Tampilkan postingan dengan label ekonomi managerial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi managerial. Tampilkan semua postingan

ANALISIS MARJINAL


          ANALISIS MARJINAL MERUPAKAN PENERAPAN ANALISIS MATEMATIKA KALKULUS/DIFFERENSIAL PADA EKONOMI DAN BISNIS.
          KONSEP MARJINAL YANG SERING KITA TEMUI DALAM ANALISIS EKONOMI DAN BISNIS:

  1. BIAYA MARJINAL (MARGINAL COST = MC)
  2. PENERIMAAN MARJINAL (MARGINAL REVENIU =MR)
  3. UTILITAS MARJINAL (MARJINAL UTILITY = MU)
  4. PRODUKTIVITAS MARJINAL (MARGINAL PRODUCTIVITY = MP)
  5. KOMSUMSI MARJINAL (MARGINAL PROPENSITY TO CONSUME = MPC)
  6. SAVING MARJINAL (MARGINAL PROPENSITY TO SAVE)
 v  BIAYA MARJINAL (MARGINAL COST = MC)
      MERUPAKAN BESARNYA BIAYA TAMBAHAN YANG DIKELUARKAN UNTUK         MENGHASILKAN TAMBAHAN SATU UNIT BARANG.
      MC MERUPAKAN TURUNAN PERTAMA DARI BIAYA TOTAL 
      (MC = C’ = ðC/ ðQ)

v  PENERIMAAN MARJINAL (MARGINAL REVENIU =MR)
    MERUPAKAN BESARNYA TAMBAHAN PENERMAAN YANG DIPEROLEH KARENA      BERTAMBAHNYA SATU UNIT BARANG YANG DIHASILKAN/DIJUAL
     MR MERUPAKAN TURUNAN PERTAMA DARI TOTAL PENERIMAAN
    ( MR = R’ = ðR/ ðQ)

v  UTILITAS MARJINAL (MARJINAL UTILITY = MU)
     MERUPAKAN TAMBAHAN KEGUNAAN YANG DINIKMATI KONSUMEN APABILA     MENAMBAH SATU UNIT BARANG.
     MU MERUPAKAN TURUNAN PERTAMA DARI FUNGSI UTILITY
    (MU = U’ = ðU/ ðQ)

v  PRODUKTIVITAS MARJINAL (MARGINAL PRODUCTIVITY = MP)
     MERUPAKAN TAMBAHAN JUMLAH YANG DIPRODUKSI KARENA ADA TAMBAHAN      SALAH SATU FAKTOR PRODUKSI YANG ADA
     MP MERUPAKAN TURUNAN PERTAMA DARI FUNGSI PRODUKSI
    (MP = P’ = ðP/ ðQ)





TEORI TENTANG LABA


Dalam menganalisa teori laba, harus dibedakan dahulu apa yang dimaksud dengan laba Bisnis dan Laba Ekonomis.

  • Laba Bisnis (profit) adalah seluruh penerimaan suatu perusahaan setelah dikurangi biaya biaya eksplisit. Atau laba yang biasa kita kenal dalam perhitungan akuntansi, yakni pendapatan dari penjualan dikurangi Biaya Eksplisit (Akuntansi).
  • Biaya Eksplisit adalah biaya biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi seperti gaji, bahan baku, sewa, etc.
  • Sedangkan yang dimaksud Laba Ekonomis adalah Total Revenue yang diterima oleh suatu perusahaan setelah dikurangi biaya biaya eksplisit dan implisit. 


Jenis jenis Laba

1. Risk Bearing Theory of Profit
        Perusahaan harus mendapatkan keuntungan di atas normal (laba ekonomis ) apabila jenis usahanya mempunyai resiko yang sangat tinggi. Contoh : Pengeboran minyak lepas pantai.

2. Frictional Theory of Profit
Asumsinya : Pasar sering berada dalam posisi disequilibrium. Akibatnya perusahaan tidak pernah mendapat laba di atas normal melainkan hanya laba normal saja. Contoh munculnya kendaraan bermotor mengakibatkan permintaan baja melonjak dan perusahaan baja menikmati laba di atas normal, kemudian ada penemuan bahwa baja bisa diganti plastik sehingga permintaan akan baja menurun sedangkan permintaan plastik naik.

3. Monopoly Theory of Profit
Perusahaan dapat mempertahankan laba di atas normal dalam jangka panjang  apabila perusahaan tersebut dapat memperoleh fasilitas dari pemerintah, hak paten, dapat mencapai skala ekonomis, dll.

 4. Inovation Theory of Profit
Perusahaan dapat memperoleh laba di atas normal apabila ia dapat mencapai Penemuanpenemuan baru. Contoh : IBM, Xerox.

5.  Managerial Efficiency Theory of Profit / Compensatory Top
       Suatu perusahaan dapat mencapai laba di atas normal apabila ia berhasil melakukan efisiensi di berbagai bidang serta dapat memenuhi keinginan konsumennya.


Teory Perusahaan (Theory of the Firm)


Berikut beberapa butir penting yang dikemukakan teori perusahaan:

  • Organisasi yang menggabungkan dan mengatur semua sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan barang dan jasa yang siap dijual.
  • Perusahaan bisnis adalah kombinasi antara: orang, asset fisik dan keuangan, serta system dan informasi.
  • Orang yang terlibat langsung: shareholders, management, employee, supplier, customers. Mereka dipengaruhi secara langsung oleh operasional perusahaan.
  • Society (stakeholders) dipengaruhi oleh kegiatan firm karena: (1) Bisnis gunakan sumberdaya yang langka; (2) Bisnis membayar pajak; (3) Bisnis menyediakan pekerjaan; dan (4) Bisnis memproduksi barang dan jasa untuk masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan harus beroperasi secara optimal.

Teori Perusahaan mengakui maksimisasi laba sebagai sasaran utama perusahaan. Pertama-tama maksimisasi laba jangka pendek. Untuk jangka panjang, maksimisasi nilai yang diharapkan (expected value).

Keterbatasan Perusahaan
  • Biasanya perusahaan tidak akan bisa memaksimalkan laba atau nilainya.
  • Perusahaan biasanya beroperasi dalam kondisi keterbatasan atau adanya kendala-kendala tertentu yang menyebabkannya tidak dapat mencapai posisi optimal.
  • Ada 3 kategori keterbatasan: keterbatasan sumberdaya, keterbatasan jumlah atau mutu keluaran, dan batasan peraturan atau hukum.
Dalam jangka panjang keberadaan mereka tidak saja menguntungkan bagi pemilik / pemegang saham, namun juga akan membawa manfaat bagi masyarakat luas dan pemerintah melalui suatu proses yang disebut arus kegiatan ekonomi ( The Circular Flow of Economic Actifity ).

Dalam jangka pendek tujuannya Profit Maximization
Pada saat ini Short Term Profit sering dikorbankan untuk mencapai Growth & Survival (Long Term Profit) di masa depan.

Tujuan akhir perusahaan :
Maksimisasi nilai ( sekarang ) bersih perusahaan

Tujuan antara ( Short Term ) :
Maksimumkan Perusahaan
Minimumkan Biaya
Maksimumkan Nilai Penjualan
Maksimumkan Rentabilitas modal sendiri
Etc.


NILAI PERUSAHAAN
  • Nilai perusahaan didefinisikan sebagai nilai sekarang dari arus kas bersih perusahaan yang diharapkan di masa mendatang.
  • Nilai sekarang adalah nilai laba masa mendatang yang diharapkan yang didiskonto kembali ke saat ini dengan suku bunga yang sesuai.
  • Nilai perusahaan = nilai sekarang dr laba masa mendatang yg diharapkan   =




SIFAT DAN RUANG LINGKUP EKONOMI MANAJERIAL


Setiap manajer pasti menghadapi masalah masalah manajerial dalam kegiatan bisnisnya sehari-hari.Tugas manager membuat keputusan yang berkaitan dengan masalah masalah bisnis, sehingga dengan keputusan keputusan  itu memungkinkan perusahaan dapat mencapai tujuan nya secara efisien dan efektif. 

Masalah timbul ketika terdapat kesenjangan antara kondisi empiris (di lapangan) dengan apa yang diinginkan oleh manajer.

Masalah-Masalah
Masalah-masalah yang biasa dihadapi para manajer, misalnya:
  • Masalah Penjualan menurun  dan penentuan tingkat harga dan tingkat keluaran produk.
  • Masalah Biaya Produksi meningkat, dan apakah akan membuat produk sendiri atau membelinya dari pihak lain. 
  • Masalah Produktivitas menurun, apa terkait dengan keputusan teknik produksi dan pemilihan teknologi.
  • Masalah tingkat persediaan (inventory). 
  • Masalah pemilihan media dan intensitas periklanan serta promosi 
  • Masalah keterampilan managerial rendah, sehingga perlu melakukan penerimaan dan pelatihan tenaga kerja.
  • Masalah investasi dan pendanaan.

Untuk mengatasi masalah-masalah manajerial, manajer perlu mengambil keputusan yang efektif, dalam arti keputusan yang terbaik atau paling optimal. Keputusan optimal ini berarti maksimisasi dan minimisasi; maksimisasi untuk laba, tingkat produksi atau keluaran,tingkat layanan; dan minimisasi untuk biaya dan risiko.

Dalam rangka mencapai keputusan optimal itu biasanya manajer bergantung pada informasi yang didapatkan dari data kuantitatif (yang didapatkan dari analisis data) dan data kualitatif (yang diperoleh manajer dari intuisi dan pengalaman bisnisnya). 



GAMBAR ANTARA MASALAH DAN KEPUTUSAN BISNIS

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah manajerial adalah ekonomi manajerial.
  •  Ekonomi Manajerial adalah studi yang menerapkan teori dan konsep-konsep dalam ilmu ekonomi dan metode (teknik-teknik) untuk memecahkan masalah masalah manajerial secara optimal.
  • Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah manajerial adalah ekonomi manajerial.
  •  Ekonomi Manajerial adalah studi yang menerapkan teori dan konsep-konsep dalam ilmu ekonomi dan metode (teknik-teknik) untuk memecahkan masalah masalah manajerial secara optimal.


  • Ekonomi manajerial menggabungkan ilmu ekonomi dan ilmu pengambilan keputusan.
  • Pappas mengungkapkan bahwa konsep ekonomi yang dapat digunakan biasanya kerangka kerja keputusan, khususnya teori perilaku konsumen, teori perusahaan, teori struktur pasar dan penetapan harga di pasar.
  • Sementara, ilmu keputusan yang digunakan menyangkut alat dan teknik analisis numerik (matematis), estimasi statistik, teknik peramalan, teori permainan dan teknik optimisasi.
  • Ekonomi manajerial tidak saja digunakan dalam pengambilan keputusan manajerial untuk bisnis saja.


Maurice dan Thomas (1995) mengungkapkan bahwa studi ekonomi manajerial akan membantu dalam karir di bidang:
  1. Bisnis. Karir di bidang bisnis membutuhkan pemahaman mengenai teori ekonomi, keterampilan statistik dan matematis yang kuat, serta keterampilan komunikasi yang efektif. Studi ekonomi manajerial akan membantu pemahaman teori mikro ekonomi dan kemampuan untuk mengaplikasikan alat-alat kuantitatif kepada pengambilan keputusan bisnis. 
  2. Pemerintahan. Banyak pekerjaan dalam pemerintah an membutuhkan analisis ekonomi. Para ahli ekonomi pemerintahan biasanya menganalisis dan meramalkan dampak perubahan peraturan dan kebijakan publik. Pemahaman terhadap ekonomi manajerial akan membantu analisis ini.
  3. Organisasi nirlaba. Organisasi nirlaba, termasuk juga badan-badan negara membutuhkan juga keterampilan analitis yang penting dalam memberikan layanan dan kebijakan publik yang berkualitas dan optimal. Untuk itu dibutuhkan pemahaman terhadap ekonomi manajerial.









PENGERTIAN EKONOMI MANAGERIAL


PENGERTIAN & RUANG LINGKUP EKONOMI MANAGERIAL

PENGERTIAN : 
MANAGERIAL ECONOMICS IS CONCERNED WITH THE APPLICATION OF ECONOMIC PRINCIPLES AND METHODOLOGIES THE DECEISION MAKING PROCESS WITHIN ORGANIZATION. 

Douglas – 
Ekonomi Manajerial adalah .. Aplikasi dari prinsip ekonomi dan metodologi yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan pada suatu perusahaan atau organisasi. 

Pappas & Hirschey – 
Ekonomi Manajerial merupakan aplikasi dari teori ekonomi dan metodologi yang digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis dan administrasi.

Salvatore –
Ekonomi Manajerial mengarah pada aplikasi teori ekonomi dan merupakan alat bantu dalam ilmu pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan bagaimana suatu organisasi dapat mencapai tujuannya dengan efektif.


Peran Ekonomi Manajerial dlm Pengambilan Keputusan Manajerial



Bidang Ekonomi Manajerial mengalami pertumbuhan yang cepat pada tiga dekade belakangan ini.
Cerminan dari pertumbuhan ini bahwa manajer dapat menggunakan teori ekonomi dalam mengambil keputusan yang konsisten dengan tujuan organisasi.


Ekonomi Manajerial dapat digunakan oleh manajer
yang berorientasi tujuan dengan dua cara:

(1) keberadaan lingkungan ekonomi, prinsip dari ekonomi manajerial adalah menyediakan kerangka kerja untuk mengevaluasi apakah sumber-sumber tersebut dialokasikan secara efisien dalam sebuah perusahaan

(2) prinsip ini membantu para manajer untuk merespon      terhadap berbagai macam tanda- tanda ekonomi