Tampilkan postingan dengan label mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mitos. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 Mei 2012 - , , , , , 0 komentar

5 Mitos yang Salah Tentang Menstruasi

 Banyak mitos yang beredar seputar menstruasi. Salah satunya adalah kebiasaan minum soda saat datang bulan dipercaya mampu memperlancar haid. Benarkah?

Menstruasi merupakan satu siklus yang terjadi pada kaum hawa tiap bulannya. Siklus ini terjadi sebelum wanita mengalami menopause. Seperti yang dikutip dari detikhealth, ada beberapa mitos seputar menstruasi yang tidak benar. Berikut lima mitos tersebut.

1. Minum Soda dapat Percepat Haid
Menstruasi adalah proses luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan. Sakit atau lancar tidaknya proses ini dipengaruhi oleh hormon dan jufa faktor psikis. Karena itu tidak ada hubungan antara minuman bersoda dengan menstruasi yang lebih cepat.

Keluhan nyeri haid juga disebabkan oleh faktor posisi rahim. Bila posisi rahim menyebabkan leher rahim (saluran keluarnya darah haid) terjepit, maka akan menimbulkan keluhan nyeri. Obat-obatan tertentu bisa memperpanjang atau memperpendek lamanya hari menstruasi.

2. Jangan Minum Air Es Saat Menstruasi
Air dingin tidak memiliki efek apapun saat menstruasi. Selama tidak merasakan sakit atau perut kembung, maka minum air es sah-sah saja.

3. Pakai Pembalut Bisa Sebabkan Kemandulan
Secara medis pembalut merupakan benda yang membantu seseorang agar tetap bersih dan tidak lembab selama menstruasi. Pada dasarnya semua pembalut itu sehat. Namun ada sebagian wanita yang alergi atau iritasi.

Hal tersebut dikarenakan sensitivitas dari organ kelamin setiap orang berbeda-beda. Karena itu disarankan agar setiap menstruasi mengganti pembalut sesering mungkin (idealnya setiap 4 jam).

4. Dilarang Berenang Saat Menstruasi
Selama Anda memakai pembalut dan tidak merasa risih, maka berenang saat menstruasi boleh-boleh saja dilakukan. Hal ini tidak akan mempengaruhi kesehatan. Tapi jika perut terasa kram, sebaiknya segera hentikan aktivitas berenang.

5. Remaja Wanita yang Belum Haid Tak Bisa Hamil
Mitos ini sangat kuat melekat di masyarakat, padahal pernyataan ini tidaklah benar. Kehamilan itu berkaitan dengan ovulasi (matangnya sel telur). Beberapa remaja bisa saja mendapatkan menstruasi sebelum masa ovulasi, bersamaan saat tubuh beradaptasi dengan tingkatan hormon.

Tapi beberapa remaja lainnya ada yang mengalami ovulasi terlebih dahulu sebelum menstruasi. Jadi bisa saja terjadi kehamilan sebelum mendapat menstruasi pertama.

Bila siklus haid sudah berlangsung, yaitu saat memasuki usia dewasa maka sel telur sudah dipersiapkan setiap siklusnya. Tapi karena masih dalam proses awal, seringkali pematangan sel telur belum terjadi secara sempurna sehingga menyebabkan haid tidak teratur. Terjadinya haid bisa berarti sudah dihasilkannya sel telur (ovulatoar) atau bisa juga tanpa sel telur.


Sumber: Wolipop

5 Kebohongan dalam Label Kosmetik

Wanita dan kosmetik seperti tidak pernah terpisahkan. Kebutuhan wanita akan produk make-up dengan kandungan yang lengkap pun, membuat produsen kosmetik menjawab kebutuhan wanita tersebut, dengan melabelkan sebuah kosmetik. 

Jika Anda melihat label 'oil-free' pada sebuah kosmetik, pasti Anda akan merasa lebih aman, terutama untuk kulit berminyak dan jerawat Anda. Tapi jangan salah, pemberian label tersebut tidak memberikan jawaban untuk masalah kulit Anda. Seperti dilansir Total Beauty, inilah lima kebohongan dalam label kosmetik. 

1. Oil-free
Saat ini banyak perusahaan kecantikan melabelkan hampir seluruh produk make-upnya dengan 'oil-free', bahkan untuk blush on dan eyeshadow. Banyak orang memilih make-up dengan label oil-free atau bebas minyak karena mereka berpikir dengan menggunakan make-up dengan label tersebut, maka kulit tidak akan berjerawat. 

Banyak dermatologis setuju bahwa label 'oil-free' dari make-up hanyalah sebuah trik marketing belaka. Faktanya, ketika Anda memiliki produk dengan titel oil-free, Anda tetap akan menemukan minyak dalam daftar kandungannya. Perusahaan mengganti kandungan menjadi minyak buatan, sehingga mereka bisa menyebutnya sebagai produk yang oil-free. Ironisnya, minyak buatan itulah yang malah bisa membuat kulit teriritasi.

"Kunci dalam memilih make-up adalah yang ada tulisan 'noncomedogenic' (bebas komedo)atau 'nonacnegenic (bebas jerawat) pada label," saran Elizabeth Tanzi, dermatologis di Washington D.C.

Kandungan tersebut tidak membuat komedo menumpuk dan jerawat meradang. Tanzi pun mengatakan bahwa ada beberapa jenis minyak yang sebenarnya bermanfaat, seperti tea tree oil yang bisa membunuh bakteri, dan lavender oil yang berfungsi sebagai anti-inflamasi.

2. SPF Pada Produk Make-up
Banyak wanita yang ingin waktu dandannya lebih cepat sehingga memilih produk 2 in 1 seperti foundation yang sudah dilengkapi dengan SPF. Sunblock yang terkandung dalam foundation tersebut tidak cukup untuk melindungi kulit dari bahaya matahari dan radikal bebas lainnya. Meski make-up Anda sudah mengandung SPF, tetaplah menggunakan krim sunblock yang memiliki SPF 30 untuk kulit wajah, sebelum menggunakan foundation. Kulit wajah Anda akan benar-benar terlindungi.

3. Bahan Natural & Organik dalam Make-up
Kandungan natural dan organik saat ini menjadi kacau dalam industri kecantikan, karena banyak perusahaan kecantikan yang mengaku jika produknya alami. Food and Drug Administration (FDA) mengatakan, hanya 20 persen kandungan dari bahan alami, maka bisa disebut produk tersebut natural. Namun banyak dermatologis mempertanyakan, 80 persen kandungan lainnya tercipta dari bahan apa?

Tyler Hanson, pendiri 'Mineral Hygienics' mengatakan, untuk benar-benar mendapatkan produk make-up yang natural maka pastikan ada label sertifikat dari 'USDA-certified organic'. Anda juga harus tahu, tidak semua yang natural itu baik untuk kulit. Minyak lemon dan jeruk merupakan kandungan yang bisa mengiritasi kulit, meskipun kandungan tersebut alami dan organik. Untuk mencegah alergi, cobalah make-up atau krim di pergelangan tangan, sebelum mencobanya di wajah.

4. Anti-aging Pada Make-up
Label anti-aging tidak terlalu bekerja baik. Banyak produk make-up yang mengklaim dapat menghapus kerut pada kulit. Faktanya kerutan tidak dengan mudah dipudarkan. "Anda bisa mendapatkan manfaat produk make-up dengan label anti-acne yang mengandung salicylic acid. Tapi untuk anti-aging, tidak begitu terlalu terpengaruh. Dan sebaiknya Anda membeli krim malam yang mengandung anti-aging yang baik," saran Tanzi.

5. Fragrance-free
Meskipun berlabel 'fragrance-free' tidak menjamin produk make-up tidak mengandung parfum. Jika Anda tidak suka aroma kosmetik yang kuat, label 'fragrance free' bisa menjadi pilihan. Meskipun, Anda membeli produk dengan label tanpa wewangian karena Anda alergi atau sensitif pada parfum, namun tetap saja Anda bisa merasakan reaksinya. 

"Banyak perusahaan menambahkan parfum untuk menutupi aroma dari kandungan lain, padahal FDA tidak mengharuskan memasukkan aroma lain dalam daftar kandungan," jelas Laura Verallo de Bertotto, CEO dari VMV Hypoallergenics. 

Sementara istilah hypoallergenic berarti produk tersebut memiliki kemungkinan kecil menyebabkan reaksi alergi. Jika Anda mengalami masalah dengan alergi kulit, maka selalu mencoba produk terlebih dahulu di punggung tangan.




Sumber: wolipop
Rabu, 03 November 2010 - , , , , , 0 komentar

4 Mitos Kesehatan yang Salah Kaprah

Anda pernah mendengar bahwa Anda tidak boleh menelan permen karet karena permen itu bisa menempel di perut dan menimbulkan masalah? Atau Anda tidak boleh langsung mandi setelah makan?
Ada beberapa ajaran orangtua yang disampaikan kepada kita tanpa penjelasan yang ilmiah. Kita pun menerima saja masukan tersebut tanpa mengetahui alasan di baliknya. Kini, sebaiknya Anda mulai menguraikan apa yang menyebabkan munculnya mitos-mitos semacam itu.
  • Tidur dalam keadaan rambut basah sehabis keramas bisa bikin flu? Hanya karena Anda kedinginan dan basah, tidak berarti Anda bisa jadi flu; begitu juga bila Anda keluar rumah dengan rambut yang masih basah. Flu disebabkan oleh virus sehingga Anda hanya akan terkena flu bila terpapar virus.Jim Sears, dokter anak di San Clemente, California, pernah mengadakan penelitian di Common Cold Research Unit di Salisbury, Inggris. Saat itu, peneliti menyuntikkan virus flu ke hidung sekelompok relawan. Separuh dari kelompok tersebut diminta masuk ke ruangan yang hangat, sementara sisanya diminta mandi lalu berdiri dalam keadaan basah kuyup di lorong selama setengah jam. Setelah itu, mereka berpakaian, lalu mengenakan kaus kaki basah selama beberapa jam berikutnya. Hasilnya, kelompok yang basah ini ternyata tidak mengalami flu. "Kedinginan ternyata tidak memengaruhi sistem kekebalan Anda," kata Sears.
  • Jika Anda pura-pura jereng, mata Anda tidak bisa kembali normal "Menjerengkan mata secara sukarela tidak berbahaya," ucap W Walker Motley, asistan profesor ophthalmology di University of Cincinnati College of Medicine. Namun, jika Anda melihat anak atau teman Anda melakukan hal ini berulang kali (ketika ia tidak sedang membanyol atau menirukan karakter kartun), mungkin ia memang punya masalah penglihatan.
  • Permen karet bisa bertahan di perut selama tujuh tahun Waktu kecil, kita sering ditakut-takuti bahwa permen karet tidak boleh ditelan karena bisa menempel di dinding perut. Kenyataannya, walaupun tertelan, permen karet tidak akan ngendon di sana selamanya. "Seperti benda non-makanan lain yang sering ditelan anak-anak, cairan bisa membawa permen karet melalui saluran usus, dan dalam beberapa hari akan dibuang," ujar David Pollack, dokter senior di Children’s Hospital of Philadelphia Care Network.Selain itu, meski permen karet tidak mudah hancur di dalam sistem pencernaan, hal itu juga tidak akan menyebabkan sakit perut.
  • Anda tak boleh berenang satu jam setelah makan "Setelah makan, makin banyak aliran darah menuju sistem pencernaan, dan menjauh dari otot," kata Scott W Cohen, dokter anak di Beverly Hills, dan penulis buku Eat, Sleep, Poop: A Common Sense Guide to Your Baby’s First Year. Orang mungkin berpikir, jika langsung berenang setelah makan, maka kekurangan darah itu akan menyebabkan Anda kram dan tenggelam. Namun, hal ini tak akan terjadi."Anda mungkin akan kekurangan energi untuk berenang dengan penuh semangat. Namun, hal itu seharusnya tidak menghalangi kemampuan Anda untuk menguasai air atau bermain di air," tambah Sears.

Sumber : Dini, Kompas Femal, Nov 2010


regards, yatik