Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Januari 2011 - , , , , 0 komentar

Jennifer Jasmin Kurniawan Profile

Jennifer Jasmin Kurniawan is the girlfriend of Indonesia footballer Irfan Bachdim who is now a new idol for football lovers of Indonesia because he is in the Garuda National Team who make a positive contribution for goals in AFF Cup 2010.

Jennifer Jasmin Kurniawan was born in Mühlacker, Germany, about 50 kilometers from Stuttgart, 23 years ago. His mother, Uschi, a German, married to Peter Kurniawan. The oldest child has two younger brothers, Kim and Jason.

Jennifer Jasmin Kurniawan Profile

Since she was 9 months, Jenny has become a model baby clothes. In elementary school she became a model of bank ad. Model become as profession for this woman who graduated in autokaufman school(special education to sell the car). She is working now for a company that specialized in selling American production car, such as Opel, Ford, and Cadillac.
Name : Jennifer Jasmin Kurniawan
Birth Date : Mühlacker, Germany, 6 April 1987
Parents : Petrus Kurniawan and Uschi
Status within the family: eldest
Brothers : Kim Jeffrey Kurniawan and Jason Kurniawan
Domicile : Knittlingen
Occupation : model
Weight : 165 cm
Hobbies : Swimming and Singing
Music Favorite : Bruno Mars
Age: 23
Height / Weight: 165 cm/47 KG
Eye color: Brown
Bra Size: 34B
Clothes Size: 34/36
Shoe size: 3
Education : Autokaufman School



references :
- http://drisye.blogspot.com/2010/12/wawancara-dengan-gadis-penakluk-irfan.html
- http://sugengsetyawan.blogspot.com/2010/12/jennifer-jasmin-kurniawan-bachdim.html
- http://drisye.blogspot.com/2010/12/wawancara-dengan-gadis-penakluk-irfan.html
- , , , , , 0 komentar

Profil Irfan Bachdim

Irfan Haarys Bachdim adalah pemuda kelahiran Amsterdam, Belanda, 22 tahun silam. Irfan Bachdim berdarah indo / ‘blasteran’. Ayahnya, Nouval Bachdim, adalah pria berkebangsaan Indonesia sedangkan Ibunya, Hester Bachdim, berkebangsaan Belanda.
Sejak kecil Irfan sangat menggemari olahraga sepakbola. Bakat dan minatnya ini diturunkan oleh sang ayah yang mantan pemain sepakbola. Sang ayah, Nouval Bachdim pernah memperkuat klub Persema Malang pada medio 80 an. Kedua orang tua Irfan sangat mendukung hobi anaknya. Pada usia 11 tahun, mereka menyekolahkan Irfan di akademi Junior klub Ajax Amsterdam yang terkenal banyak menghasilkan pemain kelas dunia. Disinilah Irfan mengasah bakatnya bermain sepakbola.

Berselang 3 tahun kemudian, bakat Irfan tersendus seorang pencari bakat dari klub Utrecht FC, Irfan lalu bergabung ke dalam tim junior klub tersebut, dan menjadi andalan di sana selama kurang lebih empat tahun (2003-2007). Namun sayangnya Irfan kesulitan menembus tim inti Utrecht FC. Dirinya hanya pernah sekali memperkuat Utrecht dalam pertandingan Eredivisie (Liga premier Belanda) melawan VVV Venlo. Meskipun bermain selama 90 menit, Irfan tak memberi kontribusi apapun dalam pertandingan itu. Pertandingan tersebut menjadi yang pertama dan terakhir bagi Irfan di tim inti Utrecht FC. Ia dilepas oleh klub itu tak lama setelahnya.
Setelah di Utrecht, Irfan berlabuh di klub divisi 2 Belanda, HFH Harlem. Lagi-lagi disini bakat Irfan tersia-sia. Ia tak sempat sekalipun membela klubnya. Kemudian pada tahun 2010, Irfan memutuskan untuk kembali ke kampung halaman ayahnya, Indonesia. Irfan sempat melamar di beberapa klub sepakbola seperti Persija dan Persib, namun kerap gagal dalam tes. Namun pada akhirnya, dirinya berhasil diterima dan kini memperkuat Persema Malang, klub ayahnya dulu.

Meski berkewarganegaraan ganda, Irfan Bachdim amat sangat ingin untuk membela tim nasional Indonesia. Pada tahun 2006 silam, dirinya pernah hampir memperkuat tim nasional Indonesia U23 (di bawah usia 23) di ajang Asian Games 2006 yang digelar di Qatar. Namun kala itu cedera membuat Irfan terpaksa mengundurkan diri.
Namun penampilan gemilangnya bersama Persema membuat pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl tertarik untuk memboyongnya bersama timnas senior untuk ajang AFF Suzuki Cup 2010. Impian Irfan pun tercapai, dirinya hingga kini tercatat sudah 3 kali mengenakan kostum merah putih, yakni di pertandingan melawan Timor Leste (persahabatan), China Taipei (persahabatan), dan Malaysia (pertandingan pertama grup A AFF Cup 2010). Irfan mengenakan nomor punggung 17 di timnas, yang membuat dirinya mendapat julukan IB17 (Irfan Bachdim-17) dari sebagian penikmat bola.

Pertandingan melawan Malaysia tersebut melambungkan nama Irfan setinggi langit. Permainannya yang lugas dan wajah tampannya membuat penggemarnya berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari kaum Hawa hinga kaum Adam. Irfan sendiri mencetak gol yang menutup pertandingan tersebut dengan skor 5-1 untuk Indonesia.

Irfan Bachdim dapat bermain di sejumlah posisi, namun posisi alaminya adalah second striker / trequarista. Yakni posisi dimana seorang pemain berada di lini antara striker dan gelandang. Irfan adalah pemain yang punya visi dan pergerakan tanpa bola yang bagus. Ia mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya dengan umpan-umpan pendek yang rapi dan pergerakan yang tak terduga. Kehadirannya memberi warna ‘Eropa’ bagi pola permainan timnas yang selama ini hanya mengandalkan dribel dan kemampuan fisik semata.
Kini, nama Irfan Bachdim mulai tak asing bagi masyarakat Indonesia, terlepas dari penikmat bola atau tidak. Hal ini dapat dilihat dalam akun twitter miliknya. Sebelum  pertandingan kemarin, akun twitter Irfan ‘hanya’ diikuti oleh 8 ribu tweeps (sebutan bagi pemakai Twitter). Namun setelah pertandingan, jumlah tersebut melonjak menjadi 23 ribu, dan terus bertambah hingga sekarang. Rata-rata penggemar baru Irfan adalah kaum hawa yang terpikat oleh ketampanannya.


Profil singkat Irfan Bachdim:
Nama lengkap : Irfan Haarys Bachdim
Nama beken : Irfan Bachdim / IB17
Tempat / Tanggal lahir : Amsterdam, Belanda / 11 Agustus 1988 (umur 22)
Tinggi : 1.72 m (5 ft 8 in)
Posisi bermain : Gelandang, Striker
Twitter : http://twitter.com/irfanbachdim10
Informasi klub
Klub saat ini : Persema Malang / Nomor : 10
Klub junior
1999-2001 : Ajax Amsterdam
2002 : SV Argon
2003-2007 : FC Utrecht
Klub senior
2008-2009 FC Utrecht 1 (0)
2009 HFC Haarlem 0 (0)
2010 Persema Malang 6 (3)
Tim Nasional:
Indonesia (2010-sekarang) (3 main / 1 gol)


Dari Berbagai Sumber