untuk meraih jari kaki, berarti jantung Anda masih cukup sehat.

Dalam jurnal Heart and Circulatory Physiology disebutkan bahwa dengan mengetes salah satu elemen tubuh (jari kaki), seseorang bisa tahu jantungnya masih sehat atau tidak, bahkan di tengah-tengah liburan sekalipun.

Caranya mudah, cukup dengan duduk di lantai dengan kaki diluruskan ke depan dan jari kaki mengarah ke atas. Setelah itu cobalah menjangkau dan menyentuh ujung jari kaki dengan tangan. Jika Anda cukup fleksibel untuk menyentuh jari kaki artinya jantung Anda masih sehat dan fleksibel juga.

Dalam studinya, peneliti dari University of North Texas dan beberapa peneliti Jepang merekrut 526 partisipan antara umur 20 hingga 83 tahun. Partisipan kemudian mengikuti tes fleksibilitas tubuh sambil diukur tekanan darah, pembuluh arteri dan aktivitas jantungnya.

Hasilnya, peneliti menemukan korelasi antara tubuh yang tidak fleksibel dengan pembuluh arteri yang tidak fleksibel, terutama pada partisipan di atas umur 40 tahun.

Mereka yang gagal dalam tes fleksibilitas tubuh dan gagal mencapai ujung jari kaki ternyata memiliki pembuluh darah yang kaku, dan artinya kemampuan jantung menjadi kurang baik, efisien dan risiko penyakit jantung pun meningkat.

Peneliti Jepang Dr Yamamoto mengatakan, meski teori antara hubungan otot punggung dan kaki dengan otot di dekat jantung masih samar-samar, tapi dengan adanya studi ini cukup membantu.

Kekakuan otot punggung, kaki dan pembuluh jantung yang saling berhubungan tersebut dikarenakan komposisi kolagennya yang sama.

"Jika Anda bisa menyentuh jari kaki saat duduk lurus, jantung Anda berarti masih cukup baik. Tapi jika tidak bisa, mungkin Anda perlu mendatangi kardiolog," ujar Dr Yamamoto, seorang peneliti Jepang seperti dikutip dari New York Times.

Namun Yamamoto menyebutkan tidak selamanya otot kaku adalah pertanda penyakit jantung, hanya mungkin jantungnya kurang fit dan sehat saja dari yang seharusnya.
Rabu, 03 November 2010 - , , , , , 0 komentar

4 Mitos Kesehatan yang Salah Kaprah

Anda pernah mendengar bahwa Anda tidak boleh menelan permen karet karena permen itu bisa menempel di perut dan menimbulkan masalah? Atau Anda tidak boleh langsung mandi setelah makan?
Ada beberapa ajaran orangtua yang disampaikan kepada kita tanpa penjelasan yang ilmiah. Kita pun menerima saja masukan tersebut tanpa mengetahui alasan di baliknya. Kini, sebaiknya Anda mulai menguraikan apa yang menyebabkan munculnya mitos-mitos semacam itu.
  • Tidur dalam keadaan rambut basah sehabis keramas bisa bikin flu? Hanya karena Anda kedinginan dan basah, tidak berarti Anda bisa jadi flu; begitu juga bila Anda keluar rumah dengan rambut yang masih basah. Flu disebabkan oleh virus sehingga Anda hanya akan terkena flu bila terpapar virus.Jim Sears, dokter anak di San Clemente, California, pernah mengadakan penelitian di Common Cold Research Unit di Salisbury, Inggris. Saat itu, peneliti menyuntikkan virus flu ke hidung sekelompok relawan. Separuh dari kelompok tersebut diminta masuk ke ruangan yang hangat, sementara sisanya diminta mandi lalu berdiri dalam keadaan basah kuyup di lorong selama setengah jam. Setelah itu, mereka berpakaian, lalu mengenakan kaus kaki basah selama beberapa jam berikutnya. Hasilnya, kelompok yang basah ini ternyata tidak mengalami flu. "Kedinginan ternyata tidak memengaruhi sistem kekebalan Anda," kata Sears.
  • Jika Anda pura-pura jereng, mata Anda tidak bisa kembali normal "Menjerengkan mata secara sukarela tidak berbahaya," ucap W Walker Motley, asistan profesor ophthalmology di University of Cincinnati College of Medicine. Namun, jika Anda melihat anak atau teman Anda melakukan hal ini berulang kali (ketika ia tidak sedang membanyol atau menirukan karakter kartun), mungkin ia memang punya masalah penglihatan.
  • Permen karet bisa bertahan di perut selama tujuh tahun Waktu kecil, kita sering ditakut-takuti bahwa permen karet tidak boleh ditelan karena bisa menempel di dinding perut. Kenyataannya, walaupun tertelan, permen karet tidak akan ngendon di sana selamanya. "Seperti benda non-makanan lain yang sering ditelan anak-anak, cairan bisa membawa permen karet melalui saluran usus, dan dalam beberapa hari akan dibuang," ujar David Pollack, dokter senior di Children’s Hospital of Philadelphia Care Network.Selain itu, meski permen karet tidak mudah hancur di dalam sistem pencernaan, hal itu juga tidak akan menyebabkan sakit perut.
  • Anda tak boleh berenang satu jam setelah makan "Setelah makan, makin banyak aliran darah menuju sistem pencernaan, dan menjauh dari otot," kata Scott W Cohen, dokter anak di Beverly Hills, dan penulis buku Eat, Sleep, Poop: A Common Sense Guide to Your Baby’s First Year. Orang mungkin berpikir, jika langsung berenang setelah makan, maka kekurangan darah itu akan menyebabkan Anda kram dan tenggelam. Namun, hal ini tak akan terjadi."Anda mungkin akan kekurangan energi untuk berenang dengan penuh semangat. Namun, hal itu seharusnya tidak menghalangi kemampuan Anda untuk menguasai air atau bermain di air," tambah Sears.

Sumber : Dini, Kompas Femal, Nov 2010


regards, yatik